Februari 17, 2026

Ketua Umum FPMM Umar Kei Ohoitenan Kembali Berangkatkan Jamaah Umroh, Ustad Hasan Yeubun: Tamu Allah SWT Butuh Kesabaran

Spread the love

Loading

Bekasi – Mediacitranusantara.com – Ketua Umum Dewan Pengurus Pusat (DPP) Front Pemuda Muslim Maluku (FPMM) Haji Umar Kei Ohoitenan, SH, kembali memberangkatkan para jamaah umroh sebagai “tamu Allah SWT” ke Tanah Suci. Seluruh biaya serta akomodasi ditanggung secara penuh olehnya sebagai bagian dari ibadah dan tanggung jawab sebagai Muslim yang taat.

Kali ini, sebanyak delapan orang diberangkatkan, yaitu Husen Fakaubun, Moh. Padang Rahakbauw, M. Arjuna Junior Ohoitenan, Safwan Husin Ohoitenan, Rasya Langit Raditya Ohoitenan, Sri Rahayu, Renabon Rahanar, dan Mahroza (Intan).

Sebelum keberangkatan, digelar acara “Doa Ratib Ibadah Umroh” di Aula UK Masjid Ar-Romlah, Binalindung, Kota Bekasi, pada Rabu (4/2/2026). Acara dihadiri oleh Keluarga Besar Haji Umar Ohoitenan beserta istri-istrinya, serta tokoh-tokoh termasuk Drs. H. Qosim Matdoan, Drs H. Hasan Yeubun, Drs H. Dahlan Rahayaan, H. Abas Hnubun, H. Syukur Ohoitenan, Ketua RW 02, para Habaib, tokoh agama, masyarakat, adat, dan Keluarga Besar FPMM.

Acara dimulai dengan pembacaan Kalam Ilahi oleh Nanda Safwan Husin Ohoitenan (putra ke-19 Haji Umar Ohoitenan) beserta gurunya Husen Fakaubun. Anak muda tersebut mampu membawakan doa dengan lancar, fasih, dan penuh hikmah.

Selanjutnya, Drs Hasan Yeubun menyampaikan sekapur sirih. Ia menyebutkan bahwa tempat tersebut telah berkali-kali menjadi lokasi pelantikan jamaah umroh, terakhir pada Juli 2025, dan akan ada lagi keberangkatan pada Agustus 2026. “Kita berdoa agar Allah SWT berikan kekuatan kepada Bapak Umar dan keluarganya, serta semakin banyak jamaah yang diberangkatkan,” ujarnya.

Yeubun juga mengucapkan terima kasih dan menegaskan pentingnya membangun relasi pribadi dengan Allah SWT. “Ini adalah perjalanan ibadah, sehingga kita harus memiliki kesabaran yang penuh. Semoga semuanya berjalan lancar hingga kembali ke Indonesia,” tambahnya.

Doa Ratiban Umroh dibawakan oleh Ustad Drs Dahlan Rahayaan, M.Ikom, sedangkan ceramah hikmah umroh disampaikan oleh Ustad Drs Qosim Matdoan. Acara juga diiringi dengan bacaan “Talbiyah” penuh haru dan permohonan maaf dari keluarga kepada calon jamaah.

Menurut MC acara, jumlah jamaah yang telah diberangkatkan serta kali pelaksanaan acara Ratiban Umroh di lokasi tersebut sudah tak terhitung lagi. “Semoga keberkahan bukan saja berlimpah pada Bang Umar, tapi juga kepada kita semua,” ujarnya.

Haji Umar Kei Ohoitenan mengaku tidak pernah menghitung jumlah keberangkatan atau biaya yang dikeluarkan. Ia hanya merasa senang dan bahagia melihat para jamaah bisa melaksanakan umroh dengan tenang dan lancar.

Melaksanakan umroh bukan hanya bagian dari ajaran Islam, melainkan juga wujud kerinduan manusia untuk berjumpa dan dekat dengan Allah SWT, serta menjalankan ajaran Islam sebagai agama damai. Wajah kedamaian ini terus disiarkan oleh Umar dan Keluarga Besar FPMM melalui berbagai program kerja, gerakan silaturahmi, dan rekonsiliasi sosial agar agama memiliki relevansi sosial di tengah masyarakat.

**(Rika)