![]()
Jakarta – MCN.com – Brigjen Pol Petrus Patrige Rudolf Renwarin, SH, MSi diangkat menjadi Kapolda Papua berdasarkan Surat Telegram Kapolri Nomor ST/1845/VIII/Kep/2024 tertanggal 23 Agustus 2024.
Brigjen Pol Patrige Renwarin menggantikan Komjen Pol Mathius Fakhiri yang telah dimutasikan.
Patrige Renwarin memiliki segudang pengalaman panjang di bidang intelijen.
Lahir di Fakfak dari ayah seorang mantri asal Desa Wearlilir, Kei, Maluku, dan ibu seorang perawat asal Papua bermarga Samai, Patrige menyelesaikan SD hingga SMP di Fakfak dan masuk SMA Katolik Taruna Dharma Jayapura.
Patrige Renwarin merupakan lulusan Akademi Kepolisian 1991. Dia seangkatan dengan Kapolri Jenderal Drs Lisyo Sigit Prabowo. Sempat bertugas di Palangkaraya, Densus 88 Polda Jambi. Kemudian menjabat sebagai Kasat II Direktorat Reserse dan Kriminal Polda Papua. Pada 2010 diangkat menjadi Kapolres Sarmi, Kapolres Merauke (2012), Wakil Direktur Intelijen dan Keamanan Polda Papua (2014), Kabid Humas Polda Papua (2015), Analis Kebijakan Madya Bidang Penmas Divisi Humas Polri (2016), Direktur Intelijen dan Keamanan Polda Papua (2018), Irwasda Polda Papua (2020), Wakapolda Papua Barat (2020, selama 3 tahun), Wakapolda Papua, dan kini diangkat sebagai Kapolda Papua.
Patrige Renwarin menikah dengan Firsta Nova Helvy Sipilla dan dikaruniai 3 putra, yakni Geovani Jeremy Renwarin, Johanes Fernando Renwarin, dan Fransisco Imanuel Renwarin. Dari ketiga putra ini ada 2 anak yang masuk Akpol.
Menurut salah satu kerabatnya, Aloysius Renwarin, walau lahir di Fakfak, Patrige sangat mencintai tanah leluhurnya, Kei, Maluku Tenggara. Pada usia 6 tahun, Patrige sudah menginjakkan kakinya di Wearlilir, Kei.
Menurut Aloysius, kakek Patrige datang ke Papua pada 1932 dan menjadi bagian dari Generasi Perintis, yakni para awam Katolik (guru) Kei yang dikirim Misi Katolik Keuskupan Amboina untuk berkarya dan menyebarkan agama Katolik di Papua. Berkat tenaga awam inilah maka sekolah mulai dibuka di daerah pedalaman. Para awam katekis itu tak hanya mengajarkan baca-tulis dan agama kepada orang asli Papua, tetapi mereka juga mengajarkan bagaimana hidup yang sehat dan ketrampilan lain untuk kehidupan sehari-harinya dalam keluarga.
Ayahnya, Frans Renwarin adalah seorang mantri yang cukup dikenal masyarakat Fakfak. Frans Renwarin memiliki 6 anak, dan Patrige merupakan anak lelaki satu-satunya. Dididik oleh ayah seorang mantri dan ibu perawat kesehatan, Patrige menjadi pribadi yang ramah dan baik hati. Lewat lembaga kepolisian, Patrige Renwarin mengabdikan dirinya untuk Papua dan Indonesia yang lebih baik lagi. Selamat bertugas, Bapak Kapolda Papua. **(Rika)



More Stories
Ketua Yayasan Ibrahim Datuk Tan Malaka Ferizal Ridwan Ajak Masyarakat Sumbar Bertabayun, Jangan Besar-besarkan Isu Hoaks Bupati Safni
Polisi Gerak Cepat! 2 Copet Viral di Jatinegara Ditangkap Dalam Hitungan Jam, Sebuah Sajam Disita
Kapolda Pimpin Sertijab 3 Pejabat Utama PMJ, Pesan Tegas: Tunjukkan Kinerja Terbaik