April 19, 2026

Salurkan Bantuan Sosial ke Lapas Kelas 1 Cipinang, Bendum FPMM Opal Ohoitenan: Budaya Peduli Sesama Terus Dihidupkan

Spread the love

Loading

Jakarta – MCN.com – Budaya peduli pada sesama dalam masyarakat Indonesia telah diketahui masyarakat global sebagai budaya bangsa Indonesia yang telah berkembang ratusan tahun di negeri ini.

Peduli sosial itu tak hanya terlihat pada saat terjadi suatu bencana alam atau korban kebakaran, melainkan terekspresi dalam sikap sosial kepada sesama yang sedang mengalami kesulitan hidup.

Sesama saudara yang sedang mendekam di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) tak luput dari sasaran pemberian bantuan sosial itu. Ada spiritualitas religius yang mendasari tindakan sosial ini, bahwa berbuat kebaikan kepada sesama merupakan perintah Tuhan sendiri.

Umat beragama di Indonesia terbiasa membangun solidaritas seperti ini, bukan hanya terhadap sesama di dalam negeri, tetapi juga terhadap mereka yang di luar negeri, baik dilakukan oleh negara, masyarakat, kelompok, maupun individu.

Tak keliru bila keluarga besar Front Pemuda Muslim Maluku (FPMM) juga memiliki misi kepedulian sosial seperti ini terhadap komunitas Lapas Kelas 1 Cipinang, Jakarta Timur.

Pada Minggu (27/4/2025), pemberian bantuan sosial dari Ketua Umum FPMM Umar Kei Ohoitenan, S.H, itu diserahkan oleh Bendahara Umum FPMM Opal Ohoitenan dan diterima Wahid Wibowo. Bantuan berupa sembako supermi 200 karton, air mineral 200 kardus, kipas angin 8 buah dan telur 200 rak. Ini bukan kali pertama Ketua FPMM menggelar bantuan sosial.

Saat menerima bantuan, Wahid Wibowo tak lupa haturkan terima kasih kepada FPMM. Wahid mengatakan, warga Lapas Cipinang masih terus menerima kepedulian sosial dari masyarakat di Jakarta, baik secara perorangan maupun kelompok. Hal itu sangat menguatkan hati warga binaan lapas, bahwa mereka tidak sendirian atau disingkirkan oleh masyarakat.

Sementara itu, Opal Ohoitenan yang mewakili Ketua Umum FPMM, mengatakan, pemberian bantuan seperti ini semata-mata lahir dari rasa kemanusiaan Umar Kei Ohoitenan dan keluarga besar FPMM.

“Organisasi kami didirikan atas dasar iman kepada Allah, sehingga wajib melakukan kebaikan-kebaikan kepada sesama sesuai perintah Allah dan Nabi Muhammad SAW. Dengan demikian, kehadiran FPMM sebagai suatu organisasi massa harus bisa berkontribusi positif kepada masyarakat, apa pun bentuk bantuan dan kontribusi itu,” ujar Opal Ohoitenan di Lapas Cipinang, Jakarta.

Opal menambahkan, sudah menjadi komitmen Ketua Umum FPMM Umar Kei Ohoitenan agar FPMM memperlihatkan jiwa peduli sosial kepada sesama manusia, terlepas dia berlayar belakang apa pun.

Sejak FPMM berdiri, misi kemanusiaan seperti peduli sosial sudah melekat dalam diri keluarga besar FPMM.

Dalam pelbagai kesempatan, Umar Kei Ohoitenan menegaskan bahwa tak ada gunanya seseorang memiliki harta yang banyak tetapi tak punya kepedulian terhadap sesama yang membutuhkan atau menderita. Sebaliknya, Umar yakin bahwa semakin banyak perhatian kepada sesama, semakin banyak rahmat Allah yang mengalir kepada kita.

Dengan kepedulian dari masyarakat, kawa Wahid Wibowo, warga Lapas Cipinang merasakan cinta dan perhatian dan masyarakat sehingga secara spiritual dan psikologis mereka melakukan perubahan diri ke arah pribadi yang lebih baik lagi.

Dia berharap, budaya peduli sosial ini tak dilupakan masyarakat Indonesia dalam membangun bangsa dan negara. ** (Rika)