![]()
Jakarta – MCN.com – Ketua Umum Partai Nasdem Surya Paloh dan jajaran pimpinan Nasdem telah memberikan rekomendasi kepada pasangan calon gubernur dan wakil gubernur Provinsi Papua Selatan Romanus Mbaraka dan Albertus Muyak untuk maju pada Pilkada 2024 yang akan berlangsung pada 27 November nanti.
Surat Keputusan itu diserahkan kepada Romanus dan Albertus, di Nasdem Tower, Jakarta, Rabu (13/8/2024). Dengan mengantongi B1KWK, Romanus dan Albert tinggal menunggu tambahan dukungan 1 kursi di DPRD Provinsi sesuai kuota minimum 20 persen kursi DPR.
“Hari ini kami diberi kepercayaan oleh Ketua Umum Partai Nasdem Surya Paloh dan seluruh jajarannya. Ini pertanda saya dan kakak Albert akan maju sebagai Paslon gubernur dan wakil gubernur di Provinsi Papua Selatan,” tutur Romanus Mbaraka kepada awak media di Jakarta.
Partai Nasdem memenangkan pemilu legislatif di Merauke dengan 6 kursi sehingga butuh 1 kursi lagi untuk memenuhi syarat pencalonan gubernur. “Di Jakarta, kami masih lakukan komunikasi dengan beberapa partai politik, yang pada kesempatan pertama akan diberikan pada satu dua hari ke depan, termasuk SK pemenuhan pendaftaran nanti sesuai KPU,” tambah Romanus.
Drs Romanus Mbaraka, M.T adalah Bupati Merauke selama 2 periode, yakni pada 2011-2016 dan 2021-2024. Pria kelahiran Kimaam, Merauke, 8 April 1969 itu sudah matang di pemerintahan Kabupaten Merauke. Kini, Provinsi Papua Selatan telah terbentuk dan masyarakat asli Papua di Papua Selatan merindukan putra asli Papua Selatan memimpin Provinsi itu sebagai gubernur definitif pertama Provinsi Papua Selatan.
“Saya berterima kasih untuk masyarakat Provinsi Papua Selatan di Kabupaten Merauke. Di kabupaten ini berdiam semua orang Papua Selatan, mulai dari orang Merauke, orang Mappi, orang Asmat, dan orang Boven Digoel. Di Kabupaten Merauke, saya pikir kami sudah melakukan yang terbaik. Pada masa periode pertama, saya fokus kirim putra-putri Merauke untuk sekolah baik dalam negeri maupun mancanegara. Saat itu saya sudah berpikir, kalau kelak terbentuk Provinsi Papua Selatan, maka anak-anak Papua Selatan sudah siap. Hari ini, yang baw pesawat dan jadi dokter itu merupakan hasil yang saya kirim untuk sekolah,” ujar Romanus bangga.
Pada periode kedua kepemimpinannya, Bupati Romanus fokus pada pendidikan dan pangan, karena pangan menjadi perhatian yang sangat penting. “Saya lihat Papua Selatan secara keseluruhan dan Kabupaten Merauke, tidak memiliki tambang. Tapi, Tuhan memberi kami pangan yang luar biasa. Bagaimana kita harus kelola pangan itu dengan baik, maka sukses pangan harus jadi fokus kita agar orang Merauke tidak lapar,” papar Romanus.
Terkait pangan, Romanus dorong penggunaan teknologi, karena tenaga kerja terbatas di bidang pertanian dan perikanan. Intervensi teknologis jadi penting. “Itu yang kami kembangkan, ke depan,” tekad Romanus.
Romanus melihat bahwa Papua Selatan harus menjadi tuan di tanahnya sendiri dan harus bisa maju. “Saya coba lahirkan konsep dengan pengalaman sebagai bupati selama 2 periode, saya mau semua orang Papua di Papua Selatan, anak-anaknya harus bersekolah. Wajib sekolah. Dan, pemerintah harus intervensi. Para kepala kampung dan distrik harus punya data lengkap tentang anak asli Papua yang sekolah. Kalau bisa, pemerintah bisa sekolahkan mereka ke jenjang D3 S1, bahkan S2. Selain wajib sekolah, saya mau orang Papua harus sehat dan tidak boleh lapar. Selanjutnya saya mau orang Papua itu damai.
“Suka damai, hidup damai, itu kelebihan orang Papua Selatan. Orang Merauke Boven Digoel, Asmat, dan Mappi itu orang-orang yang cinta damai. Mereka mudah hidup bersama saudaranya yang lain, yang datang dari luar Papua. Dengan hidup damai, maka pembangunan di Papua Selatan akan berkembang pesat sehingga Merah Putih tetap berkibar.
Terkait masalah stunting dan ibu hamil yang menjadi program Presiden Prabowo nanti, Romanus mengatakan, sudah beberapa tahun dia mendorong konsep Gerakan Makan Ikan (Germani) di Merauke. Anak-anak harus makan ikan. Ibu-Ibu hamil makan sayuran tak berminyak.
“Program saya dan Kaka Albert, terkait stunting, kami ingin orang Papua hidup dengan pola hidup sederhana dan pola hidup sehat. Makanan tak usah berminyak, tak usah makan modern food. Kita makan makanan yang alamiah saja, yang direbus. Pola makan harus dikontrol agar orang Papua tetap sehat dan IQ mereka juga tinggi. Dulu, kita makan satu saja, sekarang makan satu dengan ikan dan sayur. Kita kembali ke pola hidup sederhana dan sehat,” papar Romanus.
Romanus Mbaraka mengatakan, selama dua periode kepemimpinannya, di kampung-kampung sudah ditempatkan tenaga perawat kesehatan untuk mengawal bidang kesehatan masyarakat. Para Ibu PKK juga berperan penting mensosialisasikan pola hidup sehat di tengah masyarakat. Mereka turun ke kampung-kampung dan memberi sosialisasi.
Lalu, apa yang akan dilakukan setelah mendapatkan rekomendasi untuk Pilgub Papua Selatan? “Tentu saja, pertama-tama kita akan berdoa dan mengucap syukur kepada Tuhan. Kita berterima kasih atas rekomendasi dari Bapak Surya Paloh dan Partai Nasdem. Kita bikin program yang lahir dari kebutuhan masyarakat. Pengalaman saya dan Kaka Albert yang lama di pemerintahan akan jadi modal kami dalam melayani masyarakat di Papua Selatan. Kita mau jadi pemimpin untuk rakyat. Kita bekerja supaya rakyat kita sejahtera,” pungkas Romanus.
Pasangan Romanus dan Albert siap melanjutkan pengabdian mereka untuk masyarakat di Provinsi Papua Selatan.
**(Rika)



More Stories
Danlanal Bintan Hadiri Pelepasan Atlet OCBC Singapore National Road Championship 2026
Danlanal Bintan Hadiri Pencanangan Sensus Ekonomi 2026 Kota Tanjungpinang
Dukung Ketahanan Pangan Nasional, Kasad Hadiri Puncak PENAS Petani dan Nelayan XVII 2026