Agustus 25, 2026

Ketua Umum DPP FPMM Umar Ohoitenan Gelar Open House Selama 3 Hari: Umat Muslim dan Kristen Maluku Saling Memaafkan

Spread the love

Loading

Jakarta – MCN.com – Pemandangan mengharukan hati terjadi pada Idul Fitri 1446 Hijriah/2025 ketika warga Maluku dan Maluku Utara, yang beragama Islam dan Kristen, saling berjumpa halalbihalal di rumah kediaman Ketua DPP Front Pemuda Muslim Maluku (FPMM) H. Umar Ohoitenan, Bina Lindung, Bekasi, Senin (31/3/2025). Mereka saling memberi maaf-memaafkan satu sama lain.

Sholat Ied di Masjid Ar-Romlah dipimpin oleh imam sholat Ustad Husein Fakaoubun (Ketua Bidang Kerohanian FPMM), dan Khotib Idul Fitri oleh Al Ustadz Drs. M. Qosim Matdoan.

Usai sholat Id di Masjid Ar-Romlah, pintu rumah kediaman Umar Ohoitenan dibuka untuk umum. Dalam Open House itu, Umar bersama keluarga dan Keluarga Besar FPMM didatangi sejumlah kalangan baik dari pemerintah maupun warga masyarakat, serta kenalan-kenalan Umar dan FPMM.

Di antara mereka, saudara dan kenalan Umar dan FPMM dari umat Kristiani asal Maluku yang datang memberi ucapan selamat dan halalbihalal. Perjumpaan itu sangat mengharukan hati Umar dan FPMM.

Open House di kediaman Umar Ohoitenan dibuka selama tiga hari.

Sebagai tokoh pemuda Muslim dan pemuda Maluku, Umar dipandang sebagai sosok pemersatu Pemuda Maluku dan pemuda Maluku Utara. Umar juga dikenal oleh kalangan pemerintah, tokoh politik, dan tokoh budaya serta kalangan bisnis di Jakarta.

Umar Ohoitenan menginginkan tradisi kebersamaan dan toleransi yang sudah lama dipraktikkan umat Muslim dan Kristiani di Maluku itu dapat diteruskan di perantauan.

Sejak lama persatuan antar-umat beragama di Maluku sangat dikuatkan dengan persatuan budaya mereka sebagai anak adat. Adat itu mengatur hubungan mereka sejak lahir hingga kematian.

Dalam masyarakat Kei, Maluku Tenggara, hal itu diatur dalam Hukum Larvul Ngabal. Dalam pergaulan sehari-hari warga Kei hidup dalam semangat “Ain Ni Ain”, saling menjaga sesama atas dasar rasa memiliki.

Sudah lazim dipraktikkan pada saat Idul Fitri di Maluku, sesama saudara yang Kristen mengunjungi saudaranya yang Muslim untuk bersilaturahmi dan saling maaf-maafan.

Semangat persaudaraan yang berakar secara kultural dalam budaya Maluku dan Maluku Utara itu sudah terbukti sangat menguatkan mereka satu sama lain, selama puluhan tahun.

Pemandangan persaudaraan itu juga terlihat pada saat membangun gereja dan Masjid di mana kedua komunitas ini saling terlibat.

Di kota Tual, Maluku Tenggara, misalnya, malam takbiran, Minggu (30/3/2025) diikuti juga oleh umat Kristiani dalam pawai obor keliling kota dipimpin langsung Walikota Tual Yani Renuat dan diiringi pasukan trompet yang dimainkan oleh Pemuda Kristen. Jalan-jalan utama Kota Tual dipenuhi masyarakat yang berpawai dalam semangat saling memaafkan. Itulah tradisi di kampung halaman Umar Ohoitenan.

Bagi Umar Ohoitenan, tradisi yang baik dan positif itu perlu dihidupkan terus, termasuk ketika orang-orang Maluku berada di perantauan seperti di Jabodetabek. Semangat silaturahmi, menurut Umar, akan berdampak pada sikap saling peduli saudara dan sesama manusia.

Sebagai Ketua Umum FPMM, Umar juga memiliki misi menyatukan semua orang agar hidup dalam persaudaraan dan damai. Misi itu sejalan dengan misi Islam sebagai agama yang memberikan rasa damai kepada umatnya dan masyarakat pada umumnya.

Maka momentum Idul Fitri menjadi suatu silaturahmi dengan sesama sebagaimana diajarkan dalam Islam. Idul Fitri menjadi Hari Kemenangan karena kita kembali menyadari diri yang lemah tetapi dikuatkan dan diberi rahmat oleh Allah SWT.

Umar Ohoitenan bersama FPMM terus menjalin komunikasi dengan pelbagai pihak dan kalangan masyarakat dan menggelar kegiatan-kegiatan kemanusiaan bagi orang-kecil. Mereka ingin membangun sebuah persaudaraan yang sejati dan memperlihatkan bahwa Islam itu indah dan damai. **(Rika)