Agustus 24, 2026

Semarak Kemerdekaan di Negeri Tirai Bambu, Musik & Tarian Indonesia Timur Curi Perhatian Warga Beijing

Spread the love

Loading

BEIJING -Mediacitranusantara.com – Perayaan HUT ke-81 Republik Indonesia tak hanya meriah di tanah air. Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Beijing menggelar perayaan akbar bertajuk “Indonesia Fair 2026” pada 15 Agustus 2026, dengan mengusung tema besar “Indonesia Berdaulat, Adil, dan Makmur”. Acara ini menjadi ajang memperkenalkan kekayaan budaya, kuliner, dan produk Indonesia kepada masyarakat Tiongkok maupun warga Indonesia di perantauan.

Seperti tahun-tahun sebelumnya, perayaan kemerdekaan selalu mendapat sambutan hangat dari warga Tiongkok. Sebagian telah berkunjung ke Indonesia, sebagian lainnya mengenal Indonesia melalui media dan kerabat. Ribuan pengunjung hadir bersama keluarga, tertarik menikmati aneka kuliner, pakaian tradisional, serta pentas seni dan budaya Nusantara.

Duta Besar Indonesia untuk Tiongkok, Djauhari Oratmangun, menyampaikan bahwa Indonesia Fair 2026 tahun ini lebih mengangkat budaya Indonesia bagian timur dan Bali. Jumlah pengunjung yang hadir mencapai sekitar 6.000 orang, berdasarkan data registrasi panitia. Gerimis ringan sempat turun, menyegarkan udara dan membuat suasana di lingkungan KBRI semakin nyaman.

Sejak pagi, stan pakaian, pernak-pernik, suvenir, dan kuliner dipadati pengunjung. Mereka antusias mencicipi batagor, tahu isi, sate ayam, nasi kucing, putu mayang, chiffon pandan, lapis sagu, kue ketan srikaya, kue serabi, es campur Medan, sate Padang, hingga es teler.

Di stan rempah dan bumbu tradisional, Vianney, mahasiswi Ilmu Komputer Institut Teknologi Beijing (BIT), menyebut sambal terasi sangat diminati pengunjung. “Mereka sangat menyukai rasa cabai Indonesia yang berbeda dari cabai di Beijing,” ujarnya. Produk sabun alami dengan beragam aroma juga menjadi yang paling laris. Sementara itu, Nadia, mahasiswi Ilmu Komunikasi Universitas Normal Beijing (BNU), memperkenalkan khasiat akar wangi khas Garut kepada pengunjung.

Feng Jingyu, pengunjung asal Beijing, mengaku acara ini membuka wawasan tentang keberagaman budaya, kuliner, dan kerajinan tangan Indonesia. “Makanannya enak, musik dan tariannya indah. Ternyata budaya Indonesia sangat kaya,” ungkapnya. Meski belum pernah ke Indonesia, ia tahu negara ini indah dengan ribuan pulau dan pantai berpasir putih. Anaknya pun tampak gembira menikmati suasana lokasi.

Kepala Perwakilan Bank Indonesia Beijing, Yulian Wihantoro, menyampaikan bahwa kolaborasi BI dengan KBRI diharapkan mendorong peningkatan jumlah wisatawan Tiongkok ke Indonesia. Sistem pembayaran QRIS lintas negara yang telah berlaku turut memudahkan transaksi dan mendukung pariwisata.

Di tengah acara, panitia menggelar kuis tentang Indonesia. Pertanyaan seperti lokasi Candi Borobudur disambut antusiasme peserta, dan hampir semua pertanyaan berhasil dijawab dengan tepat. Hadiah pun diserahkan kepada para pemenang.

Panggung utama menjadi pusat pentas seni yang memukau. Tarian dari Bali dan Papua, termasuk karya budaya Papua Barat Daya yang dibawakan mahasiswi asal Papua di Jinan Polytechnic, Shandong, memukau penonton. Bahkan seorang mahasiswa Papua tampil menyanyi dalam bahasa Mandarin dengan busana tradisional Papua.

Mengangkat tema budaya Indonesia Timur, berbagai grup musik dari Maluku dan NTT menghibur hadirin dengan lagu-lagu populer seperti “Gemu Famire”, “Nona Rambut Kepang”, “Beta Berlayar Jauh”, “Cerlele”, “Besesori”, “Burung Kakatua”, “Oh Tanah Batak”, “Tanah Airku Indonesia”, “Poco-Poco”, hingga “Sajojo”. Suasana semakin hangat ketika Dubes Djauhari Oratmangun dan istri tampil berduet menyanyikan lagu Mandarin “Yue Liang Dai Biao Wo de Xin” dengan iringan keyboard dari Dubes sendiri, disambut tepuk tangan meriah. Sebelumnya, penyanyi dan politisi Dharma Oratmangun juga membawakan lagu-lagu patriotisme yang membangkitkan semangat nasionalisme. Rombongan seniman, penyanyi, dan penari hadir dengan satu tujuan: memperkenalkan Indonesia lebih dekat kepada masyarakat Tiongkok, serta mempererat persahabatan dan kerja sama kedua negara.

Di penghujung acara, menyusul berita gempa bumi berkekuatan 7,7 SR di Pulau Flores, Dubes Djauhari Oratmangun memimpin seluruh hadirin untuk mengheningkan cipta dan berdoa bagi para korban bencana. **(RN)