![]()
Bekasi – MCN.com – Peduli pada masa depan anak bangsa, Prof Dr Ali Mochtar Ngabalin tak pernah berhenti berbicara tentang pendidikan, Pendidikan di mata Ngabalin adalah sumber peningkatan kualitas diri seorang anak agar dapat bersaing dalam menata masa depan.
Ditemui saat menghadiri acara peringati Maulid Nabi Muhammad SAW 1447 H di Komplek Bina lindung, Kota Bekasi, Sabtu (6/9/2025), Ali Mochtar Ngabalin yang juga sebagai dosen di Busan University, Korea Selatan, mengatakan masyarakat Indonesia sudah sangat matang dalam menyelesaikan pelbagai persoalan politik.
Hal itu dikatakannya menanggapi situasi saat ini di mana terjadi demo yang anarkis dan membuat susah hidup masyarakat. Sependapat dengan pernyataan Wakil Gubernur Maluku Abdullah Vanath dalam sambutannya pada acara yang digelar Front Pemuda Muslim Maluku (FPMM), Ali Mochtar Ngabalin mengatakan setiap gejolak politik di pusat ikut berdampak pada ekonomi masyarakat di pulau-pulau kecil di Indonesia bagian timur.
Oleh karena itu, Ngabalin mengatakan apa yang dilakukan FPMM pada Maulid Nabi Muhammad SAW, dengan mengumpulkan orang Maluku di Jabodetabek adalah contoh bagaimana masyarakat Indonesia harus mengutamakan persatuan dan persaudaraan.
“Apa yang dilakukan Ketika Umum Haji Umar Key Ohoitenan dan FPMM adalah cara mendinginkan suasana, mengakurkan kembali yang telah terbelah, dan tanggung jawab untuk menyampaikan kepada masyarakat agar tak terprovokasi, mudah telan isu di media sosial. Waktunya sekarang untuk kita saling mengingatkan agar tidak terulang lagi,” tegas Ngabalin, putra Kei kelahiran Fakfak, Papua Barat.
Ali Mochtar Ngabalin menilai sosok Umar Key sebagai pemimpin dan pengusaha muda yang berhasil berjuang di Jakarta. Merintis karier dari bawah, Umar Key teguh pada sikap peduli terhadap anak Maluku. “FPMM memiliki nama besar, apalagi punya banyak program untuk masyarakat kelas bawah. Itu hebat sekali,” tutur Ngabalin.
Karena itu, sebagai Penasihat DPP FPMM, Prof Dr Ali Mochtar Ngabalin menawarkan program studi lanjut kepada putra-putri Indonesia di Busan University, Korea Selatan. Bila memenuhi persyaratan dan memiliki penguasaan bahasa Inggris yang bagus, Ngabalin siap memberikan rekomendasi sehingga ia tidak bayar biaya kuliah.
Ngabalin sendiri mendapat wewenang memberi rekomendasi bagi anak Indonesia yang mau ambil S2 dan S3 di Busan University. “Yang penting Anda memiliki bahasa Inggris yang bagus, karena di kampus proses kuliah memakai bahasa Inggris. Kita harus belajar bahasa Inggris dengan sungguh-sungguh,” ujar Ngabalin yang suka berdiskusi karena menambah wawasan.
Studi lanjut merupakan bagian dari peningkatan kualitas sumber daya anak Indonesia. Kesempatan emas itu Ali Mochtar Ngabalin juga tawarkan kepada anak-anak keluarga FPMM.
Ali Mochtar Ngabalin kemudian menyinggung soal sumber gas terbesar yang ada di Blok Masela, Kepulauan Tanimbar. ia menekankan pentingnya pemerintah mempersiapkan sumber daya manusia anak Maluku agar bisa diterima bekerja di proyek itu.
“Bila tak disiapkan dengan baik mulai sekarang, takutnya anak-anak kita kalah bersaing sehingga kalah dalam penerimaan pekerja di situ. Kita harus siapkan anak Aru, Tanimbar, Kei, Buru, Seram, Geser, Gorom, dan lainnya agar mereka bisa bekerja di situ,” pungkas Ngabalin. **(Rika)



More Stories
Sikap dan Pernyataan Ketua Umum FPMM Umar Kei Terhadap Peristiwa di Maluku Tenggara
Wondr Kemala Run 2026 Sukses Digelar, Dongkrak Ekonomi Bali, Libatkan UMKM dan Salurkan Donasi Kemanusiaan
Lanal Bengkulu Ikuti Apel Gelar Latihan Kesiapsiagaan Operasional Penanggulangan Bencana Alam Gempa Bumi Megathrust Tahun 2026