![]()
Bekasi – Mediacitranusantara.com – Keluarga Besar Front Pemuda Muslim Maluku (FPMM) mengisi malam pergantian tahun 2025-2026 dengan kegiatan Doa, Dzikir, dan Refleksi di Masjid Ar-Romlah, Binalindung, Pondok Gede, Kota Bekasi, Rabu (31/12/2025). Kegiatan bertujuan untuk silaturahmi internal dan menyambut tahun baru dengan evaluasi diri dalam melangkah ke depan.
Acara dihadiri oleh para pembina DPP FPMM, Ketua DPW dan DPD se-Indonesia, undangan dari RT-RW dan kepolisian wilayah Pondok Gede, serta sesepuh FPMM, ustadz, habib, dan anggota dari DKI Jakarta, Bekasi, Jakarta Timur, Jakarta Barat, dan Panglima Laskar FPMM.
Dalam arahannya, Ketua Umum DPP FPMM H. Umar Key Ohoitenan, S.H, mengajak seluruh anggota untuk bersyukur atas rahmat Tuhan di tahun 2025 dan melakukan evaluasi terhadap perjalanan organisasi. Ia menjelaskan bahwa sejak berdiri pada 2010, FPMM memiliki anggota dari berbagai agama (Islam, Katolik, Kristen) dan suku, mencerminkan karakter inklusif sebagai “Indonesia mini” yang memperkuat ikatan persaudaraan antar orang Maluku dan Maluku Utara. Pada malam yang sama, Umar juga mengajak seluruh hadirin untuk mendoakan istri beliau, Sri Rahayu (Ibu Ayu), yang merayakan ulang tahun ke-45.
Acara dibuka dengan doa oleh Ustadz Kosim Matdoan (Dewan Pembina FPMM), yang menyampaikan terima kasih atas kebersamaan dan menyatakan tahun 2025 sebagai pengalaman berharga. Menurutnya, hal-hal yang belum terkabulkan perlu dihayati sebagai bentuk pembinaan Tuhan, dengan pesan agar FPMM tetap bersatu hati dan niat demi kemajuan bersama. “Kebersamaan selalu membawa keberkahan. Semoga tahun 2026 menjadi tahun berkah bagi kaum muslim dan muslimat,” ucapnya.
Sekjen DPP FPMM H. Mansyur Husen, S.H, menyampaikan rasa syukur karena FPMM tetap kokoh meskipun menghadapi tantangan dan kegagalan pada 2025. Ia mengakui kekurangan dalam menjalankan organisasi dan menyatakan bahwa FPMM terus mengembangkan jangkauan ke berbagai provinsi dengan kegiatan yang mendapat simpati masyarakat.
Mantan anggota DPRD Maluku Tenggara Abas Hanubun menyebut pencapaian FPMM sebagai luar biasa dan mendorong organisasi untuk mempercepat ekspansi nasional. Ia menyarankan tahun 2026 menjadi tahun konsolidasi internal dengan target keberadaan di minimal 50 persen provinsi di Indonesia.
Sebagai penasehat rohani FPMM, Habib Rifky Al Hamid mengajak untuk menjadikan malam itu sebagai waktu introspeksi diri sebelum menilai orang lain. Ia juga menekankan pentingnya evaluasi kegiatan dan eksekusi rencana tahun baru, serta memberikan lima rumus sukses hidup: hati yang tulus, rajin beribadah, hidup lurus, serius dalam bertindak, dan senantiasa bertaubat.
Berbagai pesan dan kesan dari Ketua DPD dan DPW yang hadir juga menunjukkan tanggapan positif terhadap FPMM, yang dianggap telah mempererat persaudaraan dengan dasar kemanusiaan yang kuat. Mereka mendorong organisasi untuk terus melangkah dengan program yang memiliki kontribusi sosial yang terbukti.
Setelah sesi evaluasi, acara dilanjutkan dengan makan bersama yang menyajikan berbagai hidangan, termasuk ikan yang didatangkan langsung dari Kei, jagung bakar, sosis, ayam, cumi, sate kambing, bakso, dan umbi-umbian. Di tengah kegembiraan, seluruh hadirin juga mendoakan korban bencana banjir bandang di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat, serta memberikan bantuan konkrit melalui Ketua Umum dan Keluarga Besar FPMM. Malam pergantian tahun ditutup dengan hiburan saweran dari Ketua Umum FPMM.



More Stories
28 Tahun Reformasi 1998: Demokrasi Tumbuh, Oligarki Menguat, Keadilan Sosial Masih Diperebutkan
Sikap dan Pernyataan Ketua Umum FPMM Umar Kei Terhadap Peristiwa di Maluku Tenggara
LMP dan M1R Kecam Dugaan Penghinaan Profesi Serta Rasisme Oleh Oknum Manajer Kursus Bahasa Inggris di Kelapa Gading