![]()
Jakarta – MCN.com – Ide pemekaran merupakan isu strategis dalam memecahkan persoalan masyarakat di suatu daerah. Dengan otonomi, upaya-upaya mempercepat keluar dari jebakan kemiskinan dan pelbagai persoalan sosial lainnya mendapat muaranya. Bagi masyarakat yang berada di wilayah Jazirah Leihitu di Pulau Ambon, pelantikan DPP Jazirah Leihitu Bersatu sangat penting dalam konteks pembangunan manusia di daerah itu.
Acara Pelantikan DPP Jazirah Leihitu Bersatu dan diskusi publik digelar di Orchardz Hotel Industri, Jakarta, Minggu (21/7/2024).
Acara dimulai dengan deklarasi Jazirah Leihitu Bersatu dan dilanjutkan dengan Diskusi Meneropong Jazirah Leihitu dari Jakarta.
Turut hadir Penjabat Gubernur Maluku diwakili Kepala Kesbangpol Maluku Dani Indey, Kepala Bapeda Provinsi Maluku, mantan Gubernur Maluku Murad Ismail, anggota DPR RI Saadia Ulluputy, Penjabat Bupati Seram Bagian Barat Jais Elly,anggota DPRD Maluku Halimun Saulatu, anggota DPRD DKI Ongen Sangadji, Kapolres Pulau Ambon dan Pulau-pulau Lease Kombes Pol Driyano Andri Ibrahim, Ketua Front Pemuda Muslim Maluku Umar Ohoitenan, Ketua Dewan Pembina Jazirah Leihitu Bersatu Mahu Amin, Pembina JLB Jan Sanduan, Ketua Majelis Latupati Ali Slamet, para Ketua Ormas Maluku Se-Jabodetabek, dan Ketua Persaudaraan Timur Raya Alex Emanuel Kacu.
Sudah saatnya masyarakat Jazirah Leihitu di Pulau Ambon menjadi otonom, berdiri sendiri. Upaya itu sudah lama diperjuangkan. Tujuan utama deklarasi dan diskusi adalah berdiri di atas kaki sendiri.
Orang-orang Jazirah Leihitu akan memperjuangkan kesejahteraan mereka, bukan hidup dalam konflik satu sama lain. Organisasi-organisasi di Jazirah Leihitu perlu bergerak mendamaikan konflik-konflik yang sering terjadi.
Konflik-konflik itu perlu diselesaikan sebelum menuju ke pemekaran. Raja-raja di Jazirah Leihitu pun mestinya kompak dan tidak penghambat pemekaran Jazirah. Semua anggota DPRD asal Jazirah harus kompak memperjuangkan pemekaran ini.
Sambutan Penjabat Gubernur Maluku dibacakan oleh Kesbangpol Maluku Dani Indey:
Saya mengucapkan selamat atas pelantikan pengurus dan dewan pengurus Jazirah Leihitu Bersatu yang berjalan dengan lancar.
Persaudaraan orang Maluku biasa digambarkan sebagai “Satu Hati Satu Jantung” yang tercermin dalam ungkapan “Ale Rasa Beta Rasa”. Inilah nilai-nilai persaudaraan sejati orang Maluku, yang perlu dikembangkan terus dari generasi ke generasi.
Jazirah Leihitu Bersatu sebagai satu persekutuan komunitas adat yang memiliki posisi sangat strategis di Pulau Ambon dan Kepulauan Maluku. Saya menyampaikan hal ini karena Jazirah Leihitu Bersatu dapat menghidupkan kembali spirit perjuangan para pendahulu untuk kita transformasikan dalam memajukan Jazirah Leihitu serta Maluku Tanah Pusaka kita.
Modal sosial lain adalah kerukunan sejati orang basudara. Jazirah Leihitu adalah salah satu tuan tanah terbesar di Pulau Ambon, dan menjadi simbol perdamaian masyarakat Maluku.
Secara demografis, Jazirah Leihitu merupakan salah satu komunitas “masyarakat adat” terbesar di Kabupaten Maluku Tengah sehingga secara geopolitik memiliki peran strategis dalam menentukan arah politik Kabupaten Maluku Tengah.
Karena terletak pada dua kawasan administrasi yaitu Kota Ambon dan Kabupaten Maluku Tengah, maka Jazirah Leihitu mendapatkan peran penting dalam pembangunan ekonomi di kawasan ini.
Terhadap acara pelantikan Jazirah Leihitu Bersatu ini saya berharap akan melahirkan Generasi Muda Emas Jazirah Leihitu untuk membangun Maluku ke depan dan demi kepentingan bangsa dan negara Indonesia.
Mantan Gubernur Maluku Murad Ismail dalam sambutannya, mengatakan, untuk menjadi orang yang berhasil dan hebat, ada syaratnya, pertama, harus rendah hati dan jangan sombong. Hal itu dikatakan Murad untuk mengingatkan seluruh warga masyarakat Maluku bahwa dengan semangat rendah hati maka semua pekerjaan dan perjuangan seorang manusia akan memperoleh keberhasilan karena mendapat ridho dari Allah.
Murad pada kesempatan itu juga menjelaskan asal-usul nama dan sejarah Jazirah Leihitu. Catatan itu penting untuk dicermati di saat generasi muda Maluku makin melupakan sejarah negeri-negeri di Maluku.
Murad menyatakan mengapresiasi pelantikan Pengurus DPP Leihitu Bersatu dan berharap berkontribusi positif bagi masyarakat Jazirah Leihitu. Dalam kesempatan itu Murad mengajak warga Maluku untuk melihat Maluku dalam konteks sejarah perjuangan bangsa dan konteks pembangunan bangsa Indonesia saat ini. Di titik itu, Murad mengungkapkan rasa keprihatinan yang mendalam. Maka ia berharap persatuan sesama orang Maluku untuk memajukan Maluku.
Tokoh masyarakat Maluku di Jabodetabek, yang juga merupakan Ketua Front Pemuda Muslim Maluku Umar Ohoitenan, S.H, dalam sambutannya, mengatakan,
Jazirah Leihitu mengingatkan sebuah kejayaan dalam sejarah Maluku. Kejayaan itu terwujud karena adanya rasa persatuan, maka warga Jazirah Leihitu pertama-tama harus bersatu.
“Saya sebagai Ketua Umum FPMM mengajak semua warga Maluku untuk bersatu dan membangun Maluku. Saya juga mengimbau semua ormas Maluku yang ada di Jabodetabek untuk membangun tali persaudaraan dan sinergitas dengan pemerintah Maluku, yang terutama didasarkan pada perasaan sebagai orang Maluku,” tuturnya.
Umar Ohoitenan juga menyinggung penyediaan tenaga kerja bagi putra-putri Maluku, baik di bidang pendidikan maupun kesehatan. Ketua FPMM itu juga mengapresiasi acara pelantikan Pengurus DPP Jazirah Leihitu Bersatu.
Anggota DPRD DK Jakarta, Ongen Sangadji, mengatakan, Jazirah Leihitu memiliki nilai sejarah penting bagi masyarakat Maluku. Maka deklarasi Jazirah Leihitu Bersatu ini memiliki arti penting dan semoga memberi kontribusi penting pula kepada masyarakat di wilayah itu. Ongen mengapresiasi wacana pemekaran yang timbul dari aspirasi masyarakat, karena mencerminkan kebutuhan dan kondisi konkrit mereka di wilayahnya.
“Mereka yang baru saja dilantik itu adalah adik-adik saya, dan saya akan berkolaborasi dengan mereka untuk memajukan masyarakat di Jazirah Leihitu. Saya juga berharap mereka akan memberi kontribusi positif dan selalu mau bekerja sama,” tutur anggota DPRD Jakarta ini. **(Rika)



More Stories
Danlanal Bintan Hadiri Pelepasan Atlet OCBC Singapore National Road Championship 2026
Danlanal Bintan Hadiri Pencanangan Sensus Ekonomi 2026 Kota Tanjungpinang
Dukung Ketahanan Pangan Nasional, Kasad Hadiri Puncak PENAS Petani dan Nelayan XVII 2026