![]()
Jakarta – MCN.com – Kedua bola mata Zulmi Zulham Sarluf, S.PWK tampak berbinar-binar. Senyumannya merekah perlahan saat disambut teman-teman sesama wisudawan mahasiswa Universitas Krisnadwipayana (UNKRIS, Jakarta. Itulah momen terindah, yang hampir dirasakan semua mahasiswa.
Bagi Zulham, yang datang jauh dari daerah untuk mengejar cita-citanya di bidang teknik perencanaan wilayah dan kota, menyelesaikan kuliahnya juga merupakan merupakan wujud tanggung jawab kepada kedua orangtuanya, di kampung halaman. Maka wajar saja, bahwa tak ada yang menggembirakan hatinya selain saat dirinya diwisuda bersama teman-teman satu angkatan.
Sesungguhnya, dia tak menyangka bisa meraih hasil kuliah seperti ini. Atas perjuangannya belajar tekun, Zulham didapuk lulusan dengan nilai terbaik.
Semua ini berawal dari daerah nun jauh di sana, dari Indonesia bagian timur. Zulham ikut merasakan kelemahan dan kelebihan dunia pendidikan di daerah. Sebagai anak tertua dari tiga bersaudara, Zulham yang kelihatan agak pendiam ini menanamkan dalam dadanya cita-cita untuk menjadi orang yang berguna bagi banyak orang di masa depan.
Di saat-saat semangatnya tengah membara, dia ditinggalkan ayah tercinta. Untuk sementara hatinya terpukul. Namun, nasehat-nasehat sang ayah dan bunda tak pernah hilang dari kesadarannya.
Itulah yang kuat mendorongnya tekadnya berjuang di kota besar seperti Jakarta. Di Jakarta, Zulham tinggal bersama paman dan bibinya, Edi dan Badiah Leimena. Dia sadar bahwa dirinya tak boleh manja lagi seperti dulu, saat hidup dengan orangtua kandung. Dia juga harus belajar bertumbuh jadi dewasa dan bertanggung jawab terutama terhadap tugas-tugasnya sebagai seorang mahasiswa.
Kisah Zulham adalah kisah perjuangan anak-anak Indonesia timur dalam meraih masa depan dengan memilih kuliah di tanah Jawa. Selain beradaptasi, mereka harus berjuang keras untuk meraih hasil yang memuaskan hati orangtuanya. Tak ada yang santai-santai, semuanya butuh usaha dan perjuangan. Selain problem keuangan, pergaulan, juga soal prioritas di antara pelbagai godaan kota besar.
“Saya ini pendiam atau pemalu. Tapi, saya juga mulai belajar mengasah kepribadian agar dapat berkomunikasi dengan teman, dosen, dan siapa saja. Ya, saya juga belajar lebih dewasa lagi,” tutur Zulham usai perayaan malam syukuran di kediaman Ketua Umum DPP Front Pemuda Muslim Maluku, Umar Ohoitenan, di komplek Perumahan Bina Lindung, Bekasi, Jawa Barat, Selasa (17/6/2025). Zulmi Zulham Sarluf, S.PWK adalah putra dari pasangan almarhum Drs. M. Jafar Sarluf dan Sarifah Ohoitenan, S.IP.
Malam itu, Selasa (17/6/2025), DPP FPMM dan warga Kei yang ada di Jakarta berkumpul untuk mendoakan keberhasilan kuliahnya. Bagi warga Kei, syukuran wisuda ini merupakan suatu dukungan dan doa sekaligus ajakan bagi putra-putri Kei dan Maluku Tenggara lainnya agar menyelesaikan tugas kuliah dengan baik.
Masyarakat Maluku Tenggara tetap melihat jalur pendidikan sebagai sarana tepat mencerdaskan anak bangsa dan dalam pengembangan sumber daya manusia (SDM). Tak salah bila ada dorongan kuat dari warga kepada generasi muda menempuh pendidikan yang lebih tinggi dan memadai demi dapat berkontribusi kepada masyarakat di masa depan.
Semangat saling mendukung sesama ini berakar pada tradisi dan budaya orang Kei, yakni budaya “Ain ni Ain” (saling menjaga dan memiliki) yang menjadi filosofi dasar hidup dan pergaulan sesama orang Kei. Semangat inilah yang mau dirayakan dalam setiap kegiatan kumpul warga Kabupaten Maluku Tenggara di Jabodetabek.
Pada acara syukuran wisuda itu, ayat-ayat suci Alquran dilantunkan oleh ustad H. Fakoubun. “Puji dan syukur kita panjatkan ke hadirat Allah SWT, atas rahmat, atas ilmu, atas rejeki, atas usia kita, pada malam hari ini, kita berada di kediaman Bapak Haji Umar Ohoitenan, Ketum DPP Front Pemuda Muslim Maluku. Hari ini kita datang bersama-sama memanjatkan doa syukur atas telah lulus ananda Zumi Zulham Sarluf, S.PWK yang telah menyelesaikan studi dengan nilai terbaik di Universitas Krisnadwipayana (UNKRIS) Jakarta, “ ujar Ustad Fakoubun.
“Terima kasih kepada Etty Ohoitenan dan Fatiah Ohoitenan yang sudah menyediakan fasilitas rumah, makan, dan kesabaran. Saya ucap terima kasih kepada Ibu Badiah Leimena dan Bapak Edi. Terima kasih kepada keluarga besar DPP FPMM, keluarga besar Danar, keluarga Sarluf, keluarga Ohoitenan, keluarga Rahayaan, Rahakbauw, Raharusun, dan Bang Ipul yang hadir bersama kita,” tutur penyelenggara acara.
Malam ini Zulham sudah memberi contoh bagi yang lain. Mudah-mudahan anak Maluku yang ada di Jakarta berdiri sebagai garda, menjadi tokoh ilmu yang terbaik di Indonesia.
“Ayah saya dari Maluku, mama dari Jawa. Kami memelihara dan mendampingi Zulham selama kuliah di Jakarta. Pengalaman kami dengan dia tentu saja warna-warni, ada kekurangan dan kelebihan. Zulham itu orangnya baik dan jujur. Ya, dengan mengikuti kuliah, dirinya juga makin berkembang, makin dewasa dan bertanggungjawab. Kami berharap, Zulham sukses dalam kerja dan memperhatikan kedua adiknya,” tutur B. Leimena, yang selama ini mendampingi Zulham dengan penuh tanggung jawab. **(Rika)



More Stories
Wondr Kemala Run 2026 Sukses Digelar, Dongkrak Ekonomi Bali, Libatkan UMKM dan Salurkan Donasi Kemanusiaan
Lanal Bengkulu Ikuti Apel Gelar Latihan Kesiapsiagaan Operasional Penanggulangan Bencana Alam Gempa Bumi Megathrust Tahun 2026
Bangkitkan Semangat Petualang Sehat, Danlanal Bintan Dukung Pembukaan Jelajah Alam dan Hiking Rally II 2026