April 23, 2026

Camat Kei Kecil Joseph Dumatubun Yakin Bupati Hanubun Bakal Percepat Pembangunan di Maluku Tenggara

Spread the love

Loading

Jakarta -MCN.com – Pemerintahan Kabupaten Maluku Tenggara, Provinsi Maluku, memasuki periode kedua dibawah kepemimpinan Bupati Haji M. Thaher Hanubun.

Thaher Hanubun terpilih kembali sebagai Bupati Malra dalam Pilkada Malra 2024. Namun, kali ini Thaher Hanubun memilih Carlos Viali Rahantoknam, sosok muda, sebagai Wakil Bupati.

Thaher Hanubun dan Viali Rahantoknam dilantik Presiden Prabowo Subianto, di Jakarta, Kamis (20/2/2025).

Ikut menghadiri pelantikan itu, Camat Kecamatan Kei Kecil, Kabupaten Maluku Tenggara, Joseph A. Dumatubun, S.E, mengatakan Bupati Hanubun dan Wakil Bupati Viali Rahantoknam merupakan pasangan ideal yang akan mampu memajukan masyarakat di Bumi Larvul Ngabal itu.

Terlebih Joseph Dumatubun berharap, Bupati Hanubun dapat menuntaskan programnya yang masih tertunda pada periode pertama kepemimpinannya.

Kabupaten Maluku Tenggara saat ini memiliki 11 kecamatan, 1 kelurahan, dan 190 desa, dengan luas 1.031 km2.

Sementara, Kecamatan Kei Kecil yang berkedudukan di Kota Langgur, terdiri dari 14 Desa (Ohoi) dan 1 Kelurahan.

Sejak dilantik sebagai Camat Kecamatan Kei Kecil oleh Bupati M. Thaher Hanubun pada 24 Juli 2023, Joseph Dumatubun langsung melakukan tugas-tugas koordinatifnya dengan para Kepala Ohoi di kecamatan itu.

Ditemui awak media di Jakarta, Jumat (21/2/2025), Joseph “Joel” Dumatubun mengatakan, “Selama ini sudah banyak sekali kegiatan-kegiatan yang dibuat OPD-OPD teknis, di bidang pendidikan dan kesehatan, yang terkoordinasi dengan pemerintah guna membantu dan mengontrol kegiatan pembangunan di desa dan di wilayah kerja kami,” tutur Joseph.

Joseph menjelaskan, seorang camat adalah OPD yang ditugaskan sebagai perwakilan kabupaten di tingkat kecamatan, yang diberi kewenangan khusus.

Terkait dengan kebijakan pendidikan dan kesehatan di daerah itu, khususnya Kecamatan Kei Kecil, Joseph mengatakan, pada periode 2018-2023 sudah banyak hal yang dibuat Bupati Maluku Tenggara itu di bidang pendidikan dan kesehatan.

Di bidang kesehatan, misalnya, Joseph menyebutkan, Pemda Malra memiliki program meningkatkan SDM tenaga kesehatan dengan menyekolahkan mereka minimal tingkat S1.

“Jadi, yang belum S1 mereka disekolahkan, dibiayai pemerintah, dan saat kembali, mereka diterima kerja guna mendukung program pemerintah,” tutur anak seorang purnawirawan TNI AU Lanud Dominikus Dumatubun Langgur itu.

Secara khusus di Kecamatan Kei Kecil, Joseph mengatakan, masyarakat sudah melihat dan merasakan kemajuan pembangunan di wilayah itu. Jaringan komunikasi berbasis teknologi digital sudah menjadi pemandangan umum dalam pelayanan kepada masyarakat.

Pembangunan infrastruktur, pendidikan dan kesehatan mendapat perhatian khusus Pemerintah Daerah Kabupaten Maluku Tenggara.

Terkait dengan peningkatan kesejahteraan masyarakat desa dan dana desa, Camat Kei Kecil itu mengatakan, seorang camat ikut mengawasi dana desa, walau sebenarnya sudah ada petunjuk teknis tentang penggunaan dana desa itu.

“Memang ada pengawasan dari camat. Sejak awal perencanaan, Camat mendamping perencanaan tersebut. Tapi harus diingat juga bahwa untuk dana desa, sudah ada petunjuk teknisnya, ucap Joseph Dumatubun.

Desa memiliki kegiatan dan sumber dana yang diturunkan dari kabupaten. Joseph mengatakan, dengan rata-rata dana desa sebesar Rp 800-an juta hingga Rp 1,3 miliar itu, desa memiliki ruang yang cukup untuk melakukan upaya-upaya pembangunan desa.

Lalu, apa harapan Joseph A. Dumatubun selalu Camat Kei Kecil terhadap Bupati dan Wakil Bupati yang baru?

“Saya kira Bupati dan Wakil Bupati sudah punya konsep membangun Kabupaten Maluku Tenggara. Tiga bulan setelah kepala daerah dilantik, harus sudah ada penetapan rencana pembangunan di daerah. Kita semua berharap, ada sinergitas antara pusat dan daerah. Pada periode kedua ini Bupati Hanubun bisa menjawab seluruh kendala dalam pembangunan di Kabupaten Maluku Tenggara. Tentu itu dilakukan secara bertahap karena kita sadar ada keterbatasan fiskal sehingga harus realistis,” pungkas Joseph Dumatubun. ** (Rika)