Oktober 15, 2026

Ketua Umum DPP FPMM Umar Key Ambil Alih Pemakaman Jenazah Wanita Asal Kei Korban Pembunuhan di Bekasi

Spread the love

Loading

JAKARTA – Mediacitranusantara.com – Jasad seorang wanita muda asal Pulau Kei, Maluku, bernama K. Dwi Aprilia (19 tahun), ditemukan meninggal dunia di tempat kosnya di Jalan Asem Nirbaya, RT 17/RW 02, Pinang Ranti, Makasar, Jakarta Timur, pada Kamis (8/10/2026).

Korban ditemukan dalam keadaan tangan dan kaki terikat tali rafia serta leher terikat kaus hitam, dengan luka di bagian wajah. Bau busuk yang tercium dari kamar kos menjadi awal penemuan jenazah korban.

Para saksi segera melaporkan kejadian kepada Bhabinkamtibmas Pinang Ranti, Aiptu Ragil, dan pihak Polsek Makasar melakukan olah tempat kejadian perkara. Subdit Jatantras Polda Metro Jaya kemudian menyidik kasus ini dan berhasil menangkap dua pelaku KDO (22) dan ATW (27), di dua lokasi berbeda di Jakarta Timur dan Bekasi.

Dugaan sementara, pembunuhan bermotif ekonomi, di mana pelaku mengambil uang tunai sebesar Rp 250.000 beserta ponsel milik korban. Kedua pelaku kini telah ditahan dan dijerat dengan pasal-pasal terkait pembunuhan dan pencurian.

Melihat Bahwa jenazah korban belum diambil oleh pihak keluarga selama tiga hari di RS Polri Kramat Jati, H. Umar Key Ohoitenan, S.H., Ketua Umum DPP Front Pemuda Muslim Maluku (FPMM), mengambil inisiatif untuk mengambil alih pemakaman korban.

Mengingat korban asal Maluku dan beragama Islam, saya atas nama Ketua Umum DPP FPMM mengambil alih jenazah untuk dikuburkan di pekuburan Masjid Ar-Romlah, Bina Lindung, Bekasi. Bagi keluarga yang ingin datang mengunjunginya, silakan datang ke makamnya,” ujar Umar Key usai menerima penyerahan jenazah dari pihak penyidik Polda Metro Jaya, Kamis malam.

Prosesi pemakaman berlangsung dengan dihadiri warga asal Kei dan masyarakat Maluku di Jabodetabek sebagai wujud belasungkawa dan penghormatan terakhir kepada saudari mereka.

Kasus seperti ini bukanlah yang pertama ditangani oleh Umar Key dan FPMM. Pihak kepolisian pun rutin berkoordinasi dengan FPMM apabila ada warga Maluku yang mengalami kesulitan di wilayah Jabodetabek. Kompleks Masjid Ar-Romlah sekaligus menjadi pusat pertemuan dan tempat berlindung bagi warga perantau Maluku yang membutuhkan bantuan. **(RN)