Agustus 26, 2026

Keluarga Besar Umar Key & Jamaah Ar-Romlah Rayakan Maulid Nabi, Penuh Kerinduan & Syukur

Spread the love

Loading

BEKASI -Mediacitranusantara.com – Rasa rindu dan cinta kepada Nabi Muhammad SAW menyelimuti peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 H yang jatuh pada Selasa (25/8/2026). Keluarga besar H. Umar Key Ohoitenan beserta jamaah Masjid Ar-Romlah, Nirvana Regency, Binalindung, Bekasi, berkumpul di Aula UK untuk menggelar perayaan penuh kehangatan dan keberkahan.

Acara dihadiri para habaib, ustadz, tokoh masyarakat, serta tokoh pemuda. Dibuka dengan pembacaan ayat-ayat suci Al-Qur’an oleh Drs. H. Husein, suasana khidmat dan penuh keberkahan terasa sejak awal acara.

Dalam tausiah yang disampaikan Ustadz Qosim Matdoan, dikisahkan perjalanan kelahiran dan masa kecil Rasulullah SAW, putra Abdullah bin Abdul Muthalib dan Aminah binti Wahab. Ayah beliau, Abdullah, wafat ketika Nabi masih berada dalam kandungan ibundanya berusia sekitar dua bulan. Setelah lahir, beliau diasuh kakeknya Abdul Muthalib, kemudian disusui dan dibesarkan oleh Halimah Sa’diyah.

Ustadz Qosim mengawali penyampaiannya dengan kerendahan hati: “Saat diminta membawakan tausiah ini, saya tak bisa tidur hingga pagi. Hati saya dipenuhi kerinduan untuk bertemu Rasulullah SAW.” Menurut beliau, itulah hakikat peringatan Maulid Nabi sebuah momen di mana umat Islam mengekspresikan rasa rindu sekaligus rasa syukur atas nikmat iman dan Islam yang dibawa oleh Sang Kekasih.

“Kelahiran Nabi Muhammad SAW adalah turunnya rahmat dan cahaya petunjuk bagi seluruh alam, membawa manusia dari zaman kebodohan menuju jalan yang terang. Kehadiran Rasulullah SAW adalah anugerah terbesar Allah SWT – sebagai rahmatan lil ‘alamin, kasih sayang dan kedamaian bagi seluruh makhluk,” ujar Ustadz Qosim.

Peringatan Maulid Nabi, lanjut beliau, mengingatkan umat untuk meneladani sifat-sifat beliau: jujur, amanah, dan penuh kasih sayang. “Dialah cahaya yang tak pernah padam. Dia datang bukan untuk meninggikan dirinya, melainkan untuk memuliakan manusia. Mari kita sambut kelahirannya dengan bersalawat, sebagai wujud kerinduan kita kepada Beliau,” ajaknya.

Ustadz Qosim menyampaikan keagungan cahaya Rasulullah SAW dengan perumpamaan yang menyentuh hati: “Seluruh makhluk menyerap rahmat Beliau. Matahari bersinar karena menyerap rahmat Rasulullah, bulan bercahaya karena memantulkan cahaya Rasulullah SAW. Konon, saat Beliau berjalan di siang hari, tak ada bayangan di belakangnya karena cahaya Beliau mengalahkan cahaya matahari.”

Momentum kelahiran Nabi juga mengajak umat merenungkan kembali perjuangan Beliau dalam menegakkan nilai-nilai kebenaran. Islam hadir di Nusantara membawa kedamaian dan kemajuan, mengangkat martabat manusia dengan ajaran cinta damai, kejujuran, dan keadilan. Di lingkungan Masjid Ar-Romlah malam itu, kerinduan kepada Sang Nabi terasa begitu nyata di hati setiap jamaah yang hadir. ** (RN)