![]()
Bekasi – Mediacitranusantara.com – Suasana penuh haru menyelimuti kediaman Ketua Umum Front Pemuda Muslim Maluku (FPMM) Haji Umar Key Ohoitenan di komplek Bina lindung, Jatiwaringin, Kota Bekasi, pada Sabtu (21/3/2026) tepatnya Idul Fitri 1 Syawal 1447 Hijriah. Pada momen tersebut, sesama saudara Kristiani Maluku di Jabodetabek hadir memberikan ucapan selamat, dipimpin oleh Pendeta Derek Musa Hukubun.
Mereka menyapa dan menjabat tangan Umar beserta keluarga, sekaligus mengucapkan mohon maaf lahir dan batin. Kegiatan salaman tersebut diiringi alunan lagu “Gandong, Ale Rasa Beta Rasa”.
Pada kesempatan tersebut, Pendeta Hukubun mengalungkan kain “Salempang” berwarna biru yang bertuliskan “Ain Ni Ain” – pepatah bahasa Kei yang bermakna saling menjaga dan merasa memiliki sebagai satu saudara. Selain itu, juga diserahkan sebuah pin dengan tulisan yang sama.
Saat proses pengalungan kain dan pelukan antara kedua tokoh berlangsung, Umar tak kuasa menahan air mata. Para istri dan keluarga serta Pendeta Hukubun juga turut merasakan emosi yang sama, dengan lagu “Beta Salam Ale Serani” memenuhi ruangan.
Umar Key menyampaikan bahwa “Ain Ni Ain” bukan sekadar kata-kata, melainkan perasaan terdalam yang menyatukan sesama anak Maluku karena berasal dari satu keturunan, darah, dan saudara. Kedua tokoh tersebut teringat akan leluhur yang telah menanamkan nilai cinta dan persaudaraan yang melintasi perbedaan agama dan kedudukan.
Sebagai tokoh muda Maluku berpengaruh, Umar dikenal baik hati, peduli lingkungan dan sesama anak Maluku, serta aktif dalam mendamaikan kelompok yang bertikai. Ia juga memberikan berbagai bantuan sosial dan beasiswa pendidikan tanpa pamrih, nilai yang diwariskan dari orangtuanya. Umar berharap hal ini dapat membantu mengatasi kemiskinan dan membangun daerah Maluku serta Maluku Utara.
Pendeta Hukubun mengaku terinspirasi dengan kerja sosial Umar dalam menyatukan masyarakat Maluku. Menurutnya, masyarakat Maluku sejak dulu telah hidup dengan toleransi, sehingga perbedaan agama dan golongan bukanlah masalah. Pertemuan antar sesama anak Maluku di tanah perantauan sangat penting untuk membangun daerah asal, dan segala salah paham dapat diatasi dengan kesadaran akan hubungan kekeluargaan yang erat.
“Kita ini satu keluarga besar, satu sayang lain, tak usah konflik, tahan emosi, ada masalah duduk bicara baik-baik, semua masalah akan selesai. Kita hidup dalam semangat persaudaraan Ain Ni Ain, Ale Rasa Beta Rasa, Kita semua satu gandong,” tutup Umar sambil mengucapkan terima kasih kepada semua yang Hadir **(RN)



More Stories
Sikap dan Pernyataan Ketua Umum FPMM Umar Kei Terhadap Peristiwa di Maluku Tenggara
LMP dan M1R Kecam Dugaan Penghinaan Profesi Serta Rasisme Oleh Oknum Manajer Kursus Bahasa Inggris di Kelapa Gading
Perkuat Silaturahmi, FBR Korwil Jakarta Pusat Gelar Halal Bi Halal Bersama Heri Kustanto, S. H