Mei 30, 2026

Urgensi Masalah Kesehatan Dasar dan Etika Moral di Indonesia

Spread the love

Loading

Jakarta – MCN.com – Penyakit-penyakit infeksi seperti demam berdarah (DBD) yang muncul hampir setiap tahun dan menelan korban yang banyak perlu dicari solusi yang tepat. Metode 3M, yaitu menguras, menutup, dan mengubur sudah bukan lagi sebagai metode yang tepat, dalam mengatasi penyakit yang berasal dari nyamuk Aedes Aegypti ini.

Karena masyarakat Indonesia mandi sudah pakai Shower, ini sudah tidak relevan dikarenakan tidak ada tempat untuk Mengubur barang bekas karena halaman rumah sudah banyak di beton.Seharusnya harus di revitalisasi drainase standar internasional

Di lapangan kita menemukan kesulitan menerapkan metode 3M ini secara signifikan. Sistem fogging juga hanya bersifat sementara, karena jentik nyamuk terus berkembang.

Data dari Kemenkes per 1 Maret 2024 memperlihatkan 16.000 kasus DBD di 213 kabupaten/kota di Indonesia, dengan jumlah kematian 124 orang.

Ini menjadi tugas penting dari pemerintah dalam mencari solusi cepat dan mendesak. Indonesia menjadi negara ASEAN yang penduduknya tertinggi terserang DBD.

Menurut Dr David Gunawan Umbas, Sp.N (K) perlu ada reformasi infrastruktur sistem drainase di kota-kota besar di Indonesia, yang setiap tahun penduduknya terserang demam berdarah.

Reformasi drainase dilakukan agar seluruh sistem pembuangan air dari masyarakat diatur sedemikian rupa sehingga air limbah rumah tangga itu dialirkan ke tempat penampung secara tepat.

Selama ini, sistem drainase itu yang tidak dikerjakan dengan baik, sehingga di mana-mana air tergenang dan menjadi sarang nyamuk yang pada gilirannya memicu demam berdarah.

Demam berdarah yang biasa muncul saat musim pancaroba itu, selama ini tak berhasil diatasi dengan metode 3M lagi.
Dengan sistem drainase, semua pembuangan air besar dari rumah tangga akan melewati bawah tanah menuju tempat penampungan.

Demam Berdarah merupakan salah satu masalah kesehatan yang dialami masyarakat Indonesia dari tahun ke tahun dan sangat mematikan. Demam Berdarah pertama di Indonesia pada 1969 di Surabaya, yang diperkirakan penyebarannya dari negara tetangga, Filipina. Sementara, penyakit-penyakit infeksi lainnya juga sangat membahayakan kesehatan masyarakat.

Sudah saatnya dilakukan terobosan signifikan terhadap penyakit-penyakit infeksi termasuk demam berdarah.

Perhatian pada kesehatan masyarakat merupakan salah satu program prioritas pasangan terpilih Presiden Prabowo Subianto dan Wapres Gibran Rakabuming Raka.

Terhadap masalah kesehatan stunting dan ibu hamil, Prabowo-Gibran mencanangkan program minum susu gratis dan makan siang gratis untuk 81 juta pelajar dan ibu hamil serta anak bayi. Program makan siang gratis sepanjang tahun di TK, SD, SMP, SMA dan sebagainya, secara bertahap dengan skala prioritas daerah-daerah paling berdampak krisis terlebih dahulu, dan secara bertahap menjadi menyeluruh.

“Sepanjang tahun, untuk anak sekolah, ada bantuan gizi makan pagi dan siang, serta minum susu gratis. Demikian juga dengan ibu-ibu sebisanya dari trisemester pertama hingga 6 bulan pasca persalinan untuk produksi ASI yang berkualitas agar tumbuh kembang bayi dan pembentukan otak maksimal untuk menjadi manusia masa depan yang cerdas,” ujar dr David.

Menurut dokter David Gunawan. Umbas, program itu akan menjawab langsung kebutuhan masyarakat di lapangan. “Agar anak-anak menjadi sehat dan cerdas, mereka harus mendapatkan gizi sejak awal, sejak masih di kandungan sang ibu. Gizi itu akan membantu perkembangan otaknya sehingga kelak menjadi manusia yang cerdas,” ujar dokter David Umbas di sela acara Halal Bihalal dan Syukuran Laskar Prabowo 08, di Pancoran, Jakarta, Sabtu (20/4/2024).

Menanggapi fenomena depresi yang melanda mahasiswa peserta program pendidikan dokter spesialis (PPDS) di beberapa rumah sakit vertikal, di mana terungkap sebanyak 22,4 persen mengalami depresi, dr David Umbas mengatakan, data itu perlu dipelajari lebih lanjut untuk melihat faktor penyebab dan solusi yang tepat.

“Ada banyak faktor penyebab. Memang pendidikan dokter spesialis itu cukup berat dan lama. Belum lagi bila peserta memiliki keluarga dan masalah ekonomi. Tetapi menurut saya, dalam banyak hal tergantung kepribadian seseorang, ada yang kuat bertahan dan ada yang tidak begitu kuat dan jatuh dalam depresi,” tutur dokter yang menjadi dokter sejak 1987.

Dengan lama pendidikan di bidang kedokteran, David Umbas mengatakan wajar saja bila pemerintah harus memberi perhatian kepada tenaga dokter umum dan dokter spesialis di Indonesia. Mereka harus bisa memperoleh penghasilan yang memadai agar bertahan melayani masyarakat hingga pelosok.

Data tentang mahasiswa kedokteran yang depresi itu didapat setelah dilakukan skrining terhadap 12.121 mahasiswa PPDS di 28 rumah sakit vertikal dengan menggunakan metode kuesioner Patient Health Questionaire-9.

Dokter David Gunawan Umbas merupakan seorang dokter fungsional di salah satu rumah sakit besar di Kota Makassar. Sudah 37 tahun dia menjadi dokter. Menjadi dokter umum pada 1987, dan pada 1998 sebagai dokter spesialis/neurologi.

Menurut dia, Indonesia masih sangat butuh tenaga dokter, baik dokter umum maupun dokter spesialis, apalagi dengan jumlah populasi mencapai 280 juta.

Terkait masalah stunting, banyak anak kena stunting karena kurang gizi, hal itu terlihat di daerah. “Kecerdasan manusia berasal dari tumbuh kembang anak, termasuk otaknya. Kalau otak tak berkembang, anak tak bisa jadi cerdas,” jelas dia.

Selain kesehatan, masalah yang penting ditangani secara serius adalah masalah pendidikan, terutama pendidikan moral, etika, dan karakter. Mengukurnya lewat perilaku yang tampak. Kita harus kembalikan pendidikan moral dan etika.

“Etika dan moral itu bukan teori. Anak harus diajarkan berperilaku yang baik karena memahami apa yang baik dan apa yang tidak benar. Kita bisa belajar dari masyarakat Jepang yang taat etika dan moral sehingga melahirkan budaya malu ketika melakukan kesalahan. Anak sekolah kita harus diajarkan taat azas publik, taat aturan yang berlaku,” tutur dokter David Umbas.

Dia ikut prihatin ketika perilaku menipu tak dianggap dosa lagi. Bahkan hal itu terlihat dalam kontestasi politik di Indonesia.

“Sekarang ini dalam masyarakat kita tengah muncul sikap-sikap tipu-menipu, hujat-menghujat dan mudah mempersalahkan orang lain. Dan, mereka tidak merasa berdosa. Mungkin ini salah satu dampak dari pendidikan kita yang makin mengabaikan nilai moral dan etika. Tanpa etika, hukum mudah diselewengkan,” tambahnya.

Menurut dokter David, segera terbitkan Undang-Undang Pelanggaran IT bila membuat fitnah, black compaigne, membuat berita bohong. Pelaku harus dihukum, termasuk penyebar.

Untuk membangun Indonesia yang lebih baik, dokter David Gunawan Umbas mengkampanyekan pesan-pesannya itu lewat lagu yang ia ciptakan dan diunggah pada kanal you tube. **{Rika}