![]()
Jakarta – MCN.com – Sekelompok Ibu-Ibu senior terlihat tengah berlatih angklung di Plaza City, Jatinegara, Jakarta Timur, Jumat (13/9/2024). Jumlah mereka 17 orang. Instrumen musik tradisional itu mereka pegang dengan sikap tegak dan mata yang diarahkan ke instruktur.
Angklung pun dimainkan dan mengalun sejumlah lagu tradisional. Satu demi satu lagu diselesaikan. Setelah itu, mereka tersenyum karena hati mereka gembira. Mereka senang dan tenang. Itulah moto mereka.
Itu sepenggal aktivitas latihan angklung dalam kelompok yang menamakan dirinya Mahira Batavia. Kelompok ini terdiri dari Ibu-Ibu senior, yang rata-rata berprofesi sebagai ibu rumah tangga. Sebelum berkumpul dan berlatih, urusan rumah tangga di rumah sudah mereka bereskan.
Mahira Batavia Angklung sesungguhnya lahir dari kesenangan para ibu-ibu itu pada musik, baik mendengar musik maupun bernyanyi. Kesamaan hobi itu ternyata bisa mengumpulkan mereka satu sama lain, yang pada gilirannya mendorong mereka membentuk kelompok angklung yang lebih profesional.
Menurut Ketua Mahira Batavia, Hajah Nani, kelompok angklung ini baru berusia 1,5 tahun. Sebelumnya Mahira Batavia dipimpin Ibu Umi Kalsum. Sayang, Tuhan telah memanggilnya. Sepeninggal Umi Kalsum, Mahira Batavia dipegang Hajah Nani. Di tangan Nani, Mahira Batavia makin berkembang. Mereka makin sering diundang tampil di mall.
Sesungguhnya jumlah anggota mereka yang terdaftar resmi ada sekitar 30 orang. Namun tidak semua bisa hadir saat latihan dan perform. Maklum, ini kelompok yang beranggotakan Ibu-Ibu rumah tangga dengan segudang tanggung jawab di rumah masing-masing.
Menurut Hajah Nani, dalam sebulan mereka berlatih dua kali. Kadang tiga kali, sesuai kebutuhan. Instruktur mereka adalah Mugi Pangestu. Lamanya latihan bisa disesuaikan dengan agenda, misalnya saat ada undangan, maka waktu latihan bisa lebih lama agak semakin mantap saat pentas.
Hajah Nani mengatakan angklung adalah musik tradisional dari Jawa Barat dan mereka sudah mengenal dan mempelajarinya dengan didampingi instruktur. Bagaimana para ibu senior itu berlatih, Nani mengatakan, “Di sini, peran daya ingat kita sangat penting. Tentu ini baik sekali untuk kami para ibu senior, yaitu berlatih dengan daya ingat, supaya dengan angklung kita senang, kita tenang, dan kita kenyang,” ucap Nani tersenyum.
Ketika memainkan alat angklung, hati Ibu-Ibu Mahira Batavia menjadi senang dan tenang. “Sehabis latihan atau performa, ketika sampai di rumah dan bertemu suami dan anak, kami membagikan rasa senang itu kepada mereka sehingga kesenangan itu juga menjadi kesenangan keluarga kami,” tutur Nani.
Minimal sebulan sekali Mahira Batavia tampil di mall di Jakarta. Mereka memainkan lagu-lagu tradisional dari daerah-daerah di seluruh Indonesia. Pada dasarnya mereka juga memainkan genre musik yang lain sesuai permintaan dan konteks pentas mereka.
Tak salah lagi, bila lagu-lagu tradisional itu terus dihidupkan demi sosialisasi kebudayaan kepada masyarakat, terutama generasi muda Indonesia saat ini. Mahira Batavia ada dalam misi itu juga. Mereka tak sekadar memainkan instrumen angklung, tetapi musik itu ikut membuat hati mereka merasa gembira dan penonton pun merasakan hal yang sama. Tak terasa lewat angklung mereka telah mempersatukan perasaan banyak orang pada cinta Tanah Air dan ketenangan diri.
Menurut Hajah Nani, setiap orang ingin hidup dengan hati yang senang, tenang, dan “kenyang”. Angklung membantu kita menggapai kebutuhan itu. Hebatnya, Nanti dan Ibu-Ibu lainnya tetap ingin memberi kontribusi kepada masyarakat lewat permainan angklung yang merdu.
Nanti mengatakan, sekalipun mereka sibuk dengan urusan rumah, tapi keinginan untuk berbuat baik bagi masyarakat lewat pentas angklung selalu terpatri di hati mereka.
Menurut Ganjar Setiawan, yang hari itu memberi latihan kepada mereka karena instruktur utama Mugi Pangestu sedang berada di luar negeri, dengan terbiasa latihan secara teratur maka ketrampilan dan kemampuan bermain angklung sudah dimiliki para ibu Mahira Batavia.
Dia bangga bahwa para anggota Mahira Batavia memiliki motivasi yang kuat dalam bermusik dan perform. Generasi muda patut belajar dari mereka. Nilai-nilai kehidupan seperti kerja sama, disiplin, peduli sosial, perasaan gembira dan tenang dalam batin, itulah yang menguatkan tiap-tiap orang, saat ini. Dan, pada Mahira Batavia, Nani cs menemukan kesenangan dan keterangan batin itu. **(Rika)



More Stories
Sidang Isbat Penetapan 1 Syawal 1447 H Di Gelar Kemenag RI
Sidang Isbat, Pemerintah Tetapkan Idul Fitri 1447 H/2026 Jatuh Pada 21 Maret, Siapkan Dukungan Penuh Untuk Masyarakat
Kemenag Resmi Tetapkan 19 Februari 2026 Sebagai Awal Ramadan 1447 H