![]()
Bekasi – Mediacitranusantara.com -Nama Prof. Dr. Ali Mochtar Ngabalin telah lama dikenal masyarakat Indonesia sebagai tokoh politik yang berintegritas dan berhati mulia. Pria kelahiran Fakfak, Papua, 25 Desember 1968, yang berdarah Kei, Maluku, ini merintis kariernya dari bawah.
Kiprah politiknya dimulai sebagai kader Partai Bulan Bintang (PBB), kemudian menjabat Anggota Komisi I DPR RI periode 2004–2009 dari Fraksi Bintang Pelopor Demokrasi (F-BPD) daerah pemilihan Sulawesi Selatan II. Sejak 2010 hingga kini, ia bergabung dengan Partai Golkar. Pada masa pemerintahan Presiden Joko Widodo, ia dipercaya sebagai Tenaga Ahli Utama Kedeputian IV Bidang Komunikasi dan Diseminasi Informasi, Kepala Staf Presiden. Usai masa jabatan berakhir, ia menerima amanah sebagai pengajar di Busan University, Korea Selatan.
Menangani urusan luar negeri bukan hal baru baginya. Di organisasi manapun ia berada, keahliannya dalam hubungan internasional selalu dimanfaatkan. Kini, selain mengajar di Korea, ia juga melanjutkan tugas diplomasi untuk kepentingan bangsa. Sebagai Ketua Bidang Luar Negeri Partai Golkar — partai koalisi dalam pemerintahan Presiden Prabowo Subianto — ia berperan aktif merawat dan mengawal diplomasi internasional pemerintahan.
Ditemui di Bekasi, Prof. Ali Mochtar menjelaskan tugas yang sedang diembannya:
“Saya lebih banyak bekerja di luar negeri, untuk kepentingan bangsa. Saya ikut merawat diplomasi internasional pemerintahan Presiden Prabowo Subianto. Seluruh partai koalisi harus ikut menjaganya, dan Partai Golkar selalu berada di garda terdepan. Itulah sebabnya saya harus berpindah ke Rusia, Amerika Serikat, Hanoi, Korea, dan negara lainnya. Segera saya akan terbang ke Tiongkok untuk merawat dan mengawal diplomasi yang sedang dan akan terus dilakukan Presiden Prabowo. Ini juga merupakan arahan Ketua Umum Partai Golkar, H. Bahlil Lahadalia,” ujarnya.
Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa tugas diplomasi adalah menjembatani komunikasi pemerintah Indonesia dengan negara-negara sahabat. “Indonesia adalah negara besar yang kaya raya, dan dunia perlu mengenalnya dengan baik. Diplomasi menjadi ujung tombak memperkenalkan wajah Indonesia kepada dunia,” tegasnya.
Menurutnya, Presiden Prabowo terus berupaya memberikan yang terbaik bagi rakyat, sehingga tidak terganggu oleh kritik maupun hinaan yang muncul. “Presiden menjawab segala kritik dengan bukti kerja nyata. Demikian pula kami yang bertugas di luar negeri, harus menyampaikan kinerja pemerintah kepada dunia agar Indonesia senantiasa dipandang positif,” tambahnya.
Prof. Ali Mochtar juga menyoroti kepercayaan yang diberikan Presiden Prabowo kepada kader-kader Partai Golkar di posisi-posisi strategis, baik sebagai menteri, wakil menteri, maupun kepala lembaga. Semuanya bekerja melayani rakyat sesuai arahan presiden.
“Kita semua harus menjadi duta Indonesia agar dunia mengenal bangsa ini dengan lebih baik. Itulah tugas kita bersama,” tutup pria yang meraih gelar doktor dari Universitas Negeri Jakarta pada tahun 2013 tersebut. * (RN)



More Stories
Ketua Umum PPAL Laksanakan Kunjungan Kerja ke PPAL Rayon Gresik, Perkuat Silaturahmi dan Dukung Pemberdayaan Anggota
Danlanal Bintan Wakili Dankodaeral IV Hadiri Rapat Paripurna DPRD Kepri
Dampak Puluhan Tahun Tailing Freeport Mama Laura Theresia Apoka: Pemda Mimika Tak Serakah, Pengelolaan Wajib Libatkan Orang Asli Papua