![]()
Jakarta – MCN.com – Mahkamah Konstitusi (MK) menyatakan tidak dapat menerima permohonan Perselisihan Hasil Pemilihan Umum (PHPU) Bupati dan Wakil Bupati Kabupaten Buru Tahun 2024. Dengan begitu, Pasangan Calon Ikram Umasugi dan Sudarmo sudah dipastikan akan dilantik sebagai Bupati dan Wakil Bupati Buru, Maluku.
Sidang MK berlangsung di Ruang Sidang Pleno, Jakarta, Senin (5/5/2025) dipimpin Ketua MK Suhartoyo.
Dalam pertimbangan hukumnya, MK menilai permohonan Pemohon tidak memenuhi syarat formil karena dinilai kabur atau obscuur.
“Permohonan Pemohon tidak dapat diterima karena tidak memenuhi syarat sebagaimana ditentukan dalam Pasal 8 ayat (3) huruf b angka 4 dan angka 5 PMK 3/2024,” ujar Ketua MK Suhartoyo saat membacakan amar putusan.
Usai mendengar putusan MK, Ikram Umasugi menyatakan rasa syukur kepada Tuhan yang maha esa. “Pertama, saya sampaikan rasa syukur kepada Allah Swt, Tuhan yang maha esa, karena hari ini sudah ada keputusan secara yuridis formal dari Mahkamah Konstitusi tentang hasil Pilkada 2024 Kabupaten Buru,” ucap Umasugi kepada awak media.
Ikram Umasugi melanjutkan, “Kedua, saya mengapresiasi semua teman yang selama ini tergabung dan berjuang dengan penuh kesabaran dan ketaatan sebagai warga negara yang baik menunggu putusan-putusan hukum yang memang diberikan ruang oleh negara untuk memastikan pasangan yang kalah mengajukan gugatan. Dan, alhamdulillah, hari ini sudah selesai. Saya ingin mengajak kita semua , baik yang menang maupun yang kalah, marilah kita sama-sama membangun masyarakat Kabupaten Buru. Itu tanggung jawab kita bersama. Tugas dan tanggung jawab kita itulah yang paling penting kita laksanakan.
Bupati Buru terpilih itu, lebih jauh, mengatakan bahwa jalan kita masih panjang, ke depan. Ada banyak hal yang harus dibenahi. “Mulai saat ini tak ada lagi kelompok-kelompok pendukung calon ini dan itu. Yang ada adalah kita semua warga masyarakat Kabupaten Buru yang ingin maju dan ingin damai. Kita bersama-sama berjuang demi kesejahteraan masyarakat Buru,” lanjut Umasugi.
Setelah keputusan final Mahkamah Konstitusi, maka pasangan Umasugi-Sudarmo siap dilantik. “Seperti setiap pemimpin terpilih, yang mulai bekerja, maka bagi saya pastikan, bahwa 100 hari kerja pertama sangat penting. Dalam 100 hari kerja ini saya dan wakil bupati akan melakukan penataan-penataan di dalam dan terutama salah satu yang terpenting adalah perhatian pada masalah kesehatan masyarakat,” tuturnya.
Sidang MK yang memutuskan hasil PSU Kabupaten Buru hari ini mendapat simpati dari warga Maluku di Jakarta. Mereka hadir di MK untuk memberikan dukungan moril kepada para hakim MK dan juga kepada bupati dan wakil bupati Buru terpilih.
Front Pemuda Muslim Maluku, salah satu ormas yang sangat peduli dengan persatuan orang Maluku, juga hadir dan memberikan dukungan. FPMM ikut bangga bahwa kepemimpinan di kepulauan Maluku harus bisa mengangkat nasib masyarakat Maluku ke tingkat yang lebih sejahtera lagi.
“Kami atas nama Keluarga Besar Front Pemuda Muslim Maluku mengapresiasi para hakim Mahkamah Konstitusi yang hari ini sudah mengambil keputusan yang dimenangkan oleh teman saya, pela kami, Ikram Umasugi dan Sudarmo. Kemenangan beliau berdua hari ini adalah kemenangan untuk masyarakat Pulau Buru, Maluku Tengah. Saya mengajak seluruh masyarakat Maluku yang ada di Jakarta dan Pulau Buru, mari kita mendukung beliau berdua agar dengan program-program pembangunan yang tepat untuk masyarakat Kabupaten Buru, maka, ke depan, saudara-saudara kita di Buru makin sejahtera,” ujar Ketua Umum FPMM.
“Kepada seluruh masyarakat yang ada di Buru, agar diketahui, bahwa kami kehadiran kami, yaitu saya dan keluarga besar Front Pemuda Muslim Maluku yang ada di sini, kami hadir di sini untuk memeriahkan kemenangan beliau (bupati dan wakil bupati Buru terpilih), yaitu Bang Ikram dan wakilnya. Sehingga jangan salah mengerti. Kami datang untuk merayakan kemenangan. Jangan ada pihak-pihak lain yang memanfaatkan momen ini untuk mencari keributan di sini. Saya berdiri di tengah-tengah. Jadi, kita hari ini, apabila Bang Ikram menang, saya imbau kepada seluruh masyarakat Buru bahwa kemenangan beliau adalah kemenangan untuk seluruh masyarakat di Buru.
Umar menjelaskan, anggota FPMM yang hadir ada sekitar 300 orang yang langsung dipimpin nya. “Kenapa saya turun langsung untuk menenangkan semua pihak. Jadi, jangan salah paham. Orang Buru adalah pela saya, orang Seram adalah pela saya. Kita semua saudara. Kita saling menjaga dan saling mencintai,” tambah Umar Ohoitenan.
Bupati Buru terpilih Ikram Umasugi juga mengapreasiasi Umar Kei Ohoitenan dan FPMM yang selama ini ikut berjuang untuk menciptakan perdamaian di antara sesama orang Maluku, di mana saja mereka berada.
“Terima kasih untuk FPMM dan Ketua Umum FPMM Haji Umar Kei. Dia adalah tokoh muda masyarakat Maluku di Jakarta dan Jabodetabek. Ketokohannya luar biasa. Dia sangat peduli pada masyarakat Maluku terutama dalam membangun persaudaraan. Beliau mampu merangkul semua elemen masyarakat untuk sama-sama kita bersatu. Dengan pikiran-pikiran positif, beliau selalu mengajak orang untuk saling baku sayang, saling menghormati dan mencintai. Ini sangat luar biasa. Kepada beliau kita harus memberikan penghargaan dan apresiasi yang setinggi-tingginya karena beliau selalu mendorong kebersamaan orang-orang Maluku untuk peduli pada Maluku dan mendukung semua kepemimpinan di Maluku. Mari kita semua saling bahu-membahu dan saling mendukung. Kita harus bersatu, baik sebagai anak Maluku maupun sebagai warga negara Indonesia yang kita cintai ini,” ujar Bupati Ikram Umasugi.
Sementara itu, Ketua DPD FPMM Kabupaten Buru, Syahril Lahalusy, S.ST, mengatakan rasa gembira karena hasil kontestasi Pilkada 2024 Kabupaten Buru berakhir dengan keputusan MK. Dia juga senang karena suasana di MK saat sidang berlangsung, begitu tenang dan damai, tak ada keributan, apalagi dengan kehadiran Ketua Umum FPMM Haji Umar Kei Ohoitenan dan keluarga besar FPMM di komplek MK. Semuanya menjadi indah hari ini. ** (Rika)



More Stories
28 Tahun Reformasi 1998: Demokrasi Tumbuh, Oligarki Menguat, Keadilan Sosial Masih Diperebutkan
Sikap dan Pernyataan Ketua Umum FPMM Umar Kei Terhadap Peristiwa di Maluku Tenggara
LMP dan M1R Kecam Dugaan Penghinaan Profesi Serta Rasisme Oleh Oknum Manajer Kursus Bahasa Inggris di Kelapa Gading