![]()
Jakarta – MCN.com – Kerukunan Keluarga Kawanua (KKK) memasuki usia ke-50 dengan menjadi sebuah rumah besar bersama (wale wangko) bagi warga Kawanua di perantauan, baik di Indonesia maupun mancanegara.
KKK yang berdiri sejak 1973 itu telah menjadi wadah resmi bersama bagi Tou Kawanua, dan memberi manfaat dalam banyak aspek kehidupan warga Kawanua, dengan menyatukan, mengembangkan, menyalurkan serta memanfaatkan secara positif sumber daya manusia dan potensi Tou Kawanua di perantauan.
“Ini tahun emas bagi perjalanan sebuah komunitas KKK dalam merangkul dan menjadikan KKK sebagai sebuah rumah besar, Wale Wangko, bagi setiap warga Minahasa di tanah rantau, yang sering disapa Kawanua,” ujar Ketua Dewan Pembina KKK Dr. Irjen Pol (purn) Ronny F. Sompie, SH, MH, di Anjungan Sulawesi Utara, Taman Mini Indonesia Indah, Jakarta Timur, Minggu (21/5/2023).
Perayaan pesta emas 50 tahun Kerukunan Keluarga Kawanua digelar di TMII, Jakarta Timur, dengan mengusung tema “Esa Lalan Esa Toroan”, satu jalan satu tujuan. Acara dibuka dengan kebaktian syukur disusul santap bersama, penanaman pohon di seputar lokasi Anjungan Sulawesi Utara, TMII, dan konferensi pers.
KKK berdiri pada 21 Mei 1973 oleh para sesepuh Kawanua di Jakarta. Sejak itu, wadah ini telah menjadi tempat bertemu dan berteduh warga Kawanua perantauan, baik yang tinggal di Jakarta, kota-kota di Indonesia, maupun Kawanua di luar negeri.
Rasa persaudaraan, kekeluargaan, dan kerukunan seperti terdapat dalam budaya orang Minahasa, terus diwujudkan dalam hidup Kawanua di tanah orang.
Dengan kepengurusan yang lengkap, KKK mampu berkontribusi kepada warga Kawanua baik di Jakarta maupun di Sulawesi Utara.
Dalam organisasi ini, duduk sebagai Dewan Pembina adalah Gubernur Sulut dan Gubernur DKI Jakarta. Sementara Theo Sambuaga didapuk sebagai Ketua Dewan Kehormatan, Ketua Dewan Penasehat Benny Mamoto, Ketua Dewan Pembina Ronny F. Sompie, dan Angelica Tengker sebagai Ketua Umum DPP KKK.
Ronny Sompie mengatakan, penanaman pohon kelapa di TMII karena Provinsi Sulut sejak dulu dikenal penghasil kopra. Namun dalam rangka 50 tahun KKK, penanaman pohon juga akan dilakukan di Bumi Nyiur Melambai Sulawesi Utara.
“Kami mau menanam pohon, juga menanam apa saja di Sulawesi Utara. Ini sesuai juga dengan harapan dan ajakan Gubernur Olly Dondokambey yang meminta warga Manado untuk ‘mari jo torang bakobong’. Semangat ini yang harus kita hidupkan terus,” tambah Ronny Sompie.
Dalam waktu dekat warga KKK juga melakukan penanaman manggrove di pesisir pantai Jakarta, untuk menjaga lingkungan.
“Dengan kita bersatu dan bersehati, maka seluruh warga Kawanua dapat menjadi kekuatan dan mengembangkan SDM, pengembangan budaya dan pembangunan perekonomian,” harap Ronny F. Sompie. * (Rika)



More Stories
Polri Pastikan Pemulihan Mental Korban, Tim Trauma Healing Turun di RSUD Bekasi
10 Orang Jenazah Korban Kecelakaan Kereta di RS Polri Kramat Jati Belum Teridentifikasi, Polisi Fasilitasi Masyarakat Untuk Mengecek
Sidang Isbat Penetapan 1 Syawal 1447 H Di Gelar Kemenag RI