Mei 16, 2026

Pernikahan Agung Putri Umar Kei dan Cucu Prof. Ali Mochtar Ngabalin Eratkan Silaturahmi Warga Kei

Spread the love

Loading

Maluku Tenggara – MCN.com – Pesta pernikahan antara Ajeng Dinda Savira Ohoitenan, putri dari tokoh masyarakat Kei, Umar Kei Ohoitenan, S.H., dan Fadel Muhammad Ngabalin, cucu dari Prof. Dr. Ali Mochtar Ngabalin, menjadi momentum silaturahmi akbar bagi masyarakat Kei. Acara yang berlangsung meriah pada Senin, 10 November 2025, di Masjid Al Mathar, Desa Danar, Kecamatan Kei Kecil Timur Selatan, Kabupaten Maluku Tenggara, ini dihadiri oleh ribuan undangan dari berbagai kalangan.

Akad nikah yang khidmat di dalam masjid menjadi saksi bersatunya kedua mempelai dalam ikatan suci. Ajeng dan Fadel tampil serasi dalam balutan busana pengantin putih, memancarkan kebahagiaan yang tak terhingga. Resepsi pernikahan yang digelar di pelataran Masjid Al Mathar semakin menambah semarak suasana.

Acara ini dihadiri oleh sejumlah tokoh penting, termasuk Bupati Maluku Tenggara H. M. Thaher Hanubun yang bertindak sebagai wali perempuan, Prof. Dr. Ali Mochtar Ngabalin sebagai wali keluarga pria, serta perwakilan dari Pemerintah Daerah Kabupaten Maluku Tenggara dan Kota Tual, anggota DPRD Maluku Tenggara, anggota DPR RI, petinggi TNI dan Polri, tokoh agama, tokoh masyarakat, tokoh adat, dan masyarakat Kei dari berbagai penjuru.

Kehadiran sekitar 1000 anggota Keluarga Besar Front Pemuda Muslim Maluku (FPMM) pimpinan Haji Umar Kei Ohoitenan, S.H. dari Jakarta, semakin mempererat tali persaudaraan antar warga Kei. Pernikahan ini menjadi ajang pertemuan yang istimewa bagi keluarga besar kedua mempelai, para tokoh pemerintahan, legislatif, dan masyarakat.

Dalam sambutannya, Prof. Dr. Ali Mochtar Ngabalin menyampaikan nasehat pernikahan yang berharga kepada Fadel dan Ajeng. Beliau menekankan pentingnya menjaga kehormatan perkawinan sebagai lembaga yang sakral dalam Islam dan adat Kei, Larvul Ngabal. Beliau juga mengingatkan kedua mempelai untuk saling mencintai dan menjaga satu sama lain, serta mengutamakan cinta kepada Allah SWT.

Prof. Ngabalin juga menyampaikan kebanggaannya terhadap potensi ilmiah yang dimiliki oleh putra-putri Kei, dan mengajak mereka untuk terus mengembangkan diri. Beliau membawa semangat tanah Kei, Evav, ke berbagai negara melalui kegiatan akademiknya.

Pernikahan Fadel dan Ajeng dilangsungkan dengan mengikuti prosesi adat Kei dan ajaran Islam. Hal ini menjadi pengingat akan pentingnya melestarikan tradisi perkawinan adat Kei, yang melibatkan keluarga besar dan seluruh masyarakat.

Pernikahan ini bukan hanya menjadi momen bahagia bagi kedua mempelai dan keluarga, tetapi juga menjadi simbol persatuan dan silaturahmi bagi seluruh masyarakat Kei. ** (Rika)