![]()
Bekasi – Mediacitranusantara.com -Bulan Ramadhan menjadi momen bagi masyarakat Indonesia untuk menguatkan tali silaturahmi dan kepedulian sosial. Tradisi berbagi takjil untuk berbuka puasa menjadi bukti nyata rasa empati terhadap sesama, terutama bagi mereka yang sedang menghadapi kesulitan ekonomi.
Majelis Taklim (MT) Masjid Ar-Romlah dan Keluarga Besar Umar Key telah menjadikan kegiatan berbagi takjil sebagai rutinitas tahunan selama bulan suci. Mereka fokus memberikan bantuan kepada kelompok yang membutuhkan seperti pemulung, sopir angkot, tukang ojek, pengemudi ojol, serta para musafir yang tengah dalam perjalanan, dengan lokasi pembagian di beberapa titik strategis.
Pada hari Rabu (18/3/2026), kaum ibu Majelis Taklim Ar-Romlah aktif menyerahkan paket takjil kepada penerima manfaat yang datang dan lewat di lokasi pembagian. Sebanyak kurang lebih 200 paket yang terdiri dari makanan, minuman, kue, serta uang tunai berhasil disalurkan. Meskipun semula diharapkan proses berjalan teratur, antusiasme yang tinggi dari masyarakat menyebabkan terjadinya rebutan – namun para ibu tetap dengan sabar melayani setiap permintaan, termasuk bagi musafir yang tiba-tiba lewat.
Salah seorang sopir angkot yang menerima takjil langsung mengenali sumber bantuan tersebut. “Ini dari Bang Umar Key, ya,” ucapnya sambil menerima paket. Ternyata, ia dan banyak warga sekitar sudah akrab dengan nama Majelis Taklim Ar-Romlah dan Umar Key, yang setiap tahun selalu hadir dengan bantuan takjil. Hal ini juga diperkuat dengan adanya poster yang menyatakan bahwa kegiatan ini merupakan kerja sama antara kedua pihak.
Ustadzah Sitti Badaria Atnangar, M.Pd, Ketua Majelis Taklim Ar-Romlah, menjelaskan bahwa kegiatan ini berdasarkan ajaran agama yang menyatakan bahwa orang yang memberi makan orang yang berpuasa akan mendapatkan pahala setara dengan yang berpuasa. Hadis tersebut menjadi dasar kuat bagi mereka untuk terus menjalankan aksi kemanusiaan ini.
“Ternyata mereka sudah tahu bahwa hampir setiap tahun, dari Ar-Romlah bersama keluarga besar Umar Key selalu berbagi takjil di sini. Antusiasme yang tinggi menunjukkan bahwa berkahnya sangat besar,” ungkapnya.
Kegiatan ini merupakan inisiatif dari para ibu di MT Ar-Romlah, dengan dukungan penuh dari Ketua Umum FPMM Umar Key beserta istrinya Bunda Gita, Bunda Ayu, dan Bunda Berlian. Mereka menyumbangkan 200 nasi kotak dan air mineral, sementara para ibu MT Ar-Romlah menyumbang kue-kue serta uang tunai. Semua bantuan terdistribusi dengan baik berkat kerja sama dan solidaritas yang erat di antara mereka.
Menurut Ustadzah Badaria, nama Umar Key telah dikenal luas di wilayah Jatiwaringin dan Pondok Gede melalui berbagai aksi sosial yang telah dilakukan secara konsisten. “Ketika kita datang dengan nama Ar-Romlah, kita juga membawa kebaikan nama Umar Key. Cukup dengan memasang spanduk, masyarakat langsung mengenali dan datang dengan antusias. Ini menjadi kebahagiaan tersendiri bagi kami,” tambahnya.
Melalui kegiatan ini, terlihat bahwa masih banyak saudara kita yang membutuhkan dukungan dalam bentuk makanan dan minuman, terutama di tengah kondisi ekonomi yang masih perlu diperbaiki. Sebagaimana sabda Rasulullah SAW: “Barangsiapa memberi makan orang yang berpuasa, maka ia mendapatkan pahala seperti orang yang berpuasa tersebut tanpa mengurangi pahala orang itu sedikit pun.” (HR. Tirmidzi no. 807, Ibnu Majah no. 1746, dan Ahmad). Selain itu, sabda juga menyatakan bahwa “Sedekah yang paling utama adalah sedekah di bulan Ramadhan.” (HR. Tirmidzi).
Majelis Taklim Ar-Romlah yang berbasis di Bina Lindung, Jatiwaringin, Kota Bekasi, juga secara teratur memberikan bantuan kepada tetangga sekitar. Kegiatan peduli sosial ini diintegrasikan dalam kehidupan sehari-hari para anggotanya, bukan hanya sebatas pada bulan Ramadhan, melainkan juga dalam bentuk pemberian makanan, minuman, pakaian, atau bantuan lainnya sesuai dengan kebutuhan. **(RN)



More Stories
Hadiri HUT Ke-80 Polri di Polsek Pondok Gede, Umar Key Apresiasi Kinerja dan Sinergi Dengan Masyarakat
Jakarta Institute: Pemerintah Tak Boleh Tunda Ratifikasi OPCAT dan Pengesahan RANHAM
Konkrit, Ini Usulan Rekan Indonesia di RUU HAM