![]()
Langgur Maluku Tenggara – MCN.com – Suasana hangat dan penuh tradisi mewarnai Kepulauan Kei saat Ajeng Dinda Safira Ohoitenan, putri dari Haji Umar Kei Ohoitenan (Ketua Umum DPP Front Pemuda Muslim Maluku), mengikat janji suci dengan Fadel Muhammad Ngabalin, putra dari Prof. Dr. Ali Mochtar Ngabalin (mantan Juru Bicara Presiden Gus Dur). Pernikahan ini bukan hanya menyatukan dua insan, tetapi juga merayakan kekayaan budaya dan semangat gotong royong masyarakat Kei.
Perjalanan Menuju Hari Bahagia:
Dimulai dengan penerbangan dari Jakarta menuju Ambon, para tamu undangan merasakan langsung keramahan dan keindahan Kepulauan Kei. Setibanya di Langgur, mereka disambut dengan senyum ramah para pengemudi dan suasana pembangunan yang tengah menggeliat di bawah kepemimpinan Bupati Haji M.T Hanubun.
Desa Danar, yang dikenal dengan tradisi toleransi antar umat beragama, menjadi pusat perayaan. Sejak seminggu sebelumnya, desa ini telah dipenuhi oleh keluarga dan kerabat yang datang dari berbagai penjuru.
Semangat “Ain Ni Ain” dalam Setiap Detail:
Pernikahan ini menjadi bukti nyata semangat “Ain Ni Ain” (persaudaraan) yang tertanam dalam Hukum Adat Larvul Ngabal. Warga desa bahu-membahu mempersiapkan segala keperluan, mulai dari dekorasi hingga hidangan.
“Malam Pacar” menjadi puncak kemeriahan dengan penampilan musik rebana dan sambra yang memukau dari kolaborasi pemuda empat kampung.
Di balik Layar: Peran Sentral Mama-Mama Kei:
Tak dapat dipungkiri, kesuksesan acara ini tak lepas dari peran sentral para perempuan Kei. Di dapur, mereka dengan cekatan meracik bumbu tradisional dan memasak hidangan lezat, menjaga tradisi kuliner Kei tetap hidup.
Lebih dari sekadar juru masak, mereka adalah penjaga moral dan pendidikan anak-anak, serta tulang punggung keluarga yang tangguh.
Warisan Budaya yang Abadi:
Pernikahan Ajeng dan Fadel menjadi pengingat akan pentingnya melestarikan Hukum Adat Larvul Ngabal dan semangat persaudaraan “Ain Ni Ain”. Nilai-nilai ini telah diwariskan dari generasi ke generasi, membentuk karakter masyarakat Kei yang unik dan harmonis. **(Rika)



More Stories
Jakarta Institute: Pemerintah Tak Boleh Tunda Ratifikasi OPCAT dan Pengesahan RANHAM
Konkrit, Ini Usulan Rekan Indonesia di RUU HAM
Pelantikan Pengurus ICMI Muda DKI Jakarta Periode 2026–2031: ICMI Rumah Besar Kita