April 23, 2026

Kepala Dinas Lingkungan Hidup Maluku Tenggara Corneles Rettob Imbau Masyarakat Tanam Pohon Demi Keindahan Kota Langgur

Spread the love

Loading

Jakarta – MCN.com – Program Menanam pohon demi membangun lingkungan hidup yang indah dan sehat tetap menjadi fokus perhatian pemerintahan Kabupaten Maluku Tenggara di bawah kepemimpinan Bupati Haji M. Thaher Hanubun dan Wakil Bupati Maluku Tenggara Carlos Viali Rahantoknam, yang baru saja dilantik Presiden Prabowo Subianto di Istana Negara, Jakarta, Kamis (20/2/2025).

Kepala Kantor Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Maluku Tenggara, Corneles Rettob, mengatakan, di Jakarta, bahwa dirinya yakin Bupati Hanubun akan memberi perhatian lebih terkait masalah lingkungan hidup di kabupaten itu.

Tantangannya adalah antara sosialisasi masyarakat dan sikap masyarakat terhadap kebersihan dan keindahan kota Langgur sebagai ibu kota baru Kabupaten Maluku Tenggara.

Corneles Rettob mengatakan, Dinas Lingkungan Hidup Maluku Tenggara terus melakukan sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat, mulai dari tingkat yang paling bawah seperti keluarga, sekolah, perguruan tinggi, instansi pemerintah, dan korporasi.

Ditemui awak media di Jakarta, Jumat (21/2/2025), Corneles Rettob mengatakan, salah satu masalah yang mendesak perlu diperhatikan adalah masalah air bersih bagi keluarga dan masyarakat.

“Berbicara menyangkut lingkungan di Maluku Tenggara, kami lebih fokus kepada upaya mengurangi gas rumah kaca (GRK) dan menjaga debit air,” tutur Kepala DLH Malra itu.

Gas rumah kaca adalah gas yang mempengaruhi terjadinya pemanasan global dan mengakibatkan terjadinya perubahan iklim dan krisis iklim. Gas rumah kaca dipicu oleh pembakaran, sampah, peternakan, dan deforestasi akibat penebangan pohon dan hutan.

Sementara Maluku Tenggara merupakan daerah berkarang bebatuan, sementara sumber mata air hanya ada di Ohoi Evu.

Menurut Corneles, akhir-akhir ini debit air Evu semakin menurun. Walau penurunan debit air itu belum drastis, tetapi namun harus diantisipasi dan dijaga agar tidak lebih merosot.

Antisipasi ke depan dengan melihat kemungkinan-kemungkinan untuk beberapa puluh tahun ke depan, agar tidak terjadi krisis air. Problem krisis air kini sudah melanda sebagian masyarakat Indonesia.

Dengan adanya penebangan hutan secara liar, misalnya, untuk memenuhi kebutuhan masyarakat itu menjadi faktor utama yang berpengaruh sehingga debit air Evu mengalami penurunan.

“Jadi untuk menjaga lingkungan agar lebih baik dan lebih besar, ke depan, kita perlu memberikan edukasi pemahaman kepada masyarakat tentang menjaga lingkungan dengan tidak merusak hutan,” ujar pria asal Kei ini.

Corneles Rettob mengatakan, masyarakat perlu diajak memupuk rasa cinta pada lingkungan hidup dengan lebih banyak menanam pohon.

“Intinya, kita harus memiliki semangat untuk memulai menanam pohon khususnya di area sumber air. Sehingga ke depan anak cucu kita tidak mengalami bencana kekurangan air akibat dari perbuatan generasi kita,” ujar Corneles.

Faktor lain yang dilihat Corneles dalam menjaga lingkungan di Kabupaten Maluku Tenggara adalah dengan memberikan edukasi kepada masyarakat dalam Kota Langgur untuk bersama-sama menanam pohon sehingga kelak Langgur terlihat hijau , bersih, indah, asri dan rapi.

Menurut Corneles, masyarakat perlu mendukung program pemerintah dari Dinas Lingkungan Hidup dengan menjaga hutan dan lingkungan pepohonan.

“Minimal tindakan menjaga pohon saja sudah cukup. Selanjutnya, kita bersama-sama merawat dan menambahkan lagi penanaman pohon.K ami dari Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Maluku Tenggara sedang dalam proses membuat Kota Langgur menjadi indah,” kata Corneles Rettob, yang sebelum memimpin Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Malra adalah Camat Kei Kecil.

Corneles menyinggung fenomena kenakalan remaja kadang ikut merusak apa yang sedang diusahakan untuk menata lingkungan Kota Langgur. Dia berharap, ada kesadaran sehingga kita bersama-sama menjaga apa yang telah dilakukan pemerintah daerah.

Lebih jauh, Corneles mengingatkan, bahwa kebersihan lingkungan hidup menjadi tanggung jawab bersama orang, baik pemerintah, masyarakat, keluarga, dan individu-individu.

“Agar dapat membangun suatu lingkungan yang bersih, kita bisa memulainya dari dalam keluarga pada kita di rumah sendiri. Itu berarti perlu ada kesadaran pribadi masing-masing orang sebelum mengajak teman dan orang lain untuk terlibat menjaga dan memelihara lingkungan yang bersih dan sehat,” tegas Corneles yang datang ke Jakarta untuk mengikuti pelantikan kepala daerah Maluku Tenggara.

Dinas Lingkungan Hidup Maluku Tenggara sedang melakukan sosialisasi kepada masyarakat bagaimana menjaga kebersihan dengan antara lain tidak membuang sampah sembarangan. Sebaliknya, sampah yang ada bisa dipilah dan diolah kembali untuk digunakan. Teknik-teknik pengelolaan sampah itu sudah banyak dilakukan masyarakat di daerah lainnya.

Dengan lingkungan hidup yang bersih, itu membantu warga berinteraksi secara sehat dan harmonis. Corneles mencatat, selalu ada kaitan erat antara lingkungan yang bersih dan kesehatan hidup warga. Lebih dari itu, pada dasarnya, kebersihan adalah bagian dari iman kita kepada Tuhan Maha Esa yang sudah menciptakan langit dan bumi ini untuk dihidupkan manusia.

“Saya sangat yakin bahwa kepemimpinan Bupati Hanubun dan Wakil Bupati Viali yang baru saja dilantik Presiden Prabowo, akan ada fokus pada lingkungan hidup sehingga saya pastikan bahwa ke depan akan ada banyak perhatian yang diarahkan kepada kami, Dinas Lingkungan Hidup untuk membenahi lingkungan Ibu Kota Langgur. Sudah pasti ada dukungan berupa anggaran pula,” pungkas Kepala Dinas Lingkungan Hidup Maluku Tenggara Corneles Rettob kepada awak media di Jakarta. **(Rika)