September 29, 2026

Milad ke-45 BKMT: Ketua Umum Syifa Fauzia Dorong Majelis Taklim Berkontribusi Nyata Bagi Umat dan Bangsa

Spread the love

Loading

JAKARTA – Mediacitranusantara.com – Ketua Umum Badan Kontak Majelis Taklim (BKMT), Dr. Hj. Syifa Fauzia, M.Arts, mengajak seluruh jajaran majelis taklim di Indonesia untuk memberikan kontribusi nyata bagi umat dan bangsa. Ia menegaskan BKMT harus menjadi garda terdepan dalam memajukan kehidupan masyarakat.

Pesan tersebut disampaikan Syifa saat menutup Muktamar ke-10 sekaligus Milad ke-45 BKMT di Arena Indonesia, Senayan, Jakarta, Sabtu (26/9/2026). Acara ini dihadiri sekitar 20.000 orang, meliputi para menteri, anggota DPR RI dan DPRD, alim ulama, tokoh agama, tokoh masyarakat, serta pengurus dan anggota majelis taklim dari seluruh pelosok negeri.

Turut hadir antara lain Menteri Koperasi Ferry Juliantono, Menteri Kebudayaan Fadli Zon, serta Wakil Menteri Luar Negeri Annis Matta. Kehadiran para pejabat dan ulama ini membuat Syifa dipenuhi rasa syukur dan kasih sayang.

“Hari ini kita mengenang perjalanan 45 tahun sebuah organisasi. Mari kita bersyukur atas perjuangan para pendiri BKMT,” ucap Syifa dalam sambutannya.

BKMT didirikan oleh Prof. Dr. Hj. Tutty Alawiyah pada 1 Januari 1981 sebagai wadah komunikasi, silaturahmi, pembinaan, dan pemberdayaan majelis taklim serta masyarakat Indonesia. Sejak awal, Hajah Tutty Alawiyah telah melihat potensi luar biasa yang dimiliki ibu-ibu muslim dalam lingkungan majelis taklim.

“Selama 45 tahun, ada ribuan langkah dan pengorbanan yang mungkin tidak tertulis dalam sejarah. Kini BKMT hadir di 35 provinsi di Indonesia, menjaga keutuhan keluarga, serta menyebarkan dakwah hingga ke pelosok tanah air,” lanjutnya.

Sepanjang perjalanan tersebut, BKMT telah menjalin kerja sama dengan berbagai pihak dan turut mendukung perjuangan rakyat Palestina. Namun, Syifa mengingatkan agar keberhasilan yang telah diraih tidak membuat terlena. Tantangan ke depan masih besar, dan banyak pekerjaan rumah yang harus diselesaikan.

“Apa yang telah diperjuangkan para pendiri harus kita pertahankan dan kembangkan demi kemajuan bangsa. Zaman telah berubah. Dakwah tidak lagi hanya dengan berbicara, melainkan dengan menghadirkan kebaikan. Bukan sekadar menyampaikan ilmu, tetapi mewujudkan kebaikan yang Allah berikan kepada kita,” tegasnya.

Syifa juga mengingatkan agar keberadaan BKMT tidak sekadar menjadi pelengkap citra, melainkan benar-benar memberi manfaat bagi masyarakat. “Ketika kita saling membantu, itulah dakwah. Sekecil apa pun pemberian kita yang bermanfaat bagi orang lain, itulah dakwah,” ujarnya.

“Satu ilmu yang kita pelajari hari ini, hendaknya menjadikan kita penggerak di tengah masyarakat. Mari bangkit bangkit dengan ilmu, karya, dan potensi, serta bangkit melalui peran mendidik anak cucu kita,” ajak Syifa.

Ia menekankan pentingnya meneladani proses perjuangan para pendiri, bukan sekadar menikmati hasil keberhasilan. “Kapal besar BKMT ini tidak hanya diarahkan dengan melihat hasil semata, melainkan dengan memahami proses perjuangan yang membentuk kita semua,” tuturnya.

Syifa pun memohon maaf apabila dalam masa kepemimpinannya terdapat perkataan atau tindakan yang kurang berkenan. “Semoga Allah memberi kesempatan untuk terus memperbaiki diri, dan semoga kita semua terus memajukan BKMT,” harapnya.

Apresiasi disampaikan kepada seluruh pengurus pusat yang telah bekerja keras menyukseskan acara ini. “Terima kasih juga kepada Bang Umar Key beserta seluruh tim yang telah terlibat bekerja demi terselenggaranya acara ini,” ucap Syifa.

Tak lupa ia menyampaikan terima kasih mendalam kepada suami dan anak-anaknya yang senantiasa memberi dukungan dan kepercayaan. “Terima kasih kepada semua pihak, kepada para alim ulama dan guru-guru yang selalu mendampingi kita.Tanpa kerja keras Anda semua, saya tak mungkin berada di sini” tutup Syifa dengan haru. **(RN)