![]()
Bekasi – MCN.com – Di tengah amuk massa pendemo yang marak bermunculan hampir di seluruh Indonesia, masih ada kelompok masyarakat yang tak ingin keindahan kotanya dihancurkan oleh tindakan perusakan pendemo.
Mereka juga gesit mengambil langkah-langkah dengan banyaknya 50 pasukan anggota FPMM turun ikut mengamankan situasi, menjaga kantor-kantor polisi yang sedang menjadi sasaran tindakan anarkis massa.
Di Kota Bekasi, berbagai kelompok itu bergandengan tangan membantu polisi dan aparat keamanan serta pemerintah mengamankan fasilitas umum.
Ketua Umum DPP Front Pemuda Muslim Maluku, H. Umar Key Ohoitenan, S.H, ikut hadir di komplek Kantor DPRD Kota Bekasi, bersama sejumlah anggota DPRD dan pejabat pemerintah, membahas hal-hal yang perlu dilakukan agar tidak terjadi amuk massa di wilayah administrasi itu.
Seperti diketahui, anggota Ormas FPMM telah ikut membantu mengamankan beberapa kantor polsek, seperti Polsek Duren Sawit, Polsek Pondok Gede, Polres Jakarta Timur, dan juga Gedung DPRD Kota Bekasi.
Dalam pertemuan itu hadir Walikota Bekasi dan Wakil Walikota Bekasi, Dandim, Ketua DPRD Bekasi dan seluruh anggota DPRD Bekasi.
Bersama warga masyarakat, anggota FPMM ikut menjaga dan memberikan suasana kondusif kepada kehidupan masyarakat Bekasi.
Selama aksi demo merebak, sudah banyak anggota masyarakat yang merasa terganggu dalam aktivitas keseharian mereka. Mereka berharap, situasi Jabodetabek secepatnya normal kembali.
Aksi demo yang berdampak pada aksi pembakaran kantor polisi dan kantor pemerintah serta pertokoan, sesungguhnya merupakan akumulasi dari persoalan politik dan ekonomi masyarakat.
Masyarakat mulai merasakan beratnya hidup di tengah iklim ekonomi yang tak menentu, baik karena kebijakan ekonomi yang tidak tepat sasaran maupun makin sulitnya mencari pekerjaan.
Banyak tenaga muda yang produktif tapi tak memiliki pekerjaan, membuat banyak wajah muda yang terlihat dalam pelbagai aksi demo itu.
Ketua Umum, FPMM H. Umar Key Ohoitenan berharap tentu kita, sebagai anak bangsa berkewajiban membantu pemerintah maupun membantu masyarakat agar bisa menyelesaikan masalah dengan cara-cara yang lebih bijaksana.
“Kita semua sangat berharap, agar aksi-aksi anarkis segera dihentikan dan kita duduk bersama untuk mencari solusi bersama. Yang mendesak saat ini adalah tidak terjadi lagi aksi anarkis dan pelbagai bentuk kekerasan. Karena, kita semua juga yang akan mengalami dampak dari pembakaran-pembakaran ini. Saya yakin, kita berjiwa besar untuk jadi persatuan kita dan para pemimpin kita akan mencari solusi yang tepat,” ujar H. Umar Key Ohoitenan. **(Rika)



More Stories
28 Tahun Reformasi 1998: Demokrasi Tumbuh, Oligarki Menguat, Keadilan Sosial Masih Diperebutkan
Sikap dan Pernyataan Ketua Umum FPMM Umar Kei Terhadap Peristiwa di Maluku Tenggara
LMP dan M1R Kecam Dugaan Penghinaan Profesi Serta Rasisme Oleh Oknum Manajer Kursus Bahasa Inggris di Kelapa Gading