Juni 30, 2026

Bantu Padamkan Api di Polsek Duren Sawit, Wakil Panglima Laskar FPMM: Pantang Pulang Sebelum Padam

Spread the love

Loading

Jakarta – MCN.com – Sejumlah kantor polisi di Jakarta tak luput dari aksi kekerasan massa, usai pengemudi ojek online (ojol) Affan Kurniawan meninggal akibat dilindas kendaraan taktis polisi dalam aksi demo di depan Gedung DPR RI, Senayan, Kamis (28/8/2025).

Sejak Kamis malam hingga seantero Jumat (29/8/2025), gelombang protes tak berhenti. Ini terjadi juga di daerah lain.

Mabes Polri di Jakarta Selatan ikut jadi sasaran kemarahan rakyat. Aksi-aksi brutal dan anarkis tak terhindarkan. Siapa yang kuat, dia menang. Marah rakyat sudah tak tertahankan lagi. Rakyat muak dengan segala perilaku pejabat pemerintah dan aparat negara.

Kantor-kantor Polsek dan Polres dijaga ketat karena didatangi pendemo. Mereka tak takut lagi pada bedil dan gas air mata.

Namun, tak bisa aksi seperti itu dibiarkan terus berkobar. Toh, pada ujungnya masyarakat jua yang terima akibatnya. Tak sedikit anggota masyarakat yang berpikir menempuh solusi damai. Mereka pun tengah hidup sulit. Yang enak itu pejabat.

Di Polsek Duren Sawit, Jakarta Timur, satu mobil dan dua motor dibakar. Sementara satu sepeda dijarah. Tak mudah menghalau massa dari tempat kejadian.

Selamat ini, Polsek Duren Sawit dan Polres Jakarta Timur intens membangun silaturahmi dengan warga di wilayah hukum mereka. Namun, mereka ikut terdampak atas kematian pengendara ojol di DPR itu.

Wakil Panglima Laskar Front Pemuda Muslim Maluku, Gesi Ngabalin dan beberapa anggota FPMM ikut membantu memadamkan api yang masih berkobar. Mereka juga ikut memberi kesadaran kepada masyarakat untuk berpikir jernih menghadapi aksi yang bermula hendak membubarkan lembaga DPR itu.

“Dengan memadamkan api, maka masyarakat perlahan bisa menurunkan tingkat emosinya. Emosi yang tak terkendalikan bisa sangat membahayakan banyak orang,” ungkap Gesi di lokasi kejadian.

Dengan gesit anggota-anggota FPMM itu membantu polisi memadamkan api yang sedang menjilat tubuh sebuah mobil dan dua buah motor honda.

Bagi Gesi Ngabalin dan anggota FPMM, sudah sering mereka terlibat langsung di lapangan membantu aparat dalam mencari solusi. Gesi dan kawan-kawan juga memberi kontribusi dalam menjaga keamanan di tempat-tempat ibadah umat beragama, di Jakarta. Misalnya di malam Natal mereka ikut menjaga Gereja Katedral.

Anto mengatakan dirinya ikut prihatin dengan kematian Affan Kurniawan, korban pengemudi ojol yang meninggal. Dia juga prihatin dengan berita-berita hoaks di medsos yang memprovokasi masyarakat.

“Kita prihatin dengan teman-teman yang memposting berita-berita aksi massa terkait aksi perusakan kantor polisi. Mereka selalu memojokkan satu pihak. Kita anggota FPMM di sini berdiri di tengah. Kita mendukung rakyat, tapi tidak harus memojokkan kepolisian. Karena, polisi juga menjadi korban politik para elit. Saya prihatin dengan anggota polisi yang jatuh korban,” ucap Anto, yang ikut memadamkan api di mobil.

Gesi Ngabalin mengatakan, pada prinsipnya masyarakat tak menghendaki terjadi peristiwa seperti itu, apalagi ekonomi sedang kembang-kempis saat ini. Dia berharap tak ada lagi korban berjatuhan, baik polisi maupun warga pendemo.

Sebagai anggota FPMM dibawah kepemimpinan Ketua Umum Haji Umar Key Ohoitenan, Gesi mengatakan FPMM selalu ikut menciptakan kondisi yang baik pada masyarakat dan mencari jalan keluar.

“Memang kalau sudah sangat marah, masyarakat akan bertindak brutal. Namun, saya yakin massa bisa diajak tenang dan menghentikan aksi kekerasan. Kalau keadaan sudah kondusif, dialog dan solusi akan tercapai. Kami cinta damai, kami cinta negeri ini,” ucap Gesi.

Anto mengatakan, sebagai ormas, selama ini FPMM memiliki kerja sama dengan Polsek Duren Sawit sehingga dia dan kawan-kawan terpanggil membantu Polsek Duren Sawit. “Kami bantu pulihkan keadaan. Kami pantang pulang sebelum padam,” tutur Anto yang masih terus berjaga-jaga. **(Rika)