Agustus 17, 2026

Rayakan Milad Umar Key Ohoitenan Bertepatan HUT RI, Tokoh Maluku Sampaikan Apresiasi dan Doa

Spread the love

Loading

Bekasi – Mediacitranusantara.com – Malam menjelang Hari Kemerdekaan Republik Indonesia ke-81 terasa sangat istimewa. Tanggal 17 Agustus ini sekaligus menjadi hari ulang tahun ke-48 Ketua Umum DPP Front Pemuda Muslim Maluku (FPMM), H. Umar Key Ohoitenan, S.H. Momen berharga ini mengundang sejumlah tokoh Maluku dan “orang basudara” untuk berkumpul di kediaman Umar Key, Bina lindung, Bekasi, guna memanjatkan doa syukur sekaligus mengadakan refleksi kebersamaan.

Hadir dalam pertemuan penuh kehangatan tersebut perwakilan pemerintah Provinsi Maluku, tokoh masyarakat, tokoh adat, organisasi kemasyarakatan Maluku se-Jabodetabek, serta tokoh agama. Turut hadir pula sahabat-sahabat dekat, antara lain Daud Kei, Mochtar, Ali Panser, dan Paskalis.

Tepat pukul 24.00 WIB memasuki tanggal 17 Agustus 2026, acara dibuka dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an oleh Ustadz Husein Fakoubun. Rangkaian acara dilanjutkan dengan penyampaian testimoni dan kesan dari Ketua Ormas Kabau Samasuru, perwakilan Keluarga Besar Walimo-Laimo, serta Keluarga Liang.

Pada kesempatan itu, Umar Key menyampaikan keinginannya untuk mendengar kritik dan saran yang membangun, baik bagi dirinya secara pribadi maupun dalam menjalankan amanah sebagai pemimpin FPMM  sebagai bahan koreksi dan pijakan melangkah ke depan.

Daud Kei, tokoh yang lebih senior, menyampaikan bahwa salah satu kelebihan utama Umar Key adalah sikap penghormatannya kepada sesama, terutama kepada yang lebih tua. Sikap itu berakar pada keimanan Islam sekaligus nilai-nilai luhur budaya adat Kei yang dihayatinya sejak dini.

Menurut Daud, keberhasilan Umar Key saat ini bukanlah sesuatu yang instan, melainkan hasil perjuangan panjang. Dikisahkan, saat bekerja sebagai penagih utang, Umar justru mengutamakan pendekatan diplomatis dan penyelesaian yang baik-baik. Ia selalu berupaya menciptakan solusi yang menguntungkan kedua belah pihak. Jiwa demokrasi dan persaudaraan senantiasa melekat dalam dirinya.

“Umar adalah sosok yang baik hati, peduli pada sesama, dan berlaku adil. Ketokohannya kini telah diakui secara nasional. Di Jabodetabek, Umar menjadi pemersatu orang Maluku dan saudara-saudara Indonesia Timur. Saat ini, jika ada orang Maluku yang kesulitan di Jakarta, mereka pasti datang kepada Umar Key dan pasti dibantu,” tutur Daud Kei.

Sementara itu, Ali Panser mewakili Keluarga Besar Kailolo menyampaikan bahwa Umar Key senantiasa menghayati semangat hidup “orang basudara”  bahwa setiap persoalan seyogyanya diselesaikan dengan kebaikan, karena kita semua adalah bersaudara.

Dalam refleksinya, Ketua Umum DPP Ukuana Ama Riang, Liang, Yasir Samoal, mengajak seluruh warga Maluku di Jakarta untuk terus berbuat kebaikan dan memberi manfaat bagi lingkungan tempat tinggal.

Arman dari Keluarga Besar Aru turut bercerita bahwa Umar Key telah lama menjadi tempat berteduh dan berkeluh kesah bagi orang Maluku di Ibu Kota. Kepeduliannya yang tulus kepada sesama, terutama saudara-saudara dari Indonesia Timur, membuat namanya begitu lekat di hati mereka.

Ketua Ormas Kabau Samasuru pun menyampaikan apresiasi atas kedekatan Umar Key dengan generasi muda Kabau. “Abang Umar sangat dekat dengan kami. Doa tulus kami senantiasa teruntuk Abang,” ucapnya.

Ia menilai Umar Key kini telah menjadi tokoh muda Maluku yang namanya melejit secara nasional, terutama melalui aksi-aksi kemanusiaannya yang nyata.

Di usianya yang ke-48, terselip perjalanan hidup yang tak mudah. Umar lahir di Kei dalam keluarga sederhana. Sejak kecil ia terbiasa membantu di kebun dan tekun mengaji. Saat duduk bangku SMP, ia bertekad bekerja, lalu merantau hingga ke Sorong, Papua. Apa saja dikerjakan demi mengumpulkan bekal, hingga akhirnya melangkah ke Jakarta. Di Ibu Kota, Umar pernah menjadi sopir sebelum bekerja sebagai penagih utang profesi yang justru ia jalani dengan penuh kehormatan dan diplomasi.

Pikiran yang senantiasa positif mengantarkan Umar melangkah dengan tenang. Usahanya berkembang, dan ia pun tak berhenti belajar hingga meraih gelar Sarjana Hukum. Di balik segala perjuangannya, terselip doa dan nasihat mendiang ibunda tercinta, Ar-Romlah, yang selalu menjadi sumber inspirasi. Dukungan penuh dari istri dan anak-anak menjadi penyemangat hidupnya. Tak kalah penting, Umar Key adalah pribadi yang tak pernah melupakan ibadah dan senantiasa meletakkan Allah SWT di atas segalanya. Itulah kekuatan yang menggerakkan setiap langkahnya, dari masa lalu hingga hari ini. **(RN)