April 18, 2026

Peringati Peristiwa Heroik 14 Februari 1946, Angelica Tengker Ajak Generasi Muda Sulawesi Utara Petik Nilai Sejarah

Spread the love

Loading

Jakarta – MCN.com – Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat Kerukunan Keluarga Kawanua (KKK) Angelica Tengker mengajak masyarakat Sulawesi Utara belajar semangat peduli sesama dan peduli bangsa dari semangat para pejuang Sulawesi Utara yang pada peristiwa 14 Februari 1946 melakukan aksi kepahlawanan merebut tangsi militer Belanda di Teling, kota Manado.

Setiap tahun masyarakat Sulawesi Utara memperingati peristiwa sejarah tersebut dalam beragam kegiatan. Pada 14 Februari 2025, Gerakan Penerus Perjuangan Merah Putih 14 Februari 1946 (GPPMP) mengadakan Apel dan Ziarah ke Taman Makam Pahlawan Nasional Kalibata, Jakarta Selatan.

Apel dipimpin Laksda TNI Dr Samuel Kowaas, Sestama Bakamla RI. Hadir dalam kegiatan ini, mantan Gubernur Sulawesi Utara E.E Mangindaan, Dr Theo L Sambuaga, Dr Frans Memah, Dr Tilly Kasenda, Ketum KKK Angelica Tengker, Dr Jan Maringka, Brigjen TNI Douglas Umboh, Waketum GPPMP Donald Pokatong, Sekjen GPPMP Teddy Matheos.

Hadir pula keluarga dari para pejuang peristiwa 14 Februari 1946 dan perwakilan dari beberapa organisasi seperti Laskar Manguni Indonesia dan Brigade Manguni Indonesia.

Ditemui di sela kegiatan tersebut, Ketua Umum DPP Kerukunan Keluarga Kawanua, Angelica Tengker, mengatakan, peringatan peristiwa 14 Februari 1946 ini merupakan kebanggan kita semua. Ini suatu perjuangan heroik untuk kemerdekaan RI. Betul-betul gaung kemerdekaan RI terjadi di Sulawesi Utara

“Kehadiran kami di sini sebagai bentuk apresiasi dan penghormatan kepada para pahlawan. Harapannya, kita tetap mengingat perjuangan mereka dan menghormati jasa-jasanya mereka. Ini suatu hal yang baik, karena akan berguna bagi generasi sekarang sehingga mereka memahami sejarah, bagaimana perjuangan generasi dulu, yang tidak mudah. Dan, lebih lagi, ada peranan dari tokoh-tokoh Sulawesi Utara,” ujar Angelica Tengker.

Lebih jauh, Angelica mengatakan peringatan peristiwa bersejarah tersebut menjadi penyemangat bagi dirinya sebagai kaum perempuan Sulawesi Utara. Merefleksikan makna peristiwa 14 Februari 1946, Angelica menegaskan kebanggaan bahwa ada orang Sulawesi Utara yang berjuang untuk Indonesia, sejak awal bangsa.

“Spiritnya adalah kita harus bisa berjuang di seluruh bidang. Nah, mengenang sejarah itu suatu kekuatan. Dengan anugerah Tuhan, dengan mengingat perjuangan mereka, kita merasa bangga sebagai putra Sulawesi Utara,” tambah Angelica Tengker.

Kepada kaum perempuan Sulawesi Utara, Angelica berpesan agar tidak melupakan semangat Merah-Putih dan mempertahankan NKRI, karena itu adalah bagian dari perjuangan kita.

“Di mana pun kita berada, bawalah nama baik bangsa ini,” pungkas Angelica Tengker. **(Rika)