![]()
Gowa – MCN.com – Perayaan HUT 80 Tahun Kemerdekaan Indonesia pada 17 Agustus 2025 disambut dengan gegap gempita masyarakat Indonesia. Pelbagai kegiatan digelar, baik sebelum hari-H maupun keesokan harinya yang merupakan hari libur nasional.
Di Jakarta, Presiden Prabowo Subianto yang memimpin upacara detik-detik proklamasi itu tak bisa menutup rasa gembiranya dengan ikut bergoyang saat lagu pop daerah NTT “Tabola Bale” dilantunkan.
Gelaran upacara itu terbilang lebih meriah dibanding tahun-tahun sebelumnya, karena banyak warga bisa hadir di kompleks istana setelah jauh hari sudah mendaftarkan diri.
Di daerah-daerah, pelbagai kegiatan juga memeriahkan perayaan 80 tahun kemerdekaan itu. Indonesia tak gelap, seperti dibayangkan para analis politik di layar televisi.
Di tengah kemeriahan perayaan kemerdekaan negara itu, ada sepenggal kisah mengharukan ketika dua orang bocah berusia 7 tahun tertangkap kamera sedang memungut sisa-sisa kue para pejabat dan tamu yang ikut upacara bendera di Lapangan Hasanuddin, Gowa, Makassar, Sulawesi Selatan, Minggu (17/8/2025).
Di bawah sorotan kamera televisi, kedua bocah, yang kemudian diketahui bernama Syamsul (7) dan Aidil (7), terekam tengah mengumpulkan sisa-sisa kue yang ada di sekitar tempat duduk pejabat dan undangan dalam upacara bendera tersebut.
Sadar bahwa diri mereka disorot kamera, kedua bocah sempat melemparkan senyum ke arah kamera. Oleh-oleh “perayaan kemerdekaan RI” itu kemudian dibawa pulang ke rumah mereka di komplek Agus Salim, Jl. Beringin, Kecamatan Somba Opu, Gowa.
Aidil dan Syamsul memang tak asing dengan lapangan Hasanuddin. Setiap ada gelaran kegiatan di lapangan itu, Aidil sering datang dan menonton. Tentu saja dengan mengais apa yang bisa dimakan. Keluarganya terbilang miskin.
Tetapi, tangkapan kamera itu kemudian menjadi video yang viral di media sosial, di seluruh Indonesia. Masyarakat Indonesia yang dikenal peduli, melontarkan rasa prihatin dan peduli pada kedua bocah.
Kapolres Gowa AKBP Muhammad Aldy Sulaiman, SIK, M.Si tak luput ikut menyimak video tiktok itu. Hatinya langsung tergerak. Ini bukan hal baru yang menggerak hatinya.
Sebagai seorang polisi, sikap ketergerakan hati itu sudah menjadi habitus dalam sikap dan hidupnya. Pendidikan di kepolisian justru sangat menekankan hal itu: dekat dengan hati masyarakat. Spontan ia tergerak dan berpikir mengunjungi kedua bocah di rumahnya.
Sore menjelang malam, Kapolres Aldy Sulaiman melangkah menyusuri jalan menuju rumah kedua bocah. Aldy dan beberapa anggotanya pun diterima dengan ramah oleh kedua orangtua Syamsul dan Aidil.
Hati Aldy bertambah haru ketika bisa bertemu dengan Syamsul dan Aidil malam itu, bercakap dengan mereka. Suasana pun jadi cair, mereka jadi akrab dan sangat senang.
“Alhamdulillah, pada malam ini, kami bisa berkunjung ke rumah kedua anak ini. Kami sangat berterima kasih bisa bersilaturahmi kepada orangtua dari anak-anak tersebut, tentunya kami juga ada sedikit memberikan perhatian. Insyaallah besok bila tidak ada halangan, kami akan mengundang kedua orangtua tersebut dan anak-anaknya datang ke kantor kami, Selasa 19 Agustus 2025” tutur pria kelahiran Medan, Sumatera Utara itu.
Sebagai anggota polisi yang sudah punya banyak pengalaman berinteraksi dengan masyarakat dalam pelbagai tingkat usia, Aldy bertanya kepada mereka tentang keinginan mereka saat ini.
Selain mengaku sedang duduk di bangku SD Bertingkat, Gowa, Makassar, Syamsul dan Muhammad Aidil jujur mengungkapkan keinginan mereka memiliki sepeda.
Akhir silaturahmi itu, Kapolres Gowa, Aldy Sulaiman, mengundang kedua bocah dan kedua orangtua mereka mengunjungi Kantor Polres Gowa.
Di situ Kapolres Aldy Sulaiman dan jajarannya sudah menunggu dan langsung memenuhi permintaan kedua bocah. Aldy menyerahkan tas sekolah berisi seragam baru, buku, dan alat tulis, dan mainan helikopter, serta tentu saja sepeda yang diidamkan kedua murid SD itu.
Mata dan senyum kedua bocah segera berkembang. Rasa bahagia membalut diri mereka. Itulah hadiah terindah untuk keduanya di kala bangsa ini genap 80 tahun merayakan kemerdekaan.
Dan, di Polres Gowa, Makassar, ada Kapolres Aldy Sulaiman dan jajarannya yang tetap memelihara semangat peduli dan mencintai rakyat kecil seperti Syamsul dan Aidil.
Kepekaan sang polisi telah membuat banyak netizen terharu dan memberi ucapan terima kasih. Rasa bangga itu tak hanya diarahkan kepada Kapolres Gowa dan jajarannya, tapi juga kepada seluruh segenap Bhayangkara Indonesia.
Tindakan kemanusian AKBP Aldy Sulaiman memperlihatkan bahwa kepolisian negara ini masih sangat peduli dan punya hati pada warga kecil dan miskin.
Kapolres Gowa, AKBP Aldy Sulaiman lahir di Medan dan menjabat sebagai Kapolres Gowa sejak 9 April 2025. Sejak awal Aldy masuk polisi karena ingin mengabdi kepada bangsa ini. Tekad itu nyata dan terus berproses dalam bentuk-bentuk pengabdian mereka. Kapolres Aldy Sulaiman telah memberikan kado terbaik kepada Indonesia Merdeka.**(Rika)



More Stories
Survei IDM: Kepercayaan Publik terhadap Polri Meningkat Hingga 79,2 Persen
Buka Rakernis Reskrim, Kapolri Instruksikan Ciptakan Rasa Aman dan Keadilan Untuk Masyarakat
Polri Pastikan Pemulihan Mental Korban, Tim Trauma Healing Turun di RSUD Bekasi