Juli 28, 2026

Umar Key Ohoitenan Kunjungi Korban Bentrok Matraman di RSCM, Tegaskan Kawal Hukum Sampai Tuntas 

Spread the love

Loading

Jakarta – Mediacitranusantara.com -Ketua Umum DPP Front Pemuda Muslim Maluku (FPMM), H. Umar Key Ohoitenan, SH, meluangkan waktu untuk menjenguk korban bentrokan antar-kelompok di Matraman, Jakarta Timur, yang dirawat di RSCM. Kedatangannya didampingi oleh Ibu Gita Ohoitenan serta jajaran pengurus FPMM, segera setelah beliau tiba dari Surabaya.

Mengenakan seragam organisasi berwarna putih, Umar Key langsung menyambangi ruang perawatan dan berinteraksi dengan korban yang kondisinya mulai membaik. Beliau turut memberikan dukungan moril kepada korban beserta ayahnya agar tetap tabah dan memulihkan kesehatan dengan cepat.

Umar Key berharap kasus ini segera tuntas sesuai hukum yang berlaku dan meyakini kepolisian akan bekerja secara cepat serta profesional. Di waktu yang bersamaan, Anggota DPR RI Mercy Barens juga hadir untuk menjenguk, meski tidak memberikan pernyataan khusus mengingat penanganan kasus sudah berada di tangan aparat. Kehadiran kedua tokoh ini diharapkan dapat meredakan ketegangan antar-kelompok.

Polda Metro Jaya telah mengklarifikasi bahwa insiden bermula dari adu mulut terkait suara knalpot, bukan isu yang beredar sebelumnya soal pembayaran makanan. Polisi berhasil meredam kerusuhan dan telah menahan beberapa pelaku, sementara sisanya masih dalam upaya pengejaran. Sementara itu, perwakilan kedua belah pihak telah sepakat untuk menempuh jalan damai demi ketertiban umum.

Terkait korban jiwa, jenazah telah diberangkatkan ke Maluku untuk dimakamkan di kampung halaman. Umar Key menyampaikan rasa belasungkawa yang mendalam kepada keluarga korban di Kei.

“Saya berjanji akan mengawal proses hukum. Tidak boleh ada kucing-kucingan bagi pelaku yang sudah ditahan; mereka harus dihukum seberat-beratnya sesuai aturan. Kami akan siapkan tim advokat dan meminta polisi segera menangkap buronan lainnya,” tegas Umar Key di hadapan awak media.

Menutup pernyataannya, Umar mengajak masyarakat untuk tetap bijak dan menahan diri, serta mengimbau netizen untuk tidak menyebarkan ujaran yang berpotensi menimbulkan stigma atau rasisme di media sosial demi menjaga persaudaraan sesama anak bangsa. **(RN)