Juni 15, 2026

FPMM Gelar “Dendang Sahur” Gaya Maluku, Umar Key Jalin Silaturahmi Antar Umat Muslim

Spread the love

Loading

Bekasi – Mediacitranusantara.com – Bulan Suci Ramadhan yang dirayakan umat Muslim seluruh dunia membawa pelbagai pahala dan kegembiraan, sekaligus menjadi momen untuk menjauhi keserakahan diri dan mempererat hubungan antar sesama. Di Indonesia, nilai silaturahmi tersebut terwujud dalam beragam bentuk ekspresi, salah satunya adalah acara yang digelar keluarga besar Front Pemuda Muslim Maluku (FPMM).

Pada Minggu (1/3/2026) menjelang sahur, Ketua FPMM Haji Umar Key Ohoitenan menyelenggarakan “Dendang Sahur” gaya Maluku di kompleks Binalindung, Pondok Gede, Kota Bekasi. Seperti tradisi membangunkan warga untuk sahur dengan berkeliling sambil membunyikan instrumen dan mengumandangkan panggilan sahur, kegiatan FPMM juga mengusung konsep yang sama, namun dengan sentuhan budaya yang berbeda.

Para peserta yang berpakaian serba putih memulai aksi berjalan keliling kompleks dengan menampilkan tarian khas Maluku yang juga menyatu dengan gerakan gaya Arab. Paduan suara anggota FPMM yang disandingkan dengan irama tifa, rebana, dan instrumen lainnya membuat acara ini menjadi pertunjukan budaya yang menarik. Keramaian yang diciptakan membuat warga sekitar ikut bangun, mempersiapkan sahur, dan menikmati atraksi dengan penuh gembira.

Setelah sampai di kompleks Masjid Ar-Romlah, mereka terus berdendang sambil menari mengiringi lagu-lagu bernuansa Islam. Umar Key aktif terlibat dalam tarian sebagai pemimpin di tengah lingkaran penari, dan sesekali memberikan uang senilai Rp 50.000 kepada ibu-ibu dan bapak-bapak yang ikut berkumpul, menjadikan suasana semakin ramai namun penuh hikmat.

Kapolsubsektor Jatiwaringin Iptu Wawan Kiswanto memberikan apresiasi kepada Umar Key dan FPMM, menyatakan bahwa kegiatan ini tidak hanya menjaga ketertiban tetapi juga membantu memperbaiki pemahaman masyarakat bahwa banyak orang dari Indonesia bagian Timur yang menganut agama Islam. “Di Bulan Ramadhan ini kita sebagai sesama muslim harus lebih banyak mendekatkan diri kepada Allah SWT dan berbuat baik kepada sesama muslim,” ujarnya.

Ketua RW 11 Pondok Gede menambahkan bahwa Umar Key juga menjabat sebagai koordinator keamanan RW 11 dan Ketua RT 08. Acara ini dinilai baik karena sekaligus memperkenalkan budaya Maluku dan membuktikan bahwa tidak semua orang Maluku beragama Kristen. “Kita menyambut gembira, sekaligus menjadi ajang silaturahmi bagi saudara-saudara kita di Indonesia bagian timur, bahwasannya kita semua satu saudara dalam Republik Indonesia ini,” katanya.

Seorang warga juga menilai acara ini sangat positif dan unik, karena menunjukkan bahwa warga Maluku di wilayah tersebut sebagian besar beragama Islam dan mampu membaur dengan masyarakat sekitar.

Dalam Islam, bangun sahur bukan sekadar makan sebelum fajar, melainkan sunnah yang penuh keberkahan. Sahur memberikan kekuatan fisik untuk berpuasa, bernilai pahala, dan mendatangkan shalawat dari Allah serta malaikat. Waktu sahur juga merupakan saat yang mustajab untuk beristighfar dan memohon ampunan kepada Allah SWT. **(RN)