![]()
Jakarta – Mediacitranusantara.com – Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Pengadilan Negeri Jakarta Pusat (PN Jakpus) menggelar sidang dugaan korupsi tata kelola minyak mentah dan produk kilang PT Pertamina (Persero) serta KKKS periode 2018-2023 pada Selasa (27/1/2026). Mantan Komisaris Utama Pertamina 2019-2024 Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok memberikan kesaksian sebagai saksi tim Jaksa Penuntut Umum (JPU) untuk sejumlah terdakwa, antara lain Muhamad Kerry Adrianto Riza, Gading Ramadhan Joedo.
Ahok menyampaikan bahwa pengawasan Dewan Komisaris selama masa kepemimpinannya berjalan ketat melalui sistem digital dan komite audit, yang menghasilkan kinerja keuangan yang sangat baik. Pertamina mencatatkan keuntungan terbesar pada 2023 sebesar USD 4,7 miliar, meskipun bisnis hilir Pertamina Patra Niaga mengalami tekanan akibat kebijakan pemerintah menahan harga BBM subsidi dan penugasan BBM Satu Harga saat harga minyak dunia tinggi.
Usulannya untuk mengubah skema subsidi menjadi bentuk voucher digital via aplikasi MyPertamina, yang diperkirakan bisa menghemat anggaran negara dan meningkatkan keuntungan hingga US$ 6 miliar, tidak diterima pemerintah. Ahok juga menyebutkan bahwa dirinya mengundurkan diri akibat konflik pandangan politik dengan Presiden Jokowi.
Terkait impor dan ekspor minyak mentah, Ahok menjelaskan bahwa minyak mentah negara yang memiliki nilai jual tinggi dan tidak cocok untuk kilang domestik diekspor, sementara yang diimpor adalah jenis yang lebih murah dan sesuai spesifikasi untuk menghemat devisa.
Dalam masa kepemimpinannya, Ahok melakukan perombakan budaya kerja dengan mempromosikan pejabat muda berusia 30-40-an tahun berdasarkan meritokrasi dan kejujuran, termasuk beberapa direksi yang kini terseret kasus hukum. Menurutnya, para direksi muda tersebut bekerja dengan baik dan tidak pernah melaporkan adanya penyimpangan signifikan.
Setelah sidang, Penasihat Hukum Luhut Pangaribuan menyatakan bahwa keterangan Ahok merupakan fakta yang meyakinkan. Ia menyampaikan filosofi Ahok yang menekankan etika tidak menerima uang tidak sah, serta menyoroti bahwa keberhasilan Pertamina pada 2022-2023 sebagian besar berasal dari divisi BBM yang dipimpin oleh terdakwa terkait. Luhut juga menyatakan bahwa aktivitas bermain golf bukanlah bentuk kongkalikong, melainkan bagian dari komunikasi dalam komunitas minyak. **(RK)



More Stories
Irvian Bobby Mahendro dan 6 Rekannya Dituntut Hukuman Penjara, Denda Hingga Ratusan MiliarÂ
Saksi Ahli Agung Firman Tegaskan Tak Ada Kerugian Negara dalam Kasus Nadiem Makarim
Sidang Kasus Sertifikasi K3, Irvian Bobby Mahendro Serahkan Dokumen Kendaraan Ke Majelis Hakim