![]()
Bekasi – MCN.com – Rumah Ketua Umum DPP Front Pemuda Muslim Maluku (FPMM) H. Umar Key Ohoitenan, pada Sabtu siang (9/8/2025), tampak ramai didatangi sahabat dan kerabat yang hendak merayakan hari ulang tahun ke-1 putra Umar bernama Hadi Attalasyah Ohoitenan. Ruangan penuh sahabat dan kenalan. Selain untuk mendoakan sang Anak, mereka juga ingin bertemu dan bersilaturahmi dengan sosok Umar.
Umar yang dikenal sangat menyayangi keluarganya, juga tampak gembira merayakan ulang tahun anaknya.Hadi Attalasyah juga terlihat seakan mengerti bahwa dirinya sedang menjadi pusat perhatian.
Para tamu dan undangan yang datang ke komplek Binalindung Bekasi, ikut merasakan dalam kegembiraan bersama Umar Key dan keluarganya. Adapun doa, sambutan singkat dan ucapan terima kasih dari Ibu Berlian Ohoitenan, nyanyi-nyanyi, pertunjukan sulap dan badut. Umar pun sibuk menerima tamu satu demi satu. Pria Kei yang suka senyum ini menyambut kedatangan tamu dan undangan dengan ucapan terima kasih.
Umar adalah sosok yang sangat dekat dengan keluarganya. Di momen itu ia tak dapat menyembunyikan rasa harunya pada sang anak dan undangan yang datang. Bagi Umar memiliki banyak kenalan juga menjadi tanda bahwa dirinya dekat dan peduli dengan banyak orang.
Sebagai sosok yang terpandang dan yang juga merupakan seorang pengusaha, Umar tak pernah jauh dari istri dan anak-anaknya. Sesibuk apa pun, ia selalu menyediakan waktu dan berkomunikasi dengan keluarganya. Umar paham betul keluarga sangat membutuhkan dirinya.
Pada tahun 2007 Umar mendirikan perusahaan PT Dimida Mitra di Jakarta. Umar juga mendirikan Kantor Hukum Umar & Partners dan Yayasan Husain Almunawwarah yang selalu rutin memberi bantuan sosial kepada anak yatim, beasiswa pendidikan S1 dan S2 kepada Pemuda Maluku.
Membangun keluarga muslim yang taat dan selalu harmonis dengan orang lain dalam kehidupan sosial adalah nilai-nilai yang sudah tertanam dalam dirinya sejak kecil oleh kedua orangtua dan keluarganya di kampung halaman, di Kei, Maluku Tenggara.
Umar merupakan anak dari pasangan H. Husein Ohoitenan dan Hj Romlah. Nama sang ibu tercinta ia abadikan pada nama Masjid Ar-Romlah di komplek perumahan Nirvana Bina lindung dan nama sang ayah ia abadikan pada nama yayasan yang ia dirikan untuk membantu sesama. Umar dibesarkan dalam keluarga dengan tradisi agama Islam yang amat kuat. Nilai-nilai disiplin, tanggung jawab, dan komitmen serta konsisten sudah tertanam dalam dirinya sejak dini dan kelak membentuk karakter dirinya. Kultur Kei memang menjadi juga inspirasi hidupnya. Kultur Kei dengan Hukum Larvul Ngabal mengajarkan semangat persaudaraan “Ain Ni Ain” yang mengandung nilai saling menjaga dan memelihara kehidupan satu sama lain.
Sementara soal jalan hidup, nasib, dan takdir, serta rejeki, Umar mengatakan tak bisa menerangkannya. ia hanya bisa yakin bahwa jalan hidup, nasib, dan takdir akan datang kepada pemiliknya. Semua sudah diatur dari atas.
Umar Key Ohoitenan merupakan nama yang tak asing pada masyarakat Jakarta. Pria asal Kei, Maluku Tenggara, ini dikenal sebagai tokoh Maluku yang mampu merangkul anak Maluku di Jabodetabek, juga komunitas-komunitas budaya yang ada di Jabodetabek.
Umar punya kerinduan untuk memajukan kaum muda Maluku lintas agama dengan harapan aktif terlibat membangun Kepulauan Rempah-Rempah itu lebih maju lagi. Maka ia membangun komunikasi, sinergitas, dan berjejaring dengan semua pihak untuk kebaikan bersama.
Ketua Umum Front Pemuda Muslim Maluku ini dikenal dekat dengan siapa saja, mulai dari pejabat hingga orang kecil. Yang ada di pikirannya adalah bagaimana ia bisa membantu orang lain agar lebih baik. Itu pikiran yang paling dasar ada di lubuk hatinya yang terdalam.
Dari isi hatinya yang terdalam itu lahir pelbagai ide, gagasan, dan tindakan untuk memperlihatkan kepedulian dan solidaritas kepada sesama, tanpa pandang bulu dan latar belakang. ia mulai mengembangkan pemikirannya di bidang ekonomi untuk bisa merealisasi keinginan membantu orang lain. Transformasi dirinya dari seorang penjual jasa keamanan menjadi pengusaha dan tokoh muda Maluku peduli Bangsa memperlihatkan dirinya memiliki kualitas sumber daya manusia yang memadai untuk melangkah menjadi pemimpin di masa depan.
Hal itu diakui oleh Bupati Buru Selatan yang baru terpilih, La Hamidi. “ia orang yang baik hati dan terbuka serta sosok inspiratif. ia membantu banyak orang. Banyak anak muda Maluku yang mau seperti dia. ia tokoh muda Maluku yang paling inspiratif, dia komitmen dan konsisten,” tutur Bupati La Hamidi yang datang ke rumah Umar Key bersama pejabat dari Maluku dan Buru Selatan.
Bupati terpilih Kabupaten Buru Selatan periode 2025-2030 itu mengaku mengenal dekat dengan Umar Key dan meminta nasihatnya. “Saya juga terbuka kepada siapa saja. Saya suka berkonsultasi juga dengan Bapak Umar Key, yang punya banyak pengalaman lama hidup di Jakarta. Saya mengajak dan meminta dukungan dari beliau dan teman-teman pengusahanya untuk investasi ke Buru Selatan. Saya tahu Bapak Umar punya jaringan bisnis yang kiranya dapat membantu masyarakat Buru Selatan,” ujar Bupati La Hamidi kepada awak media di Jakarta, Sabtu (9/8/2025).
Kabupaten Buru Selatan dengan Ibukota Namrole merupakan kabupaten hasil pemekaran pada 2009, dengan luas wilayah 3.781 km2, memiliki 6 kecamatan dan 81 desa, serta jumlah penduduk sebanyak 80.288 (data 2024). Mayoritas penduduk beragama Islam (69%), dengan penduduk asli Suku Rana.
Umar selalu mendukung pembangunan di Maluku dan Maluku Utara dan Indonesia pada umumnya. Dia percaya suatu waktu Maluku serta Indonesia akan lebih maju asal saja para pemimpinnya sungguh mencintai rakyatnya, bukan mementingkan diri sendiri. ia berharap ada transformasi dalam kepemimpinan politik di Indonesia yang lebih mengutamakan rakyat, bukan kekuasaan diri dan kesombongan.
Umar juga mengutuk setiap bentuk kekerasan terhadap umat manusia seperti yang terjadi di Gaza, Palestina. Pun, menolak kekerasan terhadap umat beragama dan para pemimpin agama di Indonesia. Bagi Umar, setiap insan manusia tak boleh melupakan Allah yang sedang melihat hidup kita.*(Rika)



More Stories
28 Tahun Reformasi 1998: Demokrasi Tumbuh, Oligarki Menguat, Keadilan Sosial Masih Diperebutkan
Sikap dan Pernyataan Ketua Umum FPMM Umar Kei Terhadap Peristiwa di Maluku Tenggara
LMP dan M1R Kecam Dugaan Penghinaan Profesi Serta Rasisme Oleh Oknum Manajer Kursus Bahasa Inggris di Kelapa Gading