Mei 2, 2026

Hidupkan Toleransi Anggota Laskar FPMM Turut Jaga Gereja di Malam Natal, Ketum Umar Kei Ohoitenan Ucap Selamat Natal Bagi Umat Kristiani

Spread the love

Loading

Jakarta – Mediacitranusantara.com – Pengamanan Malam Natal di Jabodetabek dan beberapa daerah lain di Indonesia tidak hanya dilakukan oleh TNI-Polri. Partisipasi Front Pemuda Muslim Maluku (FPMM) dalam menjaga ketertiban dan keamanan (Kamtibmas) memperlihatkan kualitas toleransi yang tumbuh subur dan positif di masyarakat.

Pada Rabu (24/12/2025), sejumlah anggota Laskar FPMM tampak hadir di depan Gereja Katedral Jakarta dengan mengenakan atribut ormasnya. Mereka membantu TNI-Polri memberikan rasa aman bagi umat Katolik yang mengikuti Misa Malam Natal pertama pukul 17.00 WIB dan kedua pukul 21.00 WIB. Perayaan berlangsung hikmat dan aman dengan suasana yang dipercantik lilin-lilin dan lagu “Malam Kudus”.

Menurut Sekjen DPP FPMM, H. Mansyur Husen, S.H, partisipasi dalam pengamanan gereja merupakan program rutin ormas ini setiap Natal dan Tahun Baru. Di Gereja Katedral Jakarta, pengamanan dipimpin langsung Ketua Laskar DPP FPMM, Ismail Tuasamu, dengan sebanyak 100 anggota yang diterjunkan.

Ketua Umum DPP FPMM, H. Umar Kei Ohoitenan, S.H, mengimbau seluruh pengurus dan anggota untuk berpartisipasi menjaga keamanan gereja-gereja di wilayah masing-masing. Malam itu, ia juga meninjau kegiatan pengamanan dan menyampaikan ucapan selamat Natal kepada seluruh umat Kristiani, sekaligus menyalami anggota FPMM yang beragama Katolik.

Partisipasi FPMM tidak hanya di Jabodetabek, tetapi juga menjangkau daerah seperti Ternate, Ambon, dan Tual. Koordinator Pengamanan Malam Natal, H. Opal Ohoitenan, menyampaikan bahwa semua gereja yang dijaga—antara lain Gereja Santo Bartolomeus (Bekasi), Gereja Efata (Jakarta Selatan), Gereja GPIB Jatipon (Jati Bening Baru), serta beberapa gereja di Cibinong, Bogor, Banten, Ambon, dan Kei—terpantau aman dan lancar. Ia juga menyampaikan ucapan selamat Natal bagi seluruh umat Kristiani di Indonesia.

FPMM dikenal sebagai organisasi yang inklusif, dengan anggota dari berbagai agama seperti Islam, Katolik, Kristen, Hindu, dan Buddha. Pembina Perempuan DPP FPMM, Atty Ohoitenan, menjelaskan bahwa toleransi antar umat beragama berakar pada nilai persaudaraan dalam budaya orang Maluku yang diturunkan dari leluhur, dan terus dihidupkan bahkan di perantauan untuk kehidupan berdampingan yang rukun.

“Ini bagian dari toleransi. DPP FPMM fokus pada Gereja Katedral karena di sini umat yang hadir begitu banyak, termasuk pejabat pemerintah yang beragama Katolik,” ujar Sekjen Husen. Sementara itu, Panglima Laskar DPP FPMM Ismail Tuasamu menegaskan, “Kami ada untuk menjaga Kamtibmas, menjaga kerukunan dan perdamaian, kami jaga saudara-saudara kami yang sedang beribadah, karena kita bersaudara.”  ** (Rika)