![]()
Jakarta – MCN.com – Ketua Timur Indonesia Bersatu (TIB) Andreas Parapaga Layanan menerima Atlit Hapkido Papua Barat dalam rangka lebih mematangkan diri menuju pesta pekan olahraga nasional PON XXI Aceh-Sumut.
Walau dengan fasilitas sarana dan prasarana minim dan terbatas, namun para atlet Hapkido dari Papua Barat, ini tetap semangat dan optimis melakukan yang terbaik dan mempersembahkan medali bagi daerah Merauke.
Bertempat di Teras Mangga, Kebon Jeruk, Jakarta Barat, Sabtu (13/7/2024), Andreas Parapaga Layanan mengatakan, hal yang terpenting saat ini, selain para atlet terus berlatih keras, mereka harus menjaga stamina mereka dengan pola makan yang bergizi dan teratur serta pola istirahat.
Hapkido merupakan salah satu olahraga bela diri yang berasal dari Korea di samping Taekwondo. Hapkido bergerak berdasarkan prinsip lingkaran yang memanfaatkan kekuatan lawan. Teknik-teknik dalam Hapkido antara lain meliputi pukulan, tendangan, kuncian, bantingan, jurus, serta latihan senjata.
Andreas optimis, atlet Hapkido dari Papua Barat dan Merauke akan memperlihatkan ketangguhan mereka saat bertanding melawan sesama atlet dari provinsi lain di Indonesia.
Kepada para atlet, Andreas lebih banyak memberi motivasi dan dorongan kepercayaan diri bahwa mereka tidak akan sia-sia berjuang merebut medali demi kebanggaan sebagai warga Merauke.
Menurut pelatih Hapkido Papua, Murdani, cabang olahraga Hapkido baru berkembang di Papua Barat sejak 2022. Ternyata olahraga ini disukai masyarakat. Lewat pelatnas, tim Hapkido Papua Barat berhasil ke PON XXI Aceh-Sumatera Utara.
PON XXI Aceh-Sumut akan memperlihatkan kemampuan para olahragawan dari daerah-daerah dalam cabang olahraga yang mereka ikut serta.
Kehadiran kontingen dari Papua selalu menarik perhatian masyarakat karena atlet Papua sering tampil memukau dan memecahkan rekor. Kelincahan dn kekuatan fisik yang mereka miliki menjadi modal dasar untuk berkompetisi merebut medali.
Mencermati perkembangan olahraga di Papua, Andreas menyadari pentingnya penyediaan fasilitas yang memadai agar atlet bisa berlatih pada jalur yang tepat. Beberapa fasilitas yang pernah dibangun pemerintah Indonesia di bawah Presiden Joko Widodo bisa digunakan dengan maksimal, walau akhir-akhir ini sarana tersebut tak dikelola dengan baik lagi seusai PON Papua.
Hal lain yang disoroti Andreas adalah persoalan jaminan hidup seorang atlet terutama setelah nanti dia pensiun. Jaminan masa depan yang pasti dengan sendirinya mendorong seorang atlet untuk bertahan lama dalam mengembangkan dirinya pada cabang olahraga yang ditekuninya.
Justru Andreas melihat bahwa pada sisi ini, atlet-atlet di Papua masih harus berjuang keras karena tak kecil tantangan yang mereka alami.
Andreas menceriterakan, ada beberapa atlet terbaik justru mengundurkan diri karena merasa tidak punya jaminan masa depan. “Uang makan dan biaya lain, mereka masih minta ke orang tua, padahal mereka berjuang untuk nama baik daerah, sudah selayaknya daerah menyediakan semua fasilitas dan jaminan agar mereka hanya fokus ada prestasi,” ujar Andreas.
Dia mengatakan, Papua dan Indonesia bagian timur pada umumnya adalah gudang atlet terbaik bagi negeri ini. Kekurangannya hanya pada faktor ketersediaan fasilitas dan jaminan masa depan mereka dan perhatian pemerintah.
Andreas bertekad, Timur Indonesia Bersatu (TIB) dapat ambil bagian dalam memajukan olahraga dalam masyarakat. Ia mencoba menggalang jaringan untuk peduli pada dunia olahraga di Tanah Papua.
Tetapi menurut Andreas, perjuangan dan idealisme demi kebaikan atlet Papua bisa diwujudkan bila dirinya masuk dalam struktural pemerintahan di Merauke. Dia pun mengajukan diri dalam Pilkada Merauke 2024 ini.
Walau belum memadai dan terbatas, namun Andreas tetap optimis akan masa depan dunia olahraga di Papua. Kekuatan fisik dan terutama dari segi anatomi fisik yang sudah terbaru secara alamiah ini perlu didukung dengan makanan yang bergizi dan jaminan masa depan mereka.
Murdani dan Wendidit berharap mereka dapat meraih hasil di PON XXI nanti sehingga mereka akan mengembangkan cabang olahraga di sekolah-sekolah. Hapkido baru hadir di Papua Barat sejak 2022. Namun, tanda-tanda kemajuannya sudah terasa. Berselang 2 tahun saja mereka sudah masuk pada level PON.
**(Rika)



More Stories
Raih Juara II Festival Pacu Jalur Nasional 2026, Prajurit Lanal Dumai Kembali Harumkan Nama TNI AL
Hadiri Rapat Pansus DPRD DKI, Umar Key Siap Bantu Lunasi Hutang PT BMS, Ketua Jupiter Apresiasi Itikad Baik
Semarak Kemerdekaan di Negeri Tirai Bambu, Musik & Tarian Indonesia Timur Curi Perhatian Warga Beijing