![]()
Jakarta – MCN.com – Ketua Umum DPP Front Pemuda Muslim Maluku (FPMM) H. Umar Key Ohoitenan, S.H, meminta perhatian dari pemerintah DKI Jakarta, pemerintah Bekasi, dan pemerintah Maluku untuk memperhatikan anak-anak muda Maluku yang masih menjadi pengangguran di Jakarta dan Bekasi. Umar mengatakan, 67 persen sarjana anak Maluku masih bekerja sebagai debt-collector di Jakarta.
Selama ini, Umar Key menjadi salah satu penampung mereka di Jakarta. Umar mengatakan, setelah wisuda sarjana, mereka cenderung berangkat ke Jakarta dan Pulau Jawa pada umumnya untuk mencari kerja. Bila tak berhasil, mereka memilih menjadi penagih utang (debt collector). Umar merasa prihatin dengan kondisi seperti ini.
Hal itu diungkapkan Umar Key saat memberi sambutan pada Peringatan Hari Maulid Nabi Muhammad SAW 1447 H di Markas FPMM, Binalindung, Kota Bekasi, Sabtu (6/9/2025).
Umar Key mengatakan minimnya pemerintah pusat dan pemerintah daerah menyediakan lapangan kerja membuat tingkat pengangguran usia produktif melonjak tiap tahun dan berpotensi menimbulkan konflik sosial.
“Selama ini saya menjadi salah satu orang yang menampung mereka. Mereka datang dari Maluku dengan kapal dan pesawat, mencoba mencari hidup di Jakarta. Ternyata cari kerja juga susah. Akhirnya, demi mempertahankan hidup dengan sesuap nasi, mereka menjadi debt-collector. Saya kasihan. Saya pun sudah lelah mengurus dan menampung mereka. Kita perlu cari jalan keluar,” ucap Umar Key.
Umar menjelaskan bahwa apa yang dikatakannya itu perlu mendapat respons dari pemerintah DKI Jakarta, Bekasi, Maluku, dan pemerintah pusat. Setiap pemerintah bertanggung jawab memperhatikan kehidupan rakyatnya.
Pernyataan Umar Key itu didengar langsung oleh Wakil Gubernur Maluku Abdullah Vanath, Wakil Walikota Bekasi Abdul Harris Bobihoe dan perwakilan Gubernur DKI Jakarta.
Umar berharap pemerintah DKI Jakarta dan Bekasi tidak memandang anak-anak Maluku dengan sebelah mata.
Secara khusus kepada pemerintah Provinsi Maluku, Umar Key berharap agar 11 kabupaten-kota yang ada di Maluku bisa membagi rata dan menampung pemuda Maluku yang ada di Jakarta.
“Saya pesan kepada Saudara Pela sekaligus Wakil Gubernur Maluku untuk ikut memperhatikan mereka” tutur Umar yang selama ini menjadi tempat penampungan mereka di Jakarta dan Bekasi.
Umar juga sadar bahwa saat ini Maluku memiliki ladang gas terbesar di dunia, yang terdapat di wilayah Tanimbang, yaitu Blok Masela. Menurut Wakil Gubernur Maluku Abdullah Vanath, megaproyek yang tak lama beroperasi itu membutuhkan 7.500 sampai 10.000 lebih tenaga kerja.
Oleh karena itu, guna membantu calon tenaga kerja di Blok Masela, Umar dan FPMM menawarkan kursus gratis bahasa Inggris kepada pemuda Maluku. FPMM membuka kesempatan kerjasama dengan pihak manapun dalam pelaksanaan kursus itu. Kursus bertujuan meningkatkan sumber daya manusia pekerja di ladang gas terbesar itu.
Umar juga berharap proyek Blok Masela bisa menampung anak Maluku. Dia tak ingin peluang lapangan kerja itu diisi oleh mereka yang bukan anak Maluku. Karena itu, dia berharap pemerintah provinsi Maluku sudah mengantisipasi semua ini.
Umar Key berharap, dengan kualitas SDM yang memadai, maka anak-anak Maluku mendapat kesempatan untuk bekerja dan meningkatkan kehidupan ekonomi mereka dan ekonomi masyarakat.
Sebagai tokoh muda Maluku yang dikenal di tingkat nasional, Umar mengajak seluruh elemen masyarakat Maluku untuk bersatu memikirkan masa depan Maluku, yang juga adalah masa depan Indonesia.
Provinsi Maluku adalah satu dari 8 provinsi yang pertama menyatakan diri bergabung dengan Negara Kesatuan Republik Indonesia. Dan, sejarah perjuangan melawan kolonialisme di Indonesia mencatat nama Kapitan Pattimura sebagai pahlawan yang pertama memberontak terhadap kolonial Belanda, pada 1817. Karena itu, Maluku tak bisa dipisahkan dari NKRI. * (Rika)



More Stories
Sikap dan Pernyataan Ketua Umum FPMM Umar Kei Terhadap Peristiwa di Maluku Tenggara
LMP dan M1R Kecam Dugaan Penghinaan Profesi Serta Rasisme Oleh Oknum Manajer Kursus Bahasa Inggris di Kelapa Gading
Perkuat Silaturahmi, FBR Korwil Jakarta Pusat Gelar Halal Bi Halal Bersama Heri Kustanto, S. H