Mei 25, 2026

Ormas Maluku Utara Bersatu (MUB) Rayakan HUT Ke-5, Elbarack Mansyur Husain: MUB dan FPMM Terus Berkolaborasi Majukan Maluku dan Maluku Utara

Spread the love

Loading

Jakarta – MCN.com – Masyarakat Maluku Utara Jabodetabek yang tergabung dalam Ormas Maluku Utara Bersatu (MUB) bertekad membangun kebersamaan demi menjaga dan memelihara nilai-nilai budaya, adat, dan tradisi yang menjadi fundamen kultural mendukung eksistensi mereka di Bumi Moloko Kie Raha, Maluku Utara.

Agar nilai adat, budaya, dan tradisi itu tetap terpelihara maka mereka harus berada dalam kesatuan yang kuat. Nilai adat, budaya, dan tradisi itu dipelihara dalam komunitas-komunitas kecil dan besar. Nilai-nilai itu menuntun perilaku mereka dalam kehidupan sosial sejak dulu hingga hari ini.

Hal itu diungkapkan Ketua Umum Maluku Utara Bersatu, Oktofianus A. Sero dalam sambutan memperingati Hari Ulang Tahun ke-5 Ormas MUB di Gedung DPR Partai Golkar, Jl. Raya Walang Baru, Semper, Jakarta Utara, Sabtu (5/7/2025).

Selain dihadiri perwakilan Gubernur Maluku Utara, milad ke-5 Maluku Utara Bersatu itu juga dihadiri para ketua ormas se-Jabodetabek, perwakilan bupati dan walikota, para tokoh adat dan tokoh politik asal Maluku Utara, serta warga Maluku Utara perantauan di Jakarta.

Walau terbilang masih belia, namun Ormas Maluku Utara sudah memiliki perangkat kepengurusan yang lengkap di seluruh Indonesia. Ada 33 DPD Maluku Utara Bersatu dan 3 DPW. Perayaan ini sekaligus merupakan silaturahmi antar warga Maluku Utara seluruh Jabodetabek.

Dalam sambutannya Ketua Umum Maluku Utara Bersatu, Oktofianus, mengatakan, Provinsi Maluku Utara yang memiliki kabupaten dan kota didiami penduduk yang hidup dengan memegang adat, budaya, dan tradisi yang telah terbukti menjaga eksistensi mereka. Kekuatan adat dan budaya itu memampukan penduduk Maluku Utara hidup dalam damai, aman, dan bersolidaritas tanpa membedakan agama, suku, ras, dan golongan.

Sejarah membuktikan bagaimana masyarakat Maluku Utara bahu-membahu mampu mengusir kolonial Portugis, Spanyol, Belanda, dan Jepang. Bukti sejarah itu memperlihatkan kekuatan budaya orang Maluku Utara yang hidup dalam pulau-pulau besar dan kecil, tiada tara.

Sekarang Provinsi Maluku Utara terus berpacu dalam pembangunan. Di bawah pemerintahan Presiden Prabowo dan kerja keras Gubernur Sherly Tjoanda, tanda-tanda kemajuan itu mulai terasa dan ada harapan ke depan. Berita terakhir memperlihatkan Maluku Utara sebagai provinsi dengan penduduk memiliki kesejahteraan yang tinggi.

Dalam kesempatan itu Oktofianus meminta pemerintah Provinsi Maluku Utara untuk segera membebaskan anak-anak adat yang ditahan aparat kepolisian karena melakukan protes terhadap kerusakan lingkungan akibat hadirnya pertambangan ekstraktif di daerah itu. MUB kecewa karena kerusakan lingkungan makin para akibat pertambangan nikel yang mengabaikan aspek lingkungan hidup masyarakat.

Ormas Maluku Utara Bersatu juga mendukung duet Prabowo-Gibran yang ikut memperhatikan Bumi Kie Raha tersebut, sehingga sudah mulai terlihat dampak positif dari pembangunan di daerah itu. Mereka juga meminta agar Gubernur Sherly memperhatikan warga Maluku Utara di Jabodetabek.

Anggota DPRD DKI Jakarta asal Maluku Utara, Ramly Muhammad, mengatakan pentingnya menjaga kebersamaan di antara warga Maluku Utara di Jabodetabek. “Hal-hal seperti ini kita kembangkan terus dengan membangun silaturahmi dari tingkat kecil menuju bangsa dan negara,” tutur anggota DPRD tiga periode itu.

Basri Sangaji mengatakan, walau di Maluku Utara ada banyak pulau, namun orang Maluku Utara pentingkan kebersamaan di antara mereka. Dia bangga Maluku Utara baru saja ditetapkan sebagai daerah paling sejahtera. Dia berharap ke depan Maluku Utara makin maju di bawah kepemimpinan Gubernur Sherly Tjoanda.

Sementara, Sekjen Front Pemuda Muslim Maluku, H. Elbarack Mansyur Husain, S.H, yang hadir mewakili Ketua Umum Front Pemuda Muslim Maluku, H. Umar Key Ohoitenan, S.H, mengapresiasi persaudaraan warga Maluku Utara di Jakarta. Atas nama Ketua Umum FPMM, Elbarack mengucapkan selamat HUT ke-5 kepada Ormas Maluku Utara Bersatu.

“Acara ini adalah bagian dari silaturahmi membangun kerja sama hubungan ini sehingga ke depan kita sama-sama juga membangun Maluku Utara dan Maluku. Pesan Ketum FPMM agar FPMM dan MUB terus berkolaborasi, memperhatikan sesama saudara dari Maluku dan Maluku Utara yang adalah satu saudara saja,” tutur Elbarack.

Dua provinsi di Indonesia bagian timur ini memiliki jalinan persaudaraan yang sudah sangat lama. “Dulu seluruh orang Maluku berada dalam satu provinsi, yaitu Provinsi Maluku. Sejalan dengan otonomi daerah, Maluku Utara dimekarkan dari Maluku. Namun, ikatan-ikatan tradisional seperti sejarah adat dan hubungan-hubungan relasional yang mendalam tak bisa dipisahkan. Karena itu, rasa kasih sayang, kepedulian, dan kerja sama perlu dilanjutkan terus, dari generasi ke generasi,” tutur Sekjen FPMM itu.

Menurut Sekjen Elbarack, FPMM dan MUB adalah partner kerja yang berusaha membangun kebersamaan warga Maluku dan Maluku Utara di tanah rantau. Melihat para perantau dari Maluku Utara dan Maluku di Jabodetabek, kedua Ketum ormas ini bertekad memajukan warga Maluku dan Maluku Utara tersebut. FPMM dan MUB optimis bisa menjadi penunjuk jalan bagi warga “Maluku”.

Salah satu kekuatan orang Maluku adalah ketaatan pada nilai adat, suku, budaya, dan agama. Nilai-nilai itu telah menghantar mereka sejak jaman dahulu hingga hari ini. Karena itu, Sekjen FPMM ini melihat pentingnya membangun kebersamaan, persatuan, dan solidaritas, yang memuncak pada semangat nasionalisme bangsa Indonesia.

Menurut Sekjen FPMM setiap ormas berdiri untuk membantu masyarakat dan karena itu ormas makin dicintai warga masyarakat, terutama mereka yang miskin dan kurang mendapat perhatian pemerintah. “Sekali lagi, kerja sama ormas itu sangat penting. Kita harus saling mengenal agar bisa membantu masyarakat kecil. FPMM sudah dan sedang berjalan menurut visi dan misinya. Semuanya demi kepentingan masyarakat,” pungkas Elbarack Mansyur Husain, S.H saat ditemui pada acara HUT ke-5 Maluku Utara Bersatu, di Semper, Jakarta Utara. **(Rika)