Juni 18, 2026

GERAKAN NASIONAL BULAN CINTA LAUT, LANGKAH BERMAKNA IKUT SERTA ATASI PERUBAHAN IKLIM

Spread the love

Loading

JAKARTA – MCN.com -ndonesia berkomitmen mengurangi pencemaran sampah plastik di laut dengan target pengurangan sebesar 70% pada 2025, sesuai Perpres No. 83 Tahun 2018 tentang Penanganan Sampah Laut.

Guna mewujudkan hal itu, Gerakan Nasional Bulan Cinta Laut (Gernas BCL) menjadi langkah terobosan Kementerian Kelautan dan Perikanan. Gernas BCL sekaligus menjadi wujud implementasi strategi ekonomi biru.

Dalam Gernas BCL, nelayan memainkan peran penting. Mereka diajak untuk menjaga kebersihan laut dengan cara mengumpulkan sampah plastik. Hasilnya akan dihargai setara dengan harga per kilogram ikan terendah di daerahnya sehingga ekonomi sirkuler terwujud.

Gernas BCL dimulai pada 1-31 Oktober 2022 pada 14 lokasi di seluruh wilayah pesisir dan laut Indonesia meliputi Banda Aceh, Medan, Padang, Tanjung Pinang, Serang, Cilacap, Cirebon, Bali, Pontianak, Balikpapan, Manado, Kendari, Sorong dan Merauke.

Aksi Bulan Cinta Laut itu akan diresmikan Presiden Joko Widodo pada puncak acara Kick Off BCL, 27 Oktober 2022 di Bali. Sejumlah acara sudah disiapkan pada peresmian itu.

Hal ini dikemukakan Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono dalam konferensi pers di Jakarta, Selasa (4/10/2022). Narasumber lain yang dihadirkan saat itu, Antam Novambar (Sekretaris Jenderal), Victor G. Manoppo (Dirjen Pengelolaan Ruang Laut), M. Zaini (Dirjen Perikanan Tangkap), TB. Haeru Rahayu (Dirjen Perikanan Budidaya), Ishartini (Plt. Dirjen Penguatan Daya Saing Produk Kelautan dan Perikanan), Adin Nurawaluddin (Dirjen Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan, I Nyoman Radiarta (Kepala Badan Riset dan Sumber Daya Manusia KP) dan Pamuji Lestari (Kepala Badan Karantina Ikan, Pengendalian Mutu dan Keamanan Hasil Perikanan).

Menteri Kelautan dan Perikanan berharap masyarakat dapat ikut serta memeriahkan kegiatan itu, selain nelayan.

Laut Indonesia tidak hanya kaya dengan ikan dan biota laut lainnya, namun menjadi penyerap emisi karbon dalam upaya penurunan suhu Bumi akibat perubahan iklim. Masyarakat global tengah dihadang dengan ancaman perubahan iklim yang dampaknya sudah terjadi dan dialami penduduk di belahan Bumi. * (Rika)

#MCN/RZ/RED