Oktober 5, 2026

Kesehatan Nadiem Makarim Memburuk, Penasihat Hukum Zaid Mushafi Minta Penahanan di Rumah Sakit

Spread the love

Loading

Jakarta – Mediacitranusantara.com – Mantan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Mendikbudristek) RI Nadiem Anwar Makarim mengalami penyakit yang kembali kambuh beberapa kali, bahkan setelah menjalani operasi. Tindakan medis telah dilakukan berulang-ulang sejak ia berada dalam penahanan.

Mengacu pada kondisi kesehatan dan keselamatan terdakwa, Penasihat Hukum Zaid Mushafi secara resmi meminta kepada majelis hakim dalam persidangan untuk melakukan penangguhan penahanan atau mengalihkan jenis penahanan. Pilihan yang diajukan antara lain tahanan kota, tahanan rumah, atau penempatan di rumah sakit, agar tindakan medis yang telah dilakukan tidak perlu diulang terus-menerus.

“Faktanya, ini bukan penyakit yang dibayangkan pada umumnya, tetapi penyakit yang membutuhkan penanganan khusus dengan tingkat sterilisasi dan kebersihan ekstra ketat. Sehingga penahanan di Rumah Sakit menjadi pilihan tepat,” ujar Zaid.

Nadiem telah dua kali menjalani operasi, di mana operasi kedua menyebabkan persidangan perdana terdakwa tertunda. Sebelumnya, ibunda Nadiem, Atika Algadrie, pernah mengungkapkan bahwa sang anak menderita fistula.

Penyakit fistula merupakan kondisi terbentuknya saluran abnormal yang menghubungkan dua rongga tubuh atau organ yang seharusnya tidak terhubung, seperti dari usus ke kulit, atau antara organ pencernaan, pembuluh darah, maupun saluran kemih. Kondisi ini sering terjadi akibat infeksi yang membentuk abses (nanah), yang kemudian mencari jalan keluar dan membentuk saluran. Jenis yang paling umum adalah fistula ani (saluran dari rektum ke kulit anus) yang dapat menimbulkan nyeri, bengkak, dan keluarnya cairan atau nanah.

Sebagian kecil kasus fistula bisa sembuh dengan sendirinya, namun umumnya memerlukan tindakan medis atau operasi untuk menutup saluran agar tidak kambuh dan mencegah komplikasi. Penanganan spesifik akan bergantung pada jenis dan lokasi fistula, yang membutuhkan konsultasi dengan dokter bedah untuk pemeriksaan lebih lanjut.

Zaid berharap majelis hakim dapat memberikan solusi terbaik bagi mantan Mendikbudristek tersebut. **(RN)