![]()
Jakarta – MCN.com – Open House Idul Fitri hari ketiga di kediaman Ketua Umum FPMM, H. Umar Ohoitenan, S.H, di Bina Lindung, Bekasi, Selasa (2/4/2025) masih didatangi pejabat pemerintah, kerabat, kolega dan keluarga besar dari komunitas-komunitas asal Indonesia bagian timur seperti Maluku dan Maluku Utara.
Di hari terakhir open house di awali dengan doa, makan bersama, dan hiburan ala budaya Maluku. Dalam acara hiburan Umar Ohoitenan berikan saweran kepada tamu, undangan,
Hadir dalam kesempatan ini Kapolsek Mampang Kompol S. Aba Wahid Key, S.Sos, M.H.
Sejak hari pertama, acara Open House menjadi ajang silaturahmi dalam semangat membangun kebersamaan dan persaudaraan. Keluarga besar Maluku dan Maluku Utara antusias hadir dan bersilaturahmi dengan Umar Ohoitenan dan keluarganya dan dengan keluarga besar Front Pemuda Muslim Maluku (FPMM).

Menurut Pembina Srikandi FPMM, Atty Ohoitenan, kehadiran tamu yang datang bersilaturahmi dengan Umar Ohoitenan selama 3 hari memperlihatkan luasnya relasi Umar dengan pelbagai pihak dalam masyarakat, termasuk komunitas-komunitas budaya di Jabodetabek.
Pada enam tahun terakhir Open House saat ini di kediaman Umar Ohoitenan digelar selama tiga hari. Sebelumnya, Open House berlangsung selama satu hari. Acara Open House merupakan kegiatan rutin yang dilakukan Umar Ohoitenan dan FPMM setiap tahun.
Banyak keluarga besar Umar berada di Jabodetabek, sehingga Umar menyediakan waktu untuk berkumpul dengan mereka. Suasana ini terinspirasi dari apa yang terjadi dalam masyarakat Kei.
“Sifat kekeluargaan yang dibangun oleh Umar kepada kita semua merupakan langkah untuk merangkul dan mengumpulkan keluarga kita untuk berada di sini sebagai lambang bahwa kita tidak melupakan budaya kita, budaya “Ain Ni Ain,” ujar Atty.
Atty menjelaskan, Umar amat mencintai keluarganya, baik anak, istri, dan keluarga besar Maluku dan Maluku Utara. Sehingga momen Idul Fitri menjadi kesempatan baik untuk Umar mengumpulkan keluarganya dan ada bersama mereka.
“Umar mengatakan, saya bisa cari uang, tetapi paling penting bagi saya adalah keluarga.ia merasa tidak bisa hidup tanpa keluarga. Dalam Open House, Umar mengumpulkan keluarga, makan bersama,bincang – bincang bersama, hiburan, menari, joget, dan memberi saweran. Hasil kerja Umar tak dinikmati dirinya dan keluarganya, tetapi ikut dibagikan kepada masyarakat,” tutur Atty.
Atty Ohoitenan juga mengatakan bahwa di FPMM ada orang Jawa, Sumatera, Kalimantan, Sulawesi, Maluku, Maluku Utara, dan Indonesia bagian timur. Kenapa? Karena Umar mampu mengumpulkan mereka. Umar adalah putra Kei yang mampu merangkul dan mengumpulkan banyak orang agar tetap hidup dalam semangat persaudaraan dan damai.
“Sebelum memperkenalkan budaya Maluku dan terutama budaya Kei kepada orang lain, terlebih dahulu Umar ajarkan budaya dan adat Kei kepada istri-istri dan anaknya, sehingga mereka paham bila melihat acara-acara orang Kei dan Maluku,” tambah Atty.
Sementara An Ingratubun yang sudah lama mengenal Ketua Umum FPMM, mengatakan dirinya merasakan sesuatu yang baik sekali karena setiap tahun merayakan Idul Fitri di kediaman Umar Ohoitenan.

“Sudah lama saya dan suami kenal Umar. Dia sosok luar biasa, baik untuk kami yang Kristen maupun warga masyarakat lainnya. ia unggul, karena cintanya melampaui batas-batas golongan dan agama. Anak-Anak dan istrinya juga luar biasa, mereka selalu menyapa semua orang,” tutur Ingratubun.
Glen Latupeirissa juga memberi kesan yang sama terkait usaha Umar Ohoitenan merangkul orang Maluku dan Maluku Utara di Jabodetabek. ia melihat kehadiran banyak orang selama tiga hari Open House sebagai tanda yang luar biasa.
“Ketua Umum kita benar-benar merakit dan mempererat hubungan kemanusiaan di antara kita, dengan melakukan kegiatan-kegiatan sosial-kemanusiaan. Beliau sudah tak memikirkan kepentingan pribadinya lagi. Bagi saya, FPMM ini ormas Maluku yang luar biasa, ia bisa bantu biaya sekolah, kuliah, bantu biaya orang sakit dan lainnya,” ungkap Latupeirissa.
Ketua DPW FPMM DKI Jakarta, Murad Malawat, mengatakan, dirinya cukup dipercaya Umar dengan memberikan jabatannya saat ini. Bahkan Umar telah menganggap Murad sebagai keluarganya.
Terkait gaya kepemimpinan Ketum FPMM, Murad mengatakan Umar Ohoitenan sangat peduli dan memperhatikan para pengurus FPMM dan para anggotanya. “Beliau transparan, terus terang, tak berprasangka, dan spontan. Baginya, nasib anggota harus diperhatikan dan diutamakan,” kata Murad saat hadir dalam Open House di Bina Lindung, Bekasi.
Murad melihat bahwa Ketua Umum FPMM itu memiliki kharisma tersendiri. “Ini rahmat yang diberikan Allah kepada Umar. Setiap kali beliau memperoleh kebaikan, pasti beliau berbagi. Saya sungguh merasakan hal itu,” papar Murad.
Sebagai pemimpin dan tokoh pemuda Muslim di Jabodetabek, Umar sadar akan tanggung jawab besar yang ada di pundaknya, yaitu tanggung jawab untuk membawa pemuda Indonesia untuk saling mendukung dan hidup damai.
Seperti kata Murad, bahwa sebagai pemimpin Umar sudah tidak sibuk dengan kepentingan dirinya. Konsentrasinya saat ini adalah sedapat mungkin membantu orang lain dan mendorong sesama untuk hidup lebih baik lagi. ** (Rika)



More Stories
HIKMU Bangkit Menuju Perubahan, Faruk Togologe: Fokus Layanan Sosial, Pendidikan, Kesehatan & Ekonomi Warga Diaspora
Gubernur Sherly Tjoanda Dorong HIKMU Perkuat Ekonomi Warga Maluku Utara di Jabodetabek Lewat UMKM
Pengukuhan Pengurus HIKMU 2026-2031, Ketum Askan Naim: Rumah Besar Persaudaraan Maluku Utara di Tanah Rantau