![]()
Jakarta – MCN.com – Dalam ajaran agama Islam, Mubasyirat adalah “kabar gembira” atau “pertanda baik” yang sering kali datang melalui mimpi-mimpi yang benar, khususnya mimpi bertemu dengan Rasulullah SAW. Istilah ini juga dapat merujuk pada mimpi-mimpi lain yang berisi petunjuk atau kebaikan yang diberikan Allah SWT sebagai tanda-tanda atau pertanda baik.
Mubasyirat yang sudah banyak benar terbukti terjadi, bukanlah khayalan, melainkan bagian dari “sisa wahyu” sebagaimana disebutkan dalam hadits shahih. Banyak peristiwa besar umat Islam di masa lalu lahir dari petunjuk ru’yā ṣādiqah. Karena itu, mengabaikannya sama dengan menutup pintu hikmah yang Allah berikan.
Perkembangan dunia saat ini ditandai oleh berbagi macam, antara lain persimpangan sejarah besar. Tanda-tanda bencana alam, gejolak sosial, perubahan politik, hingga rivalitas geopolitik global semakin nyata. Di saat yang sama, muncul berbagai mubasyirat.
Indonesia sebagai salah satu negara penganut agama Islam terbesar di dunia, percaya bahwa Mubasyirat adalah sebagai lambang Informasi dari Allah S.W.T melalui mimpi kepada umatNya.
Oleh karena itu, salah satu organisasi yang menyoroti dan memberikan pengetahuan dan dakwah mengenai Mubasyirat, Majelis Gerakan Akhir Zaman (GAZA) merasa perlu untuk menyampaikan hasil kajian Blueprint & Roadmap Indonesia 2026–2029, bersumber dari ribuan Mubasyirat (mimpi benar dari Allah atau berita dari langit), yang telah di kumpulkan oleh Majelis GAZA.
Untuk memberikan dakwah dan informasi serta berdiskusi bersama dalam skala besar atau nasional, maka Majelis GAZA akan berencana mengadakan Seminar Nasional, sebagai sarana ilmiah dan strategis untuk menyatukan “berita langit” dengan fakta bumi, demi merumuskan solusi nyata bagi bangsa.
Rencana acara akan diadakan pada tanggal 10 Desember 2025, bertempat Gedung SG-1, Asrama Haji, Pondok Gede -Jakarta Selatan.
Menurut Ketua Majelis GAZA, Diki Candra Purnama, M.M., acara Seminar Nasional tersebut diadakan untuk memberikan penjelasan Tafsir Mubasyirat 2026–2029. ” Melalui Analisis Integratif atas Strategi Ruhiyah, Geopolitik, Ekonomi, Sosial, dan Pendidikan dalam Menghadapi Krisis Multidimensi Global serta Relevansinya dengan Peran Indonesia dalam Kebangkitan dari Timur, maka masyarakat harus mengetahui bagaimana perkembangan didunia dan Indonesia yang sedang terjadi, salah satu nya melalui Tafsir Mubasyirat, ” ujar Kang Diki (sapaan Diki Candra Purnama) kepada media. Penjelasan ini juga merupakan bahan yang akan disampaikan nya pada saat Seminar Nasional berlangsung.
“Beberapa tokoh nasional akan mengisi acara Seminar Nasional yang bertajuk ” Blueprint & Roadmap Langit: Peta Jalan Indonesia dan dunia 2026–2029 Berdasarkan Mubasyirat (Mimpi Benar dari Allah). Kami akan membuat Seminar ini berformat akademik, sehingga memperjelas informasi yang disampaikan melalui dakwah yang bersumber dari Al Quran dan Mubasyirat, ” jelasnya.
“Melalui Acara Seminar Nasional ini, kami memberikan informasi bukan sekedar hal ilmiah, melainkan ikhtiar ruhaniyah menjemput takdir. Blueprint & Roadmap Langit adalah usaha kecil kita untuk membaca tanda-tanda Allah di langit dan membumikan dalam strategi nyata.”
“Kami berharap dukungan dan partisipasi dari seluruh pihak dari ulama, umara, akademisi, dunia usaha, media, dan masyarakat, ” harapnya.



More Stories
Dukung Kegiatan Masyarakat, PjS. Danposbinter Lobam Hadiri Pesta Ketupat Desa Busung 2026
GKTMTB Tegaskan Hak Kelola Perhutanan Sosial Harus Dilindungi Negara
Danlanal Bintan Turut Dampingi Kasal Laksanakan Sholat Idul Adha 1447 H/2026 M di Tanjungpinang