Juni 25, 2026

John Tabo dan Ones Pahabol Dilantik Presiden Prabowo, Velix Wanggai: Kami Semua Siap Dukung Gubernur dan Wakil Gubernur Papua Pegunungan

Spread the love

Loading

Jakarta – MCN.com – Dr John Tabo dan Dr Ones Pahabol dilantik Presiden RI Prabowo Subianto sebagai Gubernur dan Wakil Gubernur Provinsi Papua Pegunungan di Istana Negara, Kamis (17/4/2025). Dengan demikian, John Tabo dan Ones Pahabol menjadi Gubernur pertama Provinsi Papua Pegunungan.

John Tabo dan Ones Pahabol telah ditetapkan dengan surat keputusan KPU Papua Pegunungan pada 25 Februari 2025 sebagai pemenang Pilgub Papua Pegunungan 2024 untuk masa bakti 2025-2030.

Setelah menanti beberapa lama, akhirnya Presiden Prabowo Subianto melantik Gubernur dan Wakil Gubernur Papua Pegunungan itu, pada Kamis (17/4/2025) bersama Gubernur Hidayat Arsani dan Wakil Gubernur Hellyana dari Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel).

Mantan Penjabat Gubernur Papua Pegunungan Velix Vernando Wanggai, dalam sambutannya di Hotel Redtop, Jakarta Pusat, mengungkapkan rasa syukur dan bangga karena Gubernur dan Wakil Gubernur definitif Provinsi Papua Pegunungan akhirnya dilantik Presiden Prabowo.

“Pertama-tama kita semua patut berterima kasih atas Kemuliaan Tuhan. Tuhan berikan yang terbaik untuk masyarakat Papua Pegunungan. Kedua, atas nama pribadi dan keluarga besar Wanggai, saya ucapkan selamat kepada Bapa Gubernur dan Bapa Wakil Gubernur, yang adalah orangtua kita, yang saya percaya akan melayani masyarakat Papua Pegunungan dengan lebih baik lagi,” tandas Velix Wanggai, disambut aplaus meriah.

Velix Wanggai juga mengucapkan terima kasih kepada masyarakat Papua Pegunungan yang telah menemaninya dalam memimpin Provinsi baru itu. “Mohon maaf bila selama melayani masyarakat terjadi kekhilafan karena kita terbatas waktu, dana, kemampuan, dan geografi, sehingga belum bisa melayani semua orang,” tambahnya.

Velix pun berjanji akan siap sedia membantu pimpinan yang baru ini. “Saya tak kemana-mana. Saya ada di sini untuk Papua Pegunungan,” kata Penjabat Gubernur Papua Pegunungan itu.

Velix Wanggai sebagai penjabat, telah memimpin Provinsi Papua Pegunungan sejak 10 November 2023 dan berakhir pada 17 April 2025 setelah gubernur definitif Provinsi Papua Pegunungan dilantik oleh Presiden Prabowo.

Hadir dalam ucapan syukur di Hotel Redtop itu sejumlah pejabat birokrasi Papua Pegunungan, anggota DPR RI Dapil Papua Pegunungan, pimpinan Majelis Rakyat Papua (MRP) Papua Pegunungan, komisioner KPU dan Bawaslu, para pimpinan parpol di Papua Pegunungan, para tokoh adat, masyarakat, agama, Pemuda, perempuan, pimpinan OPD, dan para relawan.

Provinsi Papua Pegunungan merupakan sebuah honai besar (rumah besar) masyarakat Papua Pegunungan yang baru terbentuk dua tahun lalu. Ada 8 kabupaten. Karena itu Velix Wanggai berharap masyarakat Papua Pegunungan bergandengan tangan untuk membangun kehidupan mereka.

“Selalu pribadi dan sebagai bagian dari pemerintah pusat, selama ini saya banyak belajar tentang peradaban, kekayaan, ilmu-ilmu, filosofi, dan kearifan lokal yang tumbuh ribuan tahun di Papua Pegunungan. Itu menjadi fondasi dasar dan filosofi untuk honai besar Papua Pegunungan,” ucap Velix yang menjadi penjabat gubernur selama 525 hari.

Usai dilantik, Gubernur John Tabo mengatakan dirinya sebagai gubernur belum memiliki kantor gubernur, sehingga untuk sementara menempati bekas kantor dinas pendidikan.

John Tabo juga mengatakan akan fokus pada pendidikan, membuka akses ekonomi masyarakat dan UMKM. John, yang sudah beberapa kali menjabat sebagai Bupati di Papua Pegunungan itu sangat memahami keadaan masyarakat dan kondisi alamnya.

John Tabo merupakan sosok yang sangat dikenal masyarakat karena keberhasilannya memimpin dan melayani masyarakat di Papua Pegunungan.

Kini masyarakat Papua Pegunungan telah memiliki John Tabo dan Ones Pahabol, yang diharapkan mampu melakukan transformasi di Provinsi yang baru tersebut.

Tantangan pembangunan di Papua Pegunungan tidak kecil. Namun, seperti kata Velix Wanggai, bahwa dengan bekerja sama antara pemerintah dan pelbagai pemangku kepentingan serta masyarakat Papua Pegunungan, maka harapan dan kerinduan hidup damai dan sejahtera akan digapai.* (Rika)