Mei 2, 2026

Launching AsamManis.News, Sadam Bugis: Jadi Jembatan Indonesia Timur dan Pusat Kekuasaan di Jakarta

Spread the love

Loading

Jakarta – MCN.com – Penggagas media online AsamManis.News, Sadam Bugis, dalam peluncuran media baru itu mengatakan, portal berita ini bermaksud menjadi wadah dan jembatan bagi masyarakat dan pemerintah daerah di Indonesia timur dengan pemerintah pusat.

Selamat ini kepentingan-kepentingan masyarakat wilayah Indonesia Timur kurang tembus ke pemerintah pusat di Jakarta. Itu menyebabkan kesulitan informasi dan komunikasi.

Para jurnalis asal Indonesia timur lalu berinisiatif mendirikan media online ini, selain untuk mendukung proses demokrasi di wilayah Indonesia Timur, juga memberikan edukasi serta membeck-up perjuangan para tokoh Indonesia timur yang ada di Jakarta dan Jawa.

Hal itu diungkapkan Sadam Bugis saat launching media online AsamManis.News di Wisma Maluku, Jl. Kebon Kacang Raya, Jakarta Pusat, Sabtu (23/8/2025).

Acara launching dihadiri Direktur Manajemen Pembangkitan PLN Rizal Calvary Marimbo, pengamat pertambangan Indonesia timur Haidar Alwi, jurnalis senior Kisman Latumakulita, Febry Tetelepta serta jajaran pimpinan redaksi dan jurnalis AsamManis.News.

Dalam talkshow, pengamat pertambangan Ir Haidar Alwi mengatakan Maluku dan Maluku Utara merupakan provinsi terkaya dunia dari segi sumber daya alam dan pertambangan.

Haidar Alwi yang masih memiliki darah Maluku dan pernah studi di New York, mengungkapkan dirinya pernah menyampaikan hal itu kepada Presiden Prabowo dan Wakil Presiden Gibran saat bertemu di Solo.

Kajian terkait pertambangan dan kekayaan sumber daya alam Maluku itu sudah lama dilakukan Haidar Alwi. Bahkan menurut Haidar Alwi, kekayaan berupa emas di suatu kecamatan di Maluku bisa menghasilkan uang sebesar Rp 1,8 juta triliun dan bisa membayar lunas utang luar negeri Indonesia.

Senada dengan itu Kisman Latumakulita mengatakan pertumbuhan ekonomi Indonesia ke depan akan mengarah ke wilayah Indonesia timur. Selain hilirisasi tambang nikel, juga akan berkembang perikanan laut.

“Ke depan, lahan kita makin sempit. 75 persen wilayah Indonesia adalah laut. Kesalahan kita sejak lama adalah kita diajak makan nasi, tempe, tahu, kedelei. Padahal makanan laut banyak. Ikan bikin otak kita cerdas. Di sinilah penting kehadiran media online yang ikut mencerdaskan bangsa. Pemikiran para tokoh Indonesia timur perlu diangkat agar membantu kemajuan masyarakat,” ujar Kisman.

Kisman berharap, AsamManis.News akan menayangkan berita-berita yang obyektif dan mencerahkan dengan tetap berpegang pada kaidah jurnalistik dan didukung kualitas wartawan yang mumpuni, tidak tergoda pada berita-berita bombastis.

Kisman menyadari tantangan jurnalisme dalam era digital yang mengutamakan kecepatan penyajian suatu berita pada publik. Tantangannya adalah jurnalis bisa mengabaikan mekanisme both side dalam pemberitaan.

Dampaknya, media yang mengabaikan kebenaran akan ditinggalkan publik dan sulit untuk dipercaya lagi.

Untuk itu Kisman mengajak para jurnalis AsamManis.News untuk banyak mendengar, melihat, banyak membaca, dan duduk mendengar narasumber. Dari situ, dia akan menyusun beritanya dengan logis dan mutu bahasa yang dipahami semua lapisan masyarakat. * (Rika)