April 30, 2026

Wakil Presiden Ma’ruf Amin Tekankan Pembangunan SDM Demi Membangun Peradaban dan Perdamaian Dunia

Spread the love

Loading

Jakarta – MCN.com – Wakil Presiden RI Ma’ruf Amin menekankan pentingnya pembangun sumber daya manusia Indonesia, termasuk umat Islam, agar mampu bersaing di kancah internasional dan dalam menghadapi tantangan global.

Ma’ruf Amin mengatakan permasalahan global semakin besar dan rumit sehingga menyulitkan terciptanya perdamaian dunia dan keadilan.

Berbicara dalam Konferensi Internasional “Agama, Perdamaian, dan Peradaban” yang digelar Majelis Ulama Indonesia dalam kerja sama dengan Rabithah Alam Islami, di Hotel Sultan, Jakarta, Senin (22/5/2023), Wakil Presiden Ma’ruf Amin mengajak para tokoh agama itu untuk menjadi pelopor yang mengarus-utamakan Islam moderat sehingga Islam dapat berkontribusi lebih besar pada perdamaian dunia.

“Saya mengapresiasi konferensi ini, mengapresiasi inisiatif MUI yang mengajak para tokoh agama Islam dari 20 negara untuk mengambil peran penting menjaga perdamaian dunia,” tutur Ma’ruf Amin.

Lebih jauh Wakil Presiden mengatakan, saat ini dunia tengah mengalami berbagai masalah seperti perang, perubahan iklim, intoleransi, dan berbagai masalah kemanusiaan. Karena itu, dalam konferensi internasional yang tidak hanya dihadiri oleh para tokoh agama Islam, melainkan juga tokoh agama non-Islam, Ma’ruf Amin mendorong peran para tokoh agama untuk menciptakan dunia yang adil, aman, dan damai.

“Kalau para tokoh agama ini terus menekankan perdamaian, ini akan memberi tekanan pada PBB untuk mengambil langkah yang lebih tegas dalam mengawal perdamaian dunia,” tegas Wapres RI ini.

Konferensi internasional ini akan berlangsung selama tiga hari di Jakarta (21-23/5/2023) dan dihadiri 300 peserta baik dari dalam negeri maupun mancanegara. Turut hadir Wakil Rabithah Alam Islami untuk Asia Tenggara Syekh Abdurrahman Khayyat dan para pengurus MUI.

Ketua Komite Pelaksana Konferensi Internasional Safira Machrusah mengatakan, MUI berkomitmen bersama pemerintah menjadi wadah aspirasi umat Muslim Indonesia terutama dalam mendukung pembangunan peradaban yang lebih maju.

“Tujuan kami dengan konferensi ini adalah mengarus-utamakan keberagaman (Indonesia) yang berkontribusi bagi perdamaian dan pembangunan peradaban. Nanti dalam diskusi-diskusi akan coba ditemukan model-model ada keberagaman yang transformatif sebagai sarana pengembangan peradaban dan perdamaian dunia,” tutur Safira, Senin (22/5/2023).

Saat membuka konferensi internasional pada Minggu (21/5/2023), Wakil Ketua Umum MUI Marsudi Syuhud mengungkapkan, konferensi juga akan mengkaji semua ajaran agama di Indonesia selain mencari model pengajaran moderasi agama.

Indonesia menjadi laboratorium pembangunan moderasi agama. Selain memiliki negara yang luas, juga masyarakat Indonesia hidup dalam pluralisme. Keberagaman itu, sejak dulu, justru menjadi pemersatu kehidupan masyarakat Indonesia.

Karena itu, Indonesia dengan umat Islam terbesar di dunia dapat menjadi contoh bagaimana penganut Islam berkontribusi bagi perdamaian dalam kehidupan sehari-hari.

Wakil Presiden berharap, konferensi internasional ini semakin memperlihatkan kontribusi besar umat Islam Indonesia terhadap proses perdamaian dunia.* (Rika)