![]()
Bekasi – MCN.com – Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1447 H dirayakan oleh Front Pemuda Muslim Maluku (FPMM) di Bina lindung, Kota Bekasi, Sabtu (6/9/2025).
Acara ini menjadi kesempatan untuk silaturahmi sekaligus ajang memperkuat persatuan di tengah keberagaman Indonesia.
Turut Hadir pada acara ini Wakil Gubernur Maluku Abdullah Vanath, S.Sos dan sejumlah tokoh pemerintah dan anggota DPRD, di antaranya Wakil Ketua DPRD Maluku, anggota DPRD DKI Jakarta Haji Mujiono dan Ongen Sangaji, anggota DPRD Kota Bekasi Faisal, Wakil Walikota Jakarta Utara, Kepala Bapeda yang mewakili Walikota Tual, Letjen TNI (Purn) Suadi Marasabessy, Prof Dr H. Mochtar Ngabalin, Wakil Dirut Pelindo II, para Ketua Ormas Maluku Jabodetabek, para Habib, tokoh agama, tokoh pemuda, dan tokoh perempuan.
Dalam sambutannya, Vanath menyampaikan salam dari Gubernur Maluku Hendrik Lewerissa kepada seluruh warga Maluku di Jabodetabek, dan khususnya Ketua DPP FPMM H. Umar Key Ohoitenan, S.H dan Keluarga Besar FPMM.
“Kita bersyukur kepada Allah SWT yang telah menurunkan Islam sebagai rahmat terbesar untuk umat manusia. Salawat dan salam, marilah kita kirimkan kepada junjungan kita Nabi Muhammad SAW yang telah meletakkan tauhid sebagai dasar keimanan kita, dan menjadi contoh kita dalam membangun diri dan masyarakat yang berkeadaban tinggi,” ujar Wakil Gubernur Maluku.
Vanath juga mengatakan pemerintah Provinsi Maluku mengucapkan banyak terima kasih kepada Umar Key dan FPMM yang selalu mengambil peran penting melakukan konsolidasi sosial dengan ormas lain di Jabodetabek dalam menjaga, merawat, dan mempertahankan NKRI.
“Saya percaya itu adalah bagian dari sumbangsih rakyat Maluku, yang diperankan oleh Umar Key, dengan memainkan semangat nasionalisme. Karena itu, sebagai pimpinan daerah di Maluku dan mewakili rakyat Maluku, kami tidak kaget bila setiap anak Maluku setia pada NKRI,” tambah Abdullah Vanath.
Wakil Gubernur Maluku itu juga mengingatkan bahwa masyarakat di Kepulauan Maluku sangat mendambakan suasana tenang secara nasional. Lebih dari 90 persen luas Maluku terdiri dari laut. Setiap wilayah berpulau butuh biaya ekonomi yang tinggi. Setiap gejolak politik nasional akan diikuti gejolak ekonomi di daerah terpencil dan pulau-pulau.
Vanath mengatakan ketika gejolak pada 25 Agustus lalu di Jakarta dan beberapa daerah, para pemimpin di Maluku bergandengan tangan dan berkomunikasi dengan masyarakat yang melakukan aksi demo. Dengan komunikasi yang baik dan saling percaya, tak ada gejolak anarkis yang terjadi di Maluku.
Abdullah Vanath percaya peran tokoh masyarakat dalam menjaga keutuhan bangsa, karena memiliki basis kuat di akar rumput.
Vanath juga menyinggung potensi Blok Masela yang diproyeksikan membuka 7.500 hingga 10.000 lapangan kerja baru pada 2026.
Dia mengatakan pemerintah Provinsi Maluku sedang menyiapkan sumber daya manusia (SDM) agar peluang tersebut dapat dioptimalkan oleh masyarakat lokal.
Vanath menilai positif acara Maulid di Bina lindung karena tidak hanya dihadiri dihadiri umat Islam, tetapi juga tokoh lintas agama. Ia mendorong warga Maluku terus menjaga kerukunan dan persatuan bangsa.
non-muslim asal Maluku turut berperan melalui kegiatan serupa, misalnya dalam perayaan Natal atau Tahun Baru, demi menjaga keseimbangan dan keharmonisan masyarakat.
Ketua Umum Persaudaraan Alumni (PA) 212, M. Sobri Lubis menaruh rasa bangga kepada Panitia Penyelenggaraan acara yang mampu merangkul berbagai kalangan. Sungguh, pada Maulid Nabi Muhammad SAW, di sini, semua hati bersatu. Bapak Umar Key dan FPMM telah jadi pelopor persatuan dan persaudaraan anak bangsa,” pungkas Sobri Lubis. **(Rika)



More Stories
Sikap dan Pernyataan Ketua Umum FPMM Umar Kei Terhadap Peristiwa di Maluku Tenggara
LMP dan M1R Kecam Dugaan Penghinaan Profesi Serta Rasisme Oleh Oknum Manajer Kursus Bahasa Inggris di Kelapa Gading
Perkuat Silaturahmi, FBR Korwil Jakarta Pusat Gelar Halal Bi Halal Bersama Heri Kustanto, S. H