Agustus 15, 2026

Cabang Olahraga Teqball Siap Ramaikan PON XXI, Sekjen INA TEQ Susan Soebekti Ajak Generasi Milenial Menggemarinya

Spread the love

Loading

Jakarta – MCN.com – PON XXI 2024 Aceh-Sumut menjadi ajang penting olahraga di Tanah Air. Tinggal dua bulan lagi, ajang olahraga tingkat nasional itu akan digelar di dua provinsi.

Selain dipertandingkan cabang-cabang olahraga yang sudah umum dikenal, pada PON ini juga akan ada pertandingan eksibisi pada cabang olahraga yang baru, yang telah diterima oleh KONI Pusat. Salah satunya, Teqball.

Dalam Rapat Kerja Nasional KONI 2024 di Hotel Pullman, Jakarta, cabang olahraga Teqball resmi diterima KONI. Karena itu, pada PON XXI Aceh-Sumut, cabang Taqball akan dipertandingkan dalam ekshibisi.

Sekretaris Jenderal INA TEQ Susan Soebekti menyambut gembira keputusan KONI tersebut. “Kami sangat gembira karena hari ini kita bisa diterima sebagai anggota KONI. KONI akan mendukung kami untuk terus mengembangkan olahraga Teqball di Indonesia. Olahraga ini dimainkan dengan menggunakan meja seperti meja pingpong tapi ujung-ujungnya melengkung, dengan bola. Biasanya mantan atlet sepak bola atau mantan atlet takraw yang mereka lebih mudah untuk melakukan olahraga takedown ini,” jelas Susan kepada awak media di Jakarta.

Namun demikian, Susan mengatakan akan membina atlet-atlet muda untuk eksplore, dan ini sudah berjalan beberapa tahun. Pada SEA Games 2023 di Vietnam INA TEQ ikut ekshibisi dan memperoleh medali perak. Nanti pada SEA Games mendatang baru akan dipertandingkan secara resmi.

Lalu, apa itu cabang olahraga Teqball? Tentu saja nama ini masih asing bagi sebagian besar masyarakat. Namun, sesungguhnya cabang olahraga Teqball ini bentuk dan sistem permainannya tak jauh-jauh dari tenis meja, takraw, dan sepak bola. Taqball merupakan kombinasi dari tenis meja dan sepak bola.

Dimainkan seperti tenis meja, bisa tunggal, ganda, atau ganda campuran. Tapi, bisa juga satu lawan satu (tunggal), dua lawan dua (ganda), dan tiga lawan tiga.

Para pemain teqball harus memantulkan bola dengan berbagai bagian tubuh mereka, terutama kepala, kaki, dada, dan bahu, ke sisi lawan tanpa membiarkan bola jatuh ke dalam wilayah permainan sendiri.

Bila di tenis meja, meja berbentuk datar, ada teqball meja berbentuk melengkung.

Adapun bola yang digunakan berukuran bola sepak dan dimainkan dengan kaki dan kepala. Pemain harus memiliki keterampilan mengolah bola, berkonsentrasi tinggi, dan kompak.

Olahraga Teqball ditemukan 3 orang Hungaria, yakni Gabor Borsanyi, Gyorgy Gattyan, dan Viktor Huszar pada 2014. Mereka sesungguhnya menggemari sepak bola, lalu mengkombinasi permainan itu dengan unsur tenis meja. Jadilah teqball. Tentu saja, jenis olahraga teqball digemari anak muda, milenial.

Pada SEA Games 2023 di Vietnam, cabang ini sudah mulai dipertandingkan walau masih dalam ekshibisi. Indonesia pulang dengan medali perak.

Pengurus Pusat Indonesia Teqball (PP InaTeq) pun akhirnya dibentuk karena olahraga ini digemari masyarakat, dan sudah dipertandingkan pada Asian Beach Games China 2020 dan Olimpiade Paris 2024.

“Tentu dengan diterimanya cabang olahraga ini oleh KONI maka kita bisa lebih mantap lagi untuk mempersiapkan diri dan mematangkan cabang olahraga ini. Dengan dukungan KONI Pusat kita berharap KONI Daerah akan lebih mudah mengembangkan dan memasyarakatkan cabang olahraga Teqball ini di daerah-daerah, di Indonesia,” tutur sang Sekjen.

Olahraga Teqball memang cocok untuk anak-anak muda milenial. “Maka kami berharap makin banyak anak muda milenial yang mau ikut di olahraga ini dan menekuninya untuk Merah Putih,” pungkas Susan Soebekti. * (Rika)