![]()
Bekasi – MCN.com – Majelis Taklim Masjid Ar-Romlah di Binalindung, Bekasi, menggelar pengajian rutin pada Sabtu (20/12/2025) dengan tema yang relevan, “Peran Perempuan dalam Membangun Peradaban.” Antusiasme peserta terlihat dari jumlah yang hadir.
Salam ceramahnya dibuka oleh Ketua Bidang Kesenian, Fania Jaini, yang mengajak peserta menyadari peran mereka dalam membangun peradaban cinta di tengah keluarga dan masyarakat. Dia menyebutkan bahwa kehidupan keluarga saat ini terasa berat, baik dari sisi ekonomi maupun relasi dengan anak-anak, dan memahami kesulitan perempuan yang tidak memiliki suami lagi.
“Di Islam, suami adalah pemimpin dan tiang penyanggah rumah tangga, sehingga rumah tangga tanpa suami sungguh berat. Namun, itu tidak berarti ibu harus putus asa – ia harus punya harapan dan memandang ke depan, karena kebahagiaan sejati ada di akhirat,” ujar Fania yang memiliki dua anak.
Menghadapi perilaku anak masa kini, Fania menekankan pentingnya memahami karakter anak yang terbentuk dari pengalaman sejak kecil. Menurutnya, jika orangtua tidak menanamkan akidah, keimanan, dan rasa takut kepada Allah sejak dini, anak akan lebih mementingkan “kesenangan diri” tanpa menghargai pendapat orangtua. Oleh karena itu, ia menekankan sikap evaluasi diri dan bertobat orangtua, serta kesempatan untuk memperbaiki diri dan meminta maaf pada anak.

Selanjutnya, Ketua Majelis Taklim Masjid Ar-Romlah, Sitti Badaria Atnangar, M.Pd, menjelaskan bahwa sejak awal, majelis ini berkomitmen melakukan pengajian bulanan dengan fokus pada pengembangan kapasitas diri perempuan, kajian parenting, dan isu perempuan-anak.
Ia menyebutkan realitas hidup perempuan hari ini memperlihatkan banyak yang menjadi korban KDRT, stigma negatif, dan kesenjangan jender. “Kami hadir untuk memberi pencerahan bahwa perempuan diberi kemampuan lebih oleh Allah dan punya peran ganda, seperti yang dikabarkan dalam Al-Qur’an,” tutur Atnangar.
Dalam tema yang diusung, Atnangar menjelaskan bahwa perempuan adalah “rahim peradaban” – tidak hanya melahirkan anak, tetapi juga menjadi sekolah pertama dan pendidik utama dalam menanamkan nilai moral dan spiritual yang kokoh. Selain itu, perempuan juga berkontribusi dalam masyarakat, memperjuangkan hak-haknya, dan berpartisipasi aktif membangun tatanan masyarakat tanpa melupakan tugas utama sebagai ibu.
Berdasarkan Hadis Nabi, Atnangar menyatakan bahwa perempuan juga merupakan pemimpin dalam rumah tangga dan memegang kunci pembentukan peradaban yang baik. Dia juga mengutip Surat Anisah yang menyatakan Allah menciptakan laki-laki dan perempuan dari satu jiwa, artinya keduanya setara di hadapan Allah. “Dalam konteks peradaban, perempuan memiliki peran strategis dalam mendidik generasi mendatang,” tegasnya.
Tantangan ke depan adalah menyediakan kajian Islam yang menyentuh hati kaum perempuan, sehingga majelis akan berkolaborasi dengan berbagai pihak untuk menggelar kegiatan yang relevan. Akhirnya, Atnangar mengapresiasi semua pihak yang terlibat, termasuk Ketua Umum DPP FPMM Haji Umar Kei Ohoitenan dan para istri yang selalu mendukung kegiatan Majelis Taklim Ar-Romlah.
** (Rika)



More Stories
Sikap dan Pernyataan Ketua Umum FPMM Umar Kei Terhadap Peristiwa di Maluku Tenggara
LMP dan M1R Kecam Dugaan Penghinaan Profesi Serta Rasisme Oleh Oknum Manajer Kursus Bahasa Inggris di Kelapa Gading
Perkuat Silaturahmi, FBR Korwil Jakarta Pusat Gelar Halal Bi Halal Bersama Heri Kustanto, S. H