![]()
Jakarta – MCN.com – Acara Halalbihalal Pemuda Pancasila Tanah Abang, Jakarta Pusat, mempertemukan seluruh pengurus dan anggota PAC Pemuda Pancasila Tanah Abang dalam semangat saling memaafkan lahir dan batin serta siap menata langkah-langkah kolaboratif ke depan.
Sejumlah tokoh dalam jajaran Pemuda Pancasila terlihat hadir, seperti Ketua MPC Pemuda Pancasila Jakarta Pusat Royan M. Khalifah, Ketua MPW IIyas Abdullah, Penasehat PAC Haji Dedy Syukur, Ketua Bamus Betawi, Camat Tanah Abang Dicky Suherman, Haji Tirta Lunggana, Sekretaris Kelurahan Kampung Bali Bapak Redi, Srikandi Unit Kerja Tanah Abang Siti Safiyah, para Ketua Ranting dan anggota PAC Pemuda Pancasila Tanah Abang.
“Kita bersyukur dapat hadir di sini. Tema kita “Taburkan Maaf, Sucikan Hati”. Kita saling memohon maaf satu sama lain. Saya ucapkan terima kasih kepada Ranting Kampung Bali sebagai penyelenggara acara ini. Semoga ke depan, kita makin kompak,” ujar Royan Khalifah.
Kegiatan digelar di Kampung Bali, Tanah Abang, Sabtu (27/4/2024), dibuka dengan pentas pencak silat, sambutan, doa, acara halalbihalal, santap bersama, dan konvoi ke setiap Ranting Pemuda Pancasila di Kecamatan Tanah Abang.
Ketua Panitia, sekaligus Sekretaris PP Ranting Kampung Bali, Asril, mengatakan, tujuan acara ini untuk memperkuat tali organisasi Pemuda Pancasila, baik PAC, Ranting, Anak Ranting dan seluruh anggota Pemuda Pancasila Tanah Abang.
Pemuda Pancasila Tanah Abang diharapkan terus berkibar dan melanjutkan visi-misinya secara utuh, mengembangkan profesi, meningkatkan derajat sumber daya manusia anggota dalam meraih mimpi dan masa depan,” ungkap Asril dalam pengantarnya.
Banyak kegiatan kegiatan Pemuda Pancasila Tanah Abang bakal dilaksanakan, karena itu Asril mendorong kerja-kerja kolaboratif, baik internal maupun eksternal.
“Halal bihalal ini menjadi suatu kehormatan bagi Pemuda Pancasila Tanah Abang karena dihadiri banyak tokoh kita. Kita akan berkolaborasi dengan semua pihak agar kita makin berkembang,” tutur Ketua PAC Pemuda Pancasila Tanah Abang, Rudi Nurdin.
Nurdin mengingatkan, bahwa Jakarta sudah bukan daerah khusus ibukota (DKI) lagi, sehingga masyarakat dan Pemuda Pancasila harus mempersiapkan diri dengan otonomi daerah. “Budaya Jakarta atau budaya Betawi harus kita rebut kembali, sesuai Pergub Nomor 4 Tahun 2012. Semua pihak harus didorong untuk ikut melestarikan budaya Betawi,” ujar Rudi Nurdin.
Dalam sambutannya, Ketua MPC Pemuda Pancasila Jakarta Pusat Royan M. Khalifah mengatakan Tanah Abang menjadi tolak ukur adat Betawi yang ada di Jakarta, selain Kemayoran. Maka, alangkah baiknya bila Pemuda Pancasila Tanah Abang bekerja sama dengan ormas-ormas, OKP, yang ada di wilayah ini untuk melestarikan budaya Betawi yang hampir punah, misalnya lewat gelar kegiatan rutin sebulan sekali seperti Pasar Malam Tanah Abang, Festival Tanah Abang.
“Semua kegiatan itu harus murni Betawi, mulai dari pakaian, makanan, minuman, suvenir dan sebagainya. Dengan begitu, masyarakat luas dibantu untuk mengenal budaya Betawi dan terus menghidupkannya,” harap Royan.
Royan juga menegaskan agar di Tanah Abang tidak ada lagi praktik prostitusi, narkoba, dan pelbagai jenis pungli, serta praktik menyimpang terhadap moral dan ajaran agama. Dia berharap, Pemuda Pancasila bertugas menjaga citra Tanah Abang sebagai pusat perdagangan di Indonesia.
Asril mengatakan, Pemuda Pancasila Tanah Abang terbuka menjalin kerja sama dengan seluruh ormas dan elemen masyarakat. “Ke depan, kita memiliki konsep bisnis secara profesional,” tutur Asril.
Konkretnya, kata Asril, pertama adalah konsepnya tidak melanggar hukum. Kedua, kita mau meningkatkan sumber daya manusia dengan pelatihan, kaderisasi dan informasi.
Lewat pelatihan dan pengkaderan, menurut Asril, anggota Pemuda Pancasila tidak arogan. Pemuda Pancasila didirikan untuk kepentingan masyarakat, bukan kepentingan yang lain.
Dari dulu sampai sekarang Pemuda Pancasila Tanah Abang hidup damai dengan pelbagai ormas lainnya.
Camat Tanah Abang Dicky Suherman berterima kasih kepada Pemuda Pancasila Tanah Abang yang berperan dalam mensukseskan pemilu 2024. Saat ini mereka juga diminta mengawal Pilkada Jakarta. “Saya selalu percaya pada kinerja Pemuda Pancasila Tanah Abang,” ucapnya.
Camat mengingatkan, bahwa Jakarta sudah bukan DKI tetapi menjadi Daerah Khusus Jakarta dan menjadi kota global, sehingga semua warganya harus mempersiapkan diri termasuk elemen seperti ormas.
“Kunci kota global bukan dilihat fisiknya, melainkan peradaban masyarakatnya. Ormas wajib tingkatkan dirinya dan anggaran dasar ormas pun harus diubah,” pungkas Camat. ** (Rika)



More Stories
Sikap dan Pernyataan Ketua Umum FPMM Umar Kei Terhadap Peristiwa di Maluku Tenggara
LMP dan M1R Kecam Dugaan Penghinaan Profesi Serta Rasisme Oleh Oknum Manajer Kursus Bahasa Inggris di Kelapa Gading
Perkuat Silaturahmi, FBR Korwil Jakarta Pusat Gelar Halal Bi Halal Bersama Heri Kustanto, S. H