![]()
Jakarta – MCN.com – Sidang lanjutan perkara dugaan korupsi pengelolaan dana PT Asuransi Sosial Angkatan Bersenjata Republik Indonesia (Asabri) digelar di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Senin (24/11/2025). Perkara ini menyeret sejumlah nama, termasuk mantan Direktur Utama Asabri periode 2012–Maret 2016 Mayjen Purn Adam Rachmat Damiri dan tujuh terdakwa lainnya.
Dalam sidang sebelumnya, saksi Linda Susanti menyatakan tidak ada kerugian yang dialami Asabri pada masa kepemimpinan Adam Damiri dan tidak ditemukan aliran dana korupsi kepada dirinya. Beberapa dokumen juga disampaikan sebagai novum (bukti baru).
Dengan novum tersebut, Adam Damiri mengajukan permohonan Peninjauan Kembali (PK). Penasehat hukumnya, Deolipa Yumara SH, menjelaskan bahwa terdapat 8 novum yang belum pernah diungkapkan dalam sidang tingkat pertama, kedua, maupun kasasi – berupa risalah Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) dan laporan keuangan Asabri tahun 2011–2015.
Usai sidang hari ini, Deolipa menyampaikan bahwa berita acara permohonan PK sudah ditandatangani secara lengkap oleh majelis hakim, kuasa hukum, pemohon, dan tim jaksa. “Harapan kita, semoga dalam 30 hari ke depan majelis hakim bermusyawarah dan menilai sehingga permohonan PK dianggap sah untuk diajukan ke Mahkamah Agung,” jelasnya.
Menurut Deolipa, novum yang diajukan berbeda dengan bukti yang digunakan jaksa sebelumnya. “Jaksa sebelumnya memakai data laporan keuangan per 31 Desember yang belum diverifikasi BPK. Sekarang kita bawa laporan keuangan yang diverifikasi dan dilegitimasi BPK secara resmi,” tegasnya.
Linda Susanti menambahkan, “Laporan keuangan ini adalah laporan secara keseluruhan yang sudah diaudit BPK dan menghasilkan keuntungan. Jadi, di masa Pak Adam Damiri, tidak terjadi kerugian negara.” Novum tersebut juga menunjukkan bahwa aset-aset yang dianggap merugikan negara sebenarnya masih ada dan belum terjual, sehingga tidak dapat dikategorikan sebagai kerugian negara
Selain Adam Damiri, terdakwa dalam kasus ini antara lain:
– Letjen Purn Sonny Widjaja (Dirut Asabri Maret 2016–Juli 2020)
– Hari Setianto (Direktur Investasi dan Keuangan Asabri Juli 2014–Agustus 2019)
– Lukman Purnomosidi (Dirut PT Eureka Prima Jakarta Tbk)
– Jimmy Sutopo (Direktur PT Jakarta Emiten Investor Relation)
– Heru Hidayat (Presiden Komisaris PT Trada Alam Minera)
– Bachtiar Effendi (Direktur Investasi dan Keuangan Asabri 2012–Juni 2014)
– Ilham Wardhana Bilang Siregar (Kepala Divisi Investasi Asabri 2012–2016, telah meninggal pada Juli 2021)
**(Rika)



More Stories
Irvian Bobby Mahendro dan 6 Rekannya Dituntut Hukuman Penjara, Denda Hingga Ratusan MiliarÂ
Saksi Ahli Agung Firman Tegaskan Tak Ada Kerugian Negara dalam Kasus Nadiem Makarim
Sidang Kasus Sertifikasi K3, Irvian Bobby Mahendro Serahkan Dokumen Kendaraan Ke Majelis Hakim