![]()
Danar Maluku Tenggara -MCN.com – Suasana khidmat dan meriah mewarnai Desa Danar, Kecamatan Kei Kecil Timur Selatan, Kabupaten Maluku Tenggara, Provinsi Maluku, pada Minggu (9/11/2025), saat Malam Pacar digelar sebagai bagian dari rangkaian pernikahan antara Ajeng Dinda Safira Ohoitenan dan Fadel Muhammad Ngabalin. Acara ini menjadi simbol persiapan sakral bagi kedua calon mempelai sebelum memasuki akad nikah.
Malam Pacar, yang diadakan sehari sebelum akad nikah, memadukan tradisi dan keindahan dalam persiapan pernikahan. Ajeng Dinda Safira Ohoitenan, putri dari pengusaha dan Ketua Umum DPP Front Pemuda Muslim Maluku (FPMM), Haji Umar Kei Ohoitenan SH, dihiasi dengan henna di kuku kaki dan tangannya, melambangkan restu untuk memasuki jenjang pernikahan yang suci.
Kemeriahan acara semakin terasa dengan alunan musik yang dimainkan oleh sekelompok pria dari empat desa, yaitu Desa Danar, Elaar, Uf mar, dan Tamngil. Kolaborasi ini mencerminkan semangat kebersamaan dan dukungan dari masyarakat Kei terhadap pernikahan ini.
Pernikahan Ajeng dan Fadel, Cucu dari Prof Dr Ali Mochtar Ngabalin, mantan juru bicara Presiden Gus Dur, dianggap sebagai salah satu pernikahan yang besar dan mulia di Kei. Meskipun Malam Pacar merupakan tradisi Islam, tidak semua keluarga Muslim menggelar acara ini, menjadikannya istimewa bagi kedua mempelai dan keluarga.
Sebelumnya, pada Senin (18/9/2025), keluarga besar Ali Mochtar Ngabalin telah melamar Ajeng Dinda Safira Ohoitenan di komplek Bina lindung, Bekasi, Jawa Barat. Dalam acara lamaran tersebut, pihak calon mempelai wanita diwakili oleh Bupati Maluku Tenggara, Haji M. Thaher Hanubun, sementara pihak mempelai pria diwakili oleh Ali Mochtar Ngabalin, yang saat ini menjabat sebagai dosen internasional di universitas Korea Selatan.
Akad nikah dan ijab kabul akan dilangsungkan di Desa Danar pada Senin (10/11/2025), bertepatan dengan Hari Pahlawan Nasional, menambah makna tersendiri bagi pernikahan ini.
Menurut tokoh adat masyarakat Kei, Haji Abdul Gani Rahanar, Kepala Desa Ohoi Tamngil, Malam Pacar adalah bagian penting dari perkawinan Islam yang diatur dalam Sunnah Nabi. “Upacara Malam Pacar merupakan simbol dari pemberian restu oleh para tamu yang hadir kepada calon mempelai,” ujarnya.
Abdul Gani juga menjelaskan bahwa dalam Malam Pacar, kelompok gambus memainkan peran penting dalam memeriahkan suasana. “Tabuhan Marwata diiringi gambus di mana dilantunkan syair dan pantun untuk menunjukan suasana Malam Pacar,” tambahnya.
Dengan harapan acara ini berjalan lancar, Haji Abdul Gani Rahanar, yang bertindak sebagai MC, menyampaikan doanya agar Tuhan menuntun dan melindungi semua pihak dalam pesta pernikahan Ajeng dan Fadel. **(Rika)



More Stories
28 Tahun Reformasi 1998: Demokrasi Tumbuh, Oligarki Menguat, Keadilan Sosial Masih Diperebutkan
Sikap dan Pernyataan Ketua Umum FPMM Umar Kei Terhadap Peristiwa di Maluku Tenggara
LMP dan M1R Kecam Dugaan Penghinaan Profesi Serta Rasisme Oleh Oknum Manajer Kursus Bahasa Inggris di Kelapa Gading